Current Issues

Israel Uji Dosis Vaksin Covid-19 Keempat, Perlukah Booster Kedua Lawan Omicron?

Dwiwa

Posted on December 28th 2021

Pixabay/Alexandra_Koch

Kemunculan varian Omicron yang kini tengah menyebar ke lebih dari seratur negara di dunia telah membuat banyak pihak khawatir. Sebuah rumah sakit di Israel pun mulai melakukan uji coba memberikan dosis vaksin Covid-19 keempat kepada sekelompok pekerja kesehatan pada Senin.

Dilansir Reuters, uji coba ini diklaim menjadi studi besar pertama tentang perlukah booster kedua untuk menghadapi varian Omicron yang menyebar dengan cepat. Hasil dari uji coba ini kemungkinan akan diawasi dengan seksama oleh dunia internasional.

Juru bicara Pusat Medis Sheba mengatakan jika hasilnya akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan Israel dalam waktu sekitar dua minggu.
Israel menjadi salah satu negara tercepat yang melakukan program vaksinasi awal setahun lalu. Mereka juga menjadi salah satu yang pertama memberikan booster setelah menemukan jika kekebalan berkurang dari waktu ke waktu.

Kementerian Kesehatan setempat juga sudah memangkas jarak waktu antara dosis kedua dan ketiga vaksin Covid-19 dari lima bulan menjadi tiga bulan untuk menghadapi infeksi yang melonjak saat Omicron menyebar.

Khawatir dengan risiko lonjakan tiba-tiba dalam rawat inap, panel ahli kementerian pekan lalu merekomendasikan Israel menjadi negara pertama yang menawarkan suntikan keempat pada pekerja medis dan orang berusia di atas 60 tahun atau dengan sistem kekebalan yang terganggu.

Meski disambut baik oleh pemerintah Israel, tetapi sebagian panel ahli masih mempertanyakan apakah data ilmiah yang ada cukup untuk membenarkan dosis keempat. Menteri Kesehatan Nachman Ash belum memberi keputusan, tetapi media Israel mengatakan dia mungkin membatasi suntikan keempat pada yang berusia lebih dari 70 tahun.

Juru bicara rumah sakit mengatakan studi Sheba dari 150 peserta akan fokus pada kemanjuran dari vaksin dalam menghasilkan antibodi, dan keamanan, untuk memastikan apakah vaksin keempat diperlukan secara umum.

Hagai Levine, seorang epidemiologis, mengatakan perlu lebih banyak data untuk mengukur apakah ada penurunan perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian yang diberikan oleh tiga suntikan vaksin Covid-19.

“Kita tidak bisa secara membabi buta berasumsi bahwa suntikan lain akan menyelesaikan semuanya, karena itu tidak akan berhasil,” ujar Levine yang merupakan kepala Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Israel.

Sementara itu, pendapat tentang perlu tidaknya booster kedua untuk menghadapi Omicron masih beragam. CNN melaporkan Menteri Kesehatan Jerman karl Lauterbach pada Kamis mengatakan dosis keempat diperlukan untuk mempertahankan perlindungan terhadap varian Omicron, meskipun negara tersebut belum mulai melakukan vaksin dosis keempat.

Sementara itu pakar penyakit menular Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci mengatakan kepada WCBS Newsradio 880 jika masih terlalu dini untuk membicarakan dosis keempat. Saat ini, pihaknya masih akan fokus pada ketahanan dan perlindungan setelah dosis ketiga dari vaksin mRNA, Moderna dan Pfizer/BioNTech.

“Jika perlindungan jauh lebih tahan lama dari kelompoj dua dosis, yang tidak mendapat booster, maka kita dapat melewati periode waktu yang signifikan tanpa perlu dosis keempat. Jadi saya pikir masih terlalu dini, setidaknya bagi Amerika Serikat, untuk membicarakan dosis keempat,” ujar Fauci.

Beberapa pembuat vaksin juga mengungkap jika butuh lebih banyak waktu untuk menentukan apakah atau kapan dosis keempat diperlukan di Amerika Serikat dan seberapa cepat perlindungan mungkin berkurang setelah dosis ketiga. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Moderna Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 untuk Omicron Pada Orang Dewasa

Current Issues
Pakar Penyakit Menular AS: Tak Perlu Booster Khusus Varian untuk Melawan Omicron

Current Issues
Vaksin mRNA Moderna Tiba di Indonesia, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Penerima