Lifestyle

Kenapa sih Kita Suka Mencari Validasi dari Orang Lain? Ini Penjelasannya

Kezia Kevina Harmoko

Posted on January 8th 2022

Mencari validasi atau seeking validation mungkin jadi istilah yang sering kita dengar. Kita juga sering melakukan hal ini meski nggak sepenuhnya disadari lho.

Singkatnya, mencari validasi adalah usaha kita mencari persetujuan atau dukungan dari orang lain terkait apa yang kita pikirkan, lakukan, atau percayai. Dalam tahap wajar, mencari validasi itu wajar banget kok. Setiap orang tentu ingin merasa ia adalah seseorang yang berarti dengan cara dipahami dan diterima.

Sayangnya, kadang kita lebih banyak mencari validasi yang bersumber dari orang lain. Apalagi sekarang ada media sosial yang memperparah keadaan tersebut. Kita “dipaksa” merasa bernilai melalui angka likes, komentar, followers, bahkan komentar dari orang asing alias warganet.

Kenapa seseorang haus akan validasi?

Dorongan mencari validasi dari orang lain bisa jadi berawal dari pengalaman masa kecil. Seperti yang dilansir Psychology Today, mungkin semasa kecil kita mengalami penolakan akan perasaan kita. Akhirnya kita tumbuh dengan persepsi bahwa kita nggak seharusnya memercayai perasaan kita dan harus mencari persetujuan dari orang lain. Bisa jadi akhirnya kita menjadi people-pleaser.

Bagaimana kita bisa mencari validasi yang sehat?

Validasi yang paling baik buat diri kita adalah self-validation atau validasi dari diri sendiri. Ini agar kita tidak bergantung pada orang lain untuk merasa baik dengan diri sendiri. Seperti yang dilansir PsychCentral, kemampuan mencari validasi dari diri sendiri akan menunjukkan bahwa kita telah berkembang, bukan lagi diri yang kekanak-kanakan.

Sebaiknya tidak mencari validasi dari media sosial karena validasi tersebut tidak akan memuaskan diri dan hanya bikin kita ingin terus mendapatkannya. Nggak menutup kemungkinan kita jadi melakukan sesuatu yang kurang etis demi memuaskan keinginan kita akan validasi dari orang lain.

Misalnya mempermalukan orang lain demi membuktikan diri benar hingga menggiring opini tanpa menghadirkan fakta aktual. Kalau menemukan selebgram atau influencer yang haus validasi, langsung skip aja deh.

Nah, kalau kamu merasa sulit buat gak mencari validasi dari orang lain, langkah paling praktis adalah rehat dulu dari media sosial. Belajar tentang mindfulness dan cara untuk menerapkan self-validation.(*)

Related Articles
Lifestyle
Yang Lain Susah Saat Pandemi, tapi Kita Merasa Baik-Baik Saja? Wajar kok...

Lifestyle
Kenapa sih Interaksi Online Gak Bisa Memuaskan Seperti Interaksi Langsung?

Lifestyle
6 Tips Menurunkan Lama Main Media Sosial agar Kesehatan Mental Terjaga