Tech

Lakukan Hal Ini Agar Aktivitas Online Lebih Aman di 2022

Dwiwa

Posted on January 8th 2022

Kalian yakin belum kalau selama ini semua aktivitas online yang dilakukan sudah aman? Apalagi selama dua tahun terakhir kita telah menghabiskan lebih banyak waktu di dunia yang lebih virtual. Setiap paltform komunikasi, akun online, dan aplikasi baru memiliki pengaturan, meminta password baru, dan memiiki risiko bawaan yang mungkin kurang kita perhatikan.

Nah, jika kalian masih belum begitu yakin dengan keamanan selama beraktivitas online, ada beberapa hal sederhana yang bisa membantu melindungi ketika mengakses internet. Dilansir dari Popular Science, berikut lima tips agar kalian lebih aman saat online.

1. Amankan metode komunikasi

Jika kalian sering mengirim pesan teks, melakukan panggilan video, atau berkomunikasi apa pun dengan cara yang tidak bertatap muka atau, katakanlah, melalui kode rahasia, kata-kata itu dapat dengan mudah berakhir di tangan orang lain yang mungkin memanfaatkannya untuk mencari keuntungan. Sangat penting untuk waspada terhadap penyadap virtual.

Kalian bisa mempertimbangkan menggunakan aplikasi perpesanan yang aman seperti Signal dan Telegram, atau bahkan iMessage yang sudah dienkripsi end-to-end. Facebook Messenger juga memiliki enkripsi E2E, tetapi kalian harus mengaktifkannya. Menggunakan fitur pengirim pesan yang akan secara otomatis terhapus di media sosial dan platform lain juga bisa membantu.

Kalian juga harus berhati-hati dengan fitur berbagi lokasi. Jangan sembarangan membagikannya karena itu bisa berbahaya. Luangkan waktu sebentar untuk memeriksa di mana kalian membagikan informasi ini dan mengonfirmasi bahwa setelan berbagi lokasi sesuai yang kalian inginkan.

Panggilan video juga tidak dijamin aman. Kata-kata yang kalian ucapkan bisa direkam dan banyak platform dilengkapi dengan fungsi obrolan tambahan. Sebelum kalian bergabung dengan panggilan virtual, periksa pengaturan panggilan video. Zoom, misalnya, menyediakan enkripsi E2E, tetapi harus diaktifkan manual.

Dan jangan lupa jika kalian mengirim atau bertukar foto yang cukup sensitif dengan siapapun, luangkan waktu untuk mempelajari cara melakukannya dengan aman.

2. Amankan akun online

Data kalian sangat berharga dan banyak orang (dan perusahaan) menginginkannya. Amankan semua akun kalian, mulai dari Google, Apple, Microsoft, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.

Untuk memulai ulang semuanya, cukup logout dari akun-akun tersebut. Ini akan menutup semua sesi penjelajahan yang lupa ditutup dan mengunci siapa pun yang mungkin mengintip akun Instagram kalian.

Saat kalian mencari-cari di berbagai pengaturan akun, perhatikan fitur-fitur kecil namun berguna yang dapat meningkatkan keamanan dan privasi. Salah satunya, misalnya, Sembunyikan Email Saya di perangkat Apple.

3. Perhatikan kata sandi

Popular Science merekomendasikan dua pengaman utama untuk keamanan kata sandi, yakni otentikasi dua faktor dan pengelola kata sandi. Sesuai namanya, 2FA akan meminta sesuatu selain nama dan kata sandi sebelum memberikan akses ke akun.

Faktor kedua bisa berupa kode, kunci, atau perintah yang dikirim ke perangkat lain. Dan meskipun kalian perlu mengatur kata sandi utama untuk menggunakan pengelola kata sandi, itu jauh lebih mudah mengingat satu dibanding lusinan.

Terlepas dari apakah kalian mengikuti saran tersebut, tetapi memahami cara memilih kata sandi yang aman juga sangat perlu. Jika kalian menggunakan Safari atau Google Chrome, kalian beruntung karena browser tersebut membantu memperkuat informasi login. Kalian mungkin tidak mempertimbangkannya, tetapi riwayat pencarian Google kalian mungkin memerlukan kata sandinya sendiri.

4. Periksa izin aplikasi

Aplikasi sering berubah dan penyesuaian baru bisa lewat dari pantauan sepanjang tahun. Kita juga sering dengan cepat mengetuk “izinkan” saat menggunakan aplikasi tanpa memikirkan konsekuensinya.

Jadi jika kalian punya waktu luang, coba periksalah apa saja yang boleh dilakukan oleh aplikasi kalian. Cara untuk mengetahuinya cukup sederhana, baik di perangkat Apple atau Android. Saat melakukannya, lihat lagi pengaturan privasi di ponsel kalian.

Jika ingin lebih aman, kalian bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk melihat apa saja tepatnya yang dibagikan aplikasi tertentu tentang kita.

5. Batasi cara kita dilacak secara online

Banyak perusahaan dan organisasi lain ingin mengetahui apa yang kita lakukan di web. Meskipun sulit untuk menghentikan semua pelacakan, kita memiliki kendali.

Semua peramban paling populer memungkinkan kita membatasi pelacakan riwayat kita di berbagai tingkat, dan bahkan dapat beralih ke peramban dengan virtual private network (VPN) jika ingin keamanan lebih tinggi.

Jika kalian lebih suka tetap menggunakan browser yang sudah dimiliki, pertimbangkan beberapa add-ons yang akan memblokir iklan dan membersihkan riwayat penelusuran di antara tugas lainnya. Bahkan ada cara untuk melacak pelacak, baik yang disembunyikan di halaman web atau dalam email.(*)

Foto: Pixabay/TheDigitalArtist

Artikel Terkait
Tech
Mengapa Banyak Orang Terjerat Penipuan Online?

Tech
Hasil Pencarian Google Sering Gak Relevan? Gunakan Trik Ini...

Tech
Zoom Punya Fitur Baru, Siswa Tak Bisa Saling Ganggu dan Tetap Fokus