Tech

Amerika Serikat Perpanjang Operasi Stasiun Luar Angkasa ISS Hingga 2030

Jingga Irawan

Posted on January 2nd 2022

Amerika Serikat memperpanjang operasinya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga 2030. Hal itu diungkapkan NASA pada Jum’at (31/12) melalui sebuah posting-an di website resmi.

"Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah pusat kolaborasi ilmiah internasional yang damai dan selama lebih dari 20 tahun telah membawa perkembangan ilmiah, pendidikan, dan teknologi yang sangat besar untuk memberi manfaat bagi umat manusia," kata Administrator NASA Bill Nelson dalam sebuah pernyataan.

ISS rencananya akan dipensiunkan pada 2024. Nasibnya juga sempat dipertanyakan pada 2018, ketika rancangan proposal anggaran dari pemerintahan Presiden Donald Trump berencana untuk mengakhiri dukungan stasiun luar angkasa pada 2025.

Meskipun AS akan melanjutkan komitmen jangka pendeknya ke ISS sudah pasti terjadi, pengumuman NASA datang di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia, salah satu dari beberapa negara yang bekerja sama dengan AS untuk Stasiun Luar Angkasa. Tahun 2021 juga menjadi momen penting Rusia memperdalam kerja samanya di ruang angkasa dengan Tiongkok, yang juga menjadi musuh AS lainnya.

Di tahun yang sama, beberapa keadaan darurat terjadi di atas ISS, yang keduanya disalahkan AS pada Rusia. Pada Oktober lalu, uji tembak kejutan dari pesawat ruang angkasa Rusia yang berlabuh menyebabkan ISS miring keluar dari posisi normalnya, membuat personel di dalamnya mengungsi sebentar.

Kemudian, pada November, puing-puing satelit memaksa astronot ISS untuk mencari perlindungan pada hari itu sebagai serangan rudal Rusia. AS mengutuk Rusia atas serangan itu. Tetapi  Rusia tak mengakui kesalahan apa pun.

Di sekitar waktu yang sama, badan antariksa Rusia, Roscosmos, kemungkinan menuntut pidana terkait dengan insiden 2018 yang melibatkan lubang di salah satu pesawat ruang angkasanya. Namun disindir media Rusia kemungkinan rencana itu merupakan hasil sabotase AS.

"Serangan ini palsu dan tak memiliki bukti," kata Nelson kepada Ars Technica pada bulan November.

Dalam pernyataannya pada hari Jumat, NASA juga menyoroti proyek-proyek yang sedang berlanjut. Seperti peluncuran teleskop raksasa James Webb, mengirim manusia ke Mars, program Artemis, hingga upaya untuk mengirim wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama ke Bulan. (*)

Foto: The Verge

Artikel Terkait
Tech
Sukses Mendarat di Mars, Tiongkok Berhasil Susul NASA

Tech
Momen Bersejarah Dekade Ini, NASA dan SpaceX Kirim Dua Astronot ke Luar Angkasa

Tech
Sejarah Baru, Tiongkok Jalani Misi Perdananya di Stasiun Luar Angkasa