Interest

Begini Cara Otak Mengenali Suara Saat Kita Berada di Tengah Keramaian

Dwiwa

Posted on December 26th 2021

Pernah nggak kalian merasa bisa mendengar suara seseorang dengan lebih jelas dari yang lain padahal sedang berada di tengah keramaian? Tenang itu bukan kekuatan supernatural atau bisikan makhluk halus kok guys. Penyebabnya adalah karena otak kita memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian pada satu pembicara.

Dilansir dari Medical Xpress, Edmund Lalor, Ph.D, profesor muda Neuroscience and Biomedical Engineering di University of Rochester Medical Center menemukan bagaimana cara otak bekerja untuk bisa fokus pada satu pembicara dan mengabaikan yang lainnya.

Otak sebenarnya membuat langkah ekstra untuk memahami kata-kata yang keluar dari pembicara yang sedang didengarkan, dan tidak melakukannya pada kata-kata lain diluar percakapan tersebut.

Lalor mengatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa apa yang didengar dari cerita yang diperhatikan dan cerita yang tidak diperhatikan atau diabaikan diproses dengan cara yang sama. Tapi mereka menemukan ada perbedaan yang jelas antara apa yang terjadi selanjutnya di otak.

Dalam studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience, peserta secara bersamaan mendengarkan dua cerita, tetapi diminta untuk memusatkan perhatian mereka hanya pada salah satunya.

Dengan menggunakan rekaman gelombang otak EEG, para peneliti menemukan bahwa cerita yang diinstruksikan untuk diperhatikan partisipan diubah menjadi unit linguistik yang dikenal sebagai fonem –satuan bunyi terkecil yang dapat menunjukkan perbedaan makna- sementara cerita yang lain tidak.

"Perubahan itu adalah langkah pertama untuk memahami cerita yang diperhatikan," kata Lalor. "Suara perlu dikenali sesuai dengan kategori linguistik tertentu seperti fonem dan suku kata, sehingga pada akhirnya kita dapat menentukan kata apa yang diucapkan -bahkan jika terdengar berbeda—misalnya, diucapkan oleh orang dengan aksen berbeda atau nada suara berbeda."

Karya ini merupakan kelanjutan dari studi 2015 yang dipimpin oleh Lalor yang diterbitkan dalam jurnal Cerebral Cortex. Penelitian tersebut baru-baru ini dianugerahi Penghargaan Misha Mahowald tahun 2021 untuk Neuromorphic Engineering. Penelitian ini dinilai punya dampak positif pada teknologi yang bertujuan membantu penyandang disabilitas meningkatkan interaksi sensorik dan motorik dengan dunia. Seperti mengembangkan perangkat wearable yang lebih baik, misalnya alat bantu dengar.

Penelitian ini bermula dari 2012 Telluride Neuromorphic Engineering Cognition Workshop dan berlanjut ke proyek Alat Bantu Dengar Terkendali Kognitif lembaga multi-mitra yang didanai oleh Uni Eropa, yang berhasil mendemonstrasikan sistem Auditory Attention Decoding real-time.

John Foxe, Ph.D., direktur Del Monte Institute for Neuroscience adalah rekan penulis dalam penelitian yang menunjukkan adanya kemungkinan menggunakan sinyal gelombang otak EEG untuk menentukan siapa yang diperhatikan seseorang dalam lingkungan dengan banyak orang berbicara.

Foto: Pixabay/geralt

Artikel Terkait
Interest
Keren! Terinspirasi Elon Musk, Fendi Njau Bikin NFT Puisi Seharga Rp 4,5 Miliar

Interest
TV TikTok sampai Action Cam 360 Derajat, ini 7 Teknologi Canggih Buatmu di 2020

Interest
Yang Terbaru dari Google di Google I/O 2019