Tech

Baidu dan Geely Bakal Hadirkan ‘Robot Otomotif’ Pertama pada 2023

Jingga Irawan

Posted on December 28th 2021

JiDU, perusahaan kerja sama kendaraan listrik antara raksasa teknologi Tiongkok Baidu dan produsen mobil Geely, akan mengungkap kendaraan konsep pertamanya pada awal 2022. Dan, mereka akan mengirimkan “robot otomotif” pertama yang diproduksi secara massal pada tahun 2023.

Menurut CEO Baidu, Robin Li, hanya enam bulan setelah didirikan pada Maret tahun ini, usaha tersebut melangkah ke tahap pengembangan mengemudi dan kokpit cerdas untuk mobil SIMU. Yang dinilai menjadi rekor baru di industri otomotif.

Robot otomotif, yang dianggap Baidu sebagai alat transportasi kendaraan masa depan, akan menunjukkan tiga keunggulan produk JiDU.

Pertama, kendaraan akan memiliki kemampuan mengemudi otonom L4 agar dapat bergerak bebas. Sementara itu, pada Agustus tahun ini, Baidu juga meluncurkan robocar dengan kemampuan mengemudi otonom L5.

Kedua, kendaraan itu dapat berkomunikasi secara alami dengan manusia. Berkat pengenalan yang akurat dari interaksi manusia-kendaraan. Itu berarti kendaraan dapat menjadi teman digital pintar. Yang dapat berkomunikasi tatap muka dengan pengguna dan memahami keinginan pengguna.

Ketiga, robocar diharapkan memiliki kemampuan untuk belajar sendiri dan mengulang sendiri. Sehingga, bisa terus mempelajari kebiasaan pengguna dan meningkatkan pengalaman pengguna berdasarkan data kebiasaan.

Robin juga membagikan visinya tentang transportasi cerdas. Bagi Baidu, transportasi cerdas merupakan hasil integrasi mendalam dari teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), 5G, dan cloud computation ke dalam segmen transportasi, berdasarkan mengemudi otonom, kendaraan pintar, dan media jalan.

Transportasi cerdas diharapkan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas hingga 90 persen. Pasalnya, sekitar 1,35 juta orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya di dunia. Dan 94 persen di antaranya disebabkan oleh faktor manusia, seperti kurangnya perhatian, kesalahan dalam penilaian, kelelahan mengemudi, dan mengemudi dalam keadaan mabuk.

Menurut Baidu, seiring berkembangnya teknologi mengemudi otonom, kendaraan yang ditenagai oleh teknologi semacam itu akan lebih aman untuk manusia.

Selain itu, transportasi cerdas dapat menawarkan solusi kemacetan lalu lintas. Robin mengatakan pada konferensi bahwa berkat kendaraan mengemudi otonom, V2X dan sistem kontrol sinyal pintar, akan ada peningkatan besar dalam efisiensi lalu lintas dalam beberapa tahun ke depan.

Perusahaan memperkirakan, dengan teknologi tersebut, tak akan ada pembatasan pembelian kendaraan dan pembatasan lalu lintas di kota-kota besar. Karena masalah kemacetan akan teratasi dengan sendirinya.

Terlebih lagi, mengemudi otonom dan transportasi cerdas dapat membantu mengurangi emisi karbon. Baidu berharap untuk mengurangi emisi karbon melalui kendaraan, jalan dan mobilitas.

Platform layanan mobilitas mengemudi otonom Luobo Kuaipao, diluncurkan pada Agustus tahun ini. Platform itu menawarkan 115.000 layanan, menjadikannya penyedia layanan mobilitas otonom terbesar di dunia. Perusahaan berharap dapat memperluas layanan ke 65 kota pada tahun 2025 dan 100 kota pada tahun 2030.

Saat ini, Baidu Apollo telah menjadi platform mengemudi otonom terbuka paling aktif di dunia, dengan lebih dari 210 mitra di seluruh dunia.(*)

Foto: Geely Media Center

Artikel Terkait
Tech
Xiaomi Dikabarkan Segera Produksi Mobil Listriknya Sendiri

Tech
Siap Saingi Apple dan Tesla, Baidu dan Geely Kolaborasi Luncurkan Mobil Listrik

Tech
Tiongkok Perkuat 12 Universitas Top di Negaranya untuk Saingi Teknologi AS