Current Issues

Mengenal Flurona, Ketika Flu dan Covid-19 Datang Bersama

Dwiwa

Posted on January 7th 2022


Pixabay/geralt

Belakangan ini penyakit flurona menjadi berita utama di berbagai media. Meskipun ini terdengar asing, sebenarnya istilah flurona bukan hal yang baru. Ini merupakan istilah yang diciptakan untuk menggambarkan apa yang terjadi pada seseorang yang dinyatakan positif flu dan Covid-19 bersamaan.

“Keduanya umum, jadi itu wajar jika beberapa orang akan terinfeksi pada saat yang sama,” ujar Dr. Dan Barouch, direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess medical Center di Boston seperti dilansir Good Morning America.

Para ahli menegaskan flurona bukan penyakit baru dan ini juga bukan varian baru Covid-19. Virus flu dan virus SARS-CoV-2 berasal dari dua keluarga virus yang sangat berbeda. Para ilmuwan tidak khawatir tentang dua virus yang bercampur menciptakan virus baru.

Ada berbagai jenis virus yang mampu menginfeksi manusia. Virus penyebab flu dan Covid-19 adalah dua contoh, tetapi ada juga HIV, virus cacar air, virus rabies, flu biasa, dan banyak lainnya.

Selalu ada kemungkinan bagi satu orang untuk terinfeksi dengan dua atau lebih virus yang berbeda sekaligus. Dengan musim flu yang bertepatan dengan lonjakan Covid-19 baru, ada kemungkinan lebih besar bahwa segelintir orang akan dites positif untuk kedua virus secara bersamaan.

Dokter menyebut kasus ini sebagai koinfeksi. Meskipun tidak umum, musim flu tahun lalu juga melihat beberapa kasus flu dan Covid-19 pada orang yang sama di waktu yang sama.

“Ini bukan masalah besar bagi kami karena rendahnya tingkat influenza yang beredar di masyarakat,” kata Dr. Jonathan Grein, direktur Hospital Epidemiology di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles di situs web rumah sakit. Cedars-Sinai mengatakan baru-baru ini melihat satu kasus koinfeksi ringan.

“Jelas tidak baik terinfeksi dengan dua virus daripada satu, tetapi tidak ada indikasi yang jelas bahwa ini adalah kombinasi yang sangat buruk,” tambah Grein.

Flurona sendiri sudah dilaporkan di sejumlah negara, seperti Israel, Peru, dan Amerika Serikat. Satu kasus flurona di Peru dialami seorang kakek 87 tahun dengan penyakit penyerta yang tidak divaksinasi virus Corona, bahkan berakhir dengan meninggal dunia. Sementara di Indonesia Kementerian Kesehatan belum menemukan adanya kasus ini.

Kementerian Kesehatan sendiri masih belum menemukan kasus flurona di Indonesia. Tetapi untuk berjaga-jaga agar tidak tertular, mendapatkan vaksinasi flu dan Covid-19 bisa menjadi cara untuk menghindari penyakit ini. Selain itu juga dengan memakai masker di tempat ramai dan mencuci tangan. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
CDC: Aktivitas di Sekolah Tetap Harus Memakai Masker

Current Issues
Vaksin mRNA Moderna Tiba di Indonesia, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Penerima

Current Issues
AS Hanya Izinkan Penerima Vaksin Covid-19 Jenis Ini Masuk ke Negaranya