Interest

Ingin Mulai Diet? Ketahui Dulu Fakta-Fakta Karbohidrat Berikut Ini

Dwiwa

Posted on December 28th 2021

Pixabay/congerdesign

Diet rendah karbohidrat telah menjadi salah satu yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa pengikutnya mengatakan jika jenis diet ini sangat efektif untuk menurunkan berat badan. Lalu apakah itu berarti jika karbohidrat ini buruk untuk tubuh?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Pasalnya, ada banyak jenis karbohidrat dan jika dikonsumsi, itu memiliki efek yang berbeda-beda pada kesehatan kita. Lalu apa sebenarnya karbohidrat itu?

Bagi orang Indonesia kebanyakan pasti langsung menyebut nasi sebagai jawabannya. Padahal sebenarnya, sayur, buah, dan susu juga mengandung karbohidrat loh. Pada sayuran, itu bisa berupa pati alami maupun serat pangan.

Dilansir dari Medical Xpress, Barbara Quinn, ahli gizi teregistrasi dan penulis Quinn-Essential Nutrition: The Uncomplicated Science of Eating menjelaskan jika karbohidrat bisa sederhana atau kompleks. Itu bisa dalam bentuk gula, pati atau serat. Dan seratnya bisa larut atau tidak larut air.

Selain itu karbohidrat adalah bahan bakar paling bersih dan paling efisien untuk otak, otot, dan saraf kita. Fakta lainnya adalah karbohidrat seperti biji-bijian utuh dan serat makanan baik untuk menjaga gula darah, kolesterol, tekanan darag dan berat badan dalam rentang yang sehat.

Sedangkan karbohidrat yang lebih halus seperti gula dan makanan ringan rendah serat memiliki efek sebaliknya pada kesehatan ketika kita makan berlebihan. Oleh karena itu, kita perlu makan kue manis dan permen dalam jumlah yang lebih sedikit.

Fakta selanjutnya, karbohidrat yang lebih sehat memasok serat makanan—sejenis karbohidrat yang tidak dicerna tubuh (jadi tidak ada kalori) dan memiliki manfaat lain. Makanan yang mengandung serat makanan termasuk buah-buahan utuh, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan legum. Konsumsi banyak makanan berserat tinggi menunjukkan insiden penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus besar yang lebih rendah secara konsisten.

Beberapa serat makanan yang disebut "probiotik" difermentasi oleh bakteri baik di usus kita. Efek menguntungkan dari proses ini termasuk kontrol gula darah yang lebih baik, nafsu makan berkurang dan perlindungan dari peradangan yang menyebabkan penyakit.

Apakah diet tinggi karbohidrat membuat kita gemuk? Itu masih menjadi perdebatan dan sekali lagi, jenis karbohidrat yang kita makan membuat perbedaan. Studi memang menunjukkan, bagaimanapun, bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan bergula atau manis membuat berat bertambah beberapa kilo.

Apa artinya semua itu di dunia nyata? Setiap kali kalian makan, dalam piring harus terdapat satu atau dua porsi sayuran, buah, atau legum. Misalnya dengan menambahkan sepotong tomat atau salsa ke telur yang jadi sarapan pagi, memasukkan wortel ke dalam sandwich, atau menambahkan banyak sayuran hijau/merah/oranye ke olahan daging dan kentang. (*)

Related Articles
Lifestyle
Ini yang Bakal Tubuh Kamu Alami Kalau Tidak Makan Karbohidrat

Interest
Khawatir Kolesterol Naik Saat Lebaran? Coba 5 Buah Ini Untuk Mengatasinya

Interest
Seberapa Besar Sih Gen Berpengaruh Terhadap Kebahagiaan Kita?