Interest

BNPB Sebut Angka Bencana Turun Dari Tahun Lalu, Tapi Korban Jiwa Lebih Banyak

Dwiwa

Posted on December 30th 2021

Ilustrasi gunung berapi. Pixabay/StockSnap

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut angka kejadian bencana tahun ini menurun dibanding 2020. Meski begitu, dampak yang diberikan lebih signifikan dibanding tahun lalu.

Dia memaparkan jika total kejadian bencana yang tercatat dari 1 Januari 2021 hingga 27 Desember 2021 sebanyak 3.058. Angka ini turun sebanyak 34 persen dibanding dengan 2020 yang mencapai 4.661. Meskipun dari angka kejadian bencana turun, tetapi jumlah korban justru mengalami peningkatan cukup signifikan. 

“Artinya semakin tahun, dampak terjadinya bencana baik menimpa atau berdampak pada jiwa manusia semakin signifikan,” ujarnya dalam Taklimat PMK seperti dilansir dari Antara.

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana naik 76,1 persen sementara yang mengalami luka-luka melonjak hingga 2180 persen. Sedangkan korban yang terdampak dan mengungsi bertambah 24,1 persen dan rumah rusak meningkat sebanyak 115,9 persen.

Suharyanto menjelaskan jika kejadian bencana paling dominan adalah banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang pasang yang menyumbang 89,7 persen atau 2.072 kejadian bencana. Daerah yang banyak terjadi bencana di antaranya Jawa tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Daerah tersebut perlu peningkatan tahap penanggulangan bencana dari mitigasi, edukasi, dan penanganan darurat,” ujarnya.

Adapun dampak bencana merusak tampak pada kejadian Gempa Mamuju, Sulawesi Barat pada Januari 2021 dan Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur pada April 2021. Kemudian paling dominan menyebabkan luka yakni kejadian Gempa Mamuju, Sulawesi Barat pada Januari 2021 dan awan panas guguran Semeru pada Desember 2021.

Sementara itu, BNPB saat ini masih menghitung capaian persentase penurunan potensi kehilangan PBD akibat dampak bencana. Target tahun ini adalah 0,1 persen. Kemudian persentase kelengkapan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi dan tektonis dengan target 92 persen, hingga kini masih dalam penghitungan.

Suharyanto juga menjelaskan jika Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) rata-rata nasional telah mengalami penurnan. Rata-rata penurunan IRBI pada periode 2019-2021 adalah 1,64 persen, dan pada tahun 2021, nilainya akan segera keluar di akhir tahun. (*)

 

Related Articles
Interest
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jatim: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Interest
Manfaatkan Peta Rawan Bencana BNPB di Jalur Mudik Agar Perjalanan Lebih Aman

Interest
Atasi Banjir Jakarta Pakai Toa, Kenapa Nggak Manfaatkan Aplikasi?