Interest

Mengenal Kurikulum Prototipe 2022, Pemerintah Lepas Sekat Jurusan IPA dan IPS

Jingga Irawan

Posted on December 24th 2021

Pemerintah akhirnya melepas sekat antara jurusan IPA dan IPS untuk bangku SMA. Momen yang mungkin telah lama ditunggu-tunggu. Terutama bagi kalian penggemar Fisika tapi juga ingin tahu rasanya belajar Sosiologi. Maupun sebaliknya. Pemberlakuan sistem itu termasuk dalam Kurikulum Prototipe. Yang akan diterapkan pada tahun ajaran 2022 mendatang.

Menurut Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Assesmen Pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Anindito Aditomo mengatakan, penerapan kurikulum prototipe tak mengaitkan siswa berdasarkan jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Sehingga, siswa kelas 11 dan 12 bisa memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya.

Nah, kira-kira apa saja sih yang perlu diketahui soal kurikulum prototipe? Ini detilnya!

Bersifat Opsional

Seperti banyak kabar yang beredar, kurikulum tersebut bersifat opsional. Artinya, sekolah-sekolah bebas untuk memilih kurikulum tersebut atau tidak. Tujuan dari kurikulum itu untuk memaksimalkan kompetensi siswa dalam bidang yang mereka sukai. Di sisi lain, kurikulum itu juga sebagai bagian dari upaya untuk mengejar ketertinggalan belajar di tengah Pandemi Covid-19.

Saat ini, program kurikulum prototipe telah diujicobakan kepada 2500 sekolah yang tergabung ke dalam Program Sekolah Penggerak.

Mata Pelajaran

Aturan mengenai mata pelajaran itu sudah tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 126/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak.

Bagian struktur kurikulum SMA menjelaskan bahwa di kelas 10, peserta didik akan mengikuti mata pelajaran yang sama dengan di SMP. Yaitu mata pelajaran wajib/umum. Mulai kelas 11, peserta didik baru diperbolehkan memilih mata pelajaran sendiri sesuai minat dan bakatnya.

Seperti di SMP, mata pelajaran IPA dan IPS di kelas 10 belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik. Akan tetapi, di kelas 11 dan 12 lembaga pendidikan dapat menentukan bagaimana mengatur porsi pembelajaran untuk mata pelajaran IPA dan IPS. Baik secara berurutan, terintegrasi atau paralel.

Pada kelas 11 dan 12, setiap siswa dibebaskan memilih mata pelajaran dengan syarat, yakni harus mengambil 18 jam pelajaran wajib dan 20 jam pelajaran pilihan setiap minggunya. Struktur mata pelajaran akan dibagi menjadi lima kelompok:

-Mata pelajaran umum yang wajib diikuti semua siswa. (Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Budaya, Pendidikan Olahraga serta Sejarah)

-Mata pelajaran Matematika tingkat lanjut dan IPA. Di mana setiap sekolah wajib menyediakan minimal tiga mata pelajaran dalam kelompok ini

-Mata pelajaran IPS. Di mana setiap sekolah wajib menyediakan minimal tiga mata pelajaran dalam kelompok ini

-Mata Pelajaran Bahasa dan Budaya, yang disesuaikan dengan setiap sekolah.

-Terakhir, mata pelajaran Vokasi dan Prakarya, yang disesuaikan dengan setiap sekolah.(*)

Artikel Terkait
Opinion
Beratnya Menjadi Kelas Sulung di Sekolah

Current Issues
Murid Kelas 3 SMA di Korea Selatan Akhirnya Kembali Masuk Sekolah

Opinion
Bersekolah Tiga Tahun, Worth it kah?