Tech

Dianggap Cuma Teknik Marketing, Elon Musk Tak Tertarik dengan Metaverse

Jingga Irawan

Posted on December 23rd 2021

Credit: Patrick Pleul/Getty Images

Metaverse dan Web3 adalah dua tren yang diduga akan merevolusi dunia digital. Tetapi orang terkaya di dunia nyata, Elon Musk, rupanya tak tertarik. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, CEO SpaceX dan Tesla itu mengatakan dia sama sekali nggak melihat kasus penggunaan yang menarik untuk metaverse  oleh Virtual Reality (VR).

Pengusaha sukses berusia 51 tahun itu bahkan mencemooh Web3. Ia menyebutnya sebagai konsep yang samar. Di mana layanan internet dibangun kembali di sekitar blockchain dan cryptocurrency. Sehingga ia merasa itu hanya sebagai “pemasaran daripada kenyataan.”

Elon mengakui bahwa dia mungkin terlalu tua untuk memahami teknologi baru ini. "Apakah saya seperti salah satu dari orang-orang yang menganggap internet pada tahun ‘95 sebagai iseng atau sesuatu yang tak akan pernah berarti apa-apa?” katanya, sebelum mencatat bahwa pada tahun 1995 ia adalah salah satu orang yang sangat memahami potensi internet.

Kritik Elon terhadap metaverse berfokus pada kurangnya kasus penggunaan yang menarik dan pengalaman yang mengecewakan bagi konsumen.

“Tentu saja kalian bisa memasang TV di hidung kalian. Tapi saya nggak yakin itu membuat kalian berada di metaverse,'” katanya.

“Saya nggak melihat seseorang akan mau memasang layar mengerikan ke wajah mereka sepanjang hari dan nggak akan pergi kemana-mana. Sepertinya itu nggak mungkin. Saat ini saya nggak dapat melihat situasi metaverse yang menarik."

Saat ini, metaverse sebagian besar hanya branding yang berlebihan untuk serangkaian dunia virtual, beberapa di antaranya bahkan bergantung pada headset VR untuk diakses. Kritikus menunjukkan bahwa pada dasarnya dahulu orang-orang telah mencoba semua teknologi ini sebelumnya, dengan ledakan VR yang gagal di tahun 1990-an dan munculnya ruang seperti Second Life di awal 2000-an.

Apa yang ditawarkan oleh tren saat ini dipengaruhi oleh peningkatan perangkat keras yang canggih, nama baru yang mencolok, dan dukungan miliaran dolar dari raksasa seperti Meta milik Facebook, yang ingin mengontrol apa yang mereka lihat sebagai platform digital besar berikutnya.

Web3 adalah visi alternatif lain untuk masa depan internet, dengan banyak dorongan oleh gagasan bahwa pengguna internet biasa akan dapat memperoleh keuntungan langsung dari konten dan aktivitas online mereka.  

Web3, juga dikenal sebagai Web 3.0, merupakan sebuah gagasan yang kini menjadi tren baru dari World Wide Web yang menggabungkan desentralisasi berdasarkan blockchain. Sehingga mereka tak lagi bergantung pada perusahaan-perusahaan teknologi raksasa.

Elon Musk tak menghabiskan banyak waktu membahas Web3, tetapi dia sebelumnya menyatakan keraguannya tentang proyek tersebut di Twitter, menyetujui prediksi dengan sesama CEO teknologi Jack Dorsey.

Sebelumnya, Jack Dorsey juga menganggap bahwa Web3 nggak akan mendemokratisasikan apa pun, tetapi hanya akan mengalihkan kekuasaan dari perusahaan yang sudah ada seperti Facebook ke dana modal ventura baru seperti Andreessen Horowitz.(*)

Related Articles
Tech
Disebut Sebagai Masa Depan Internet, Apa Itu Metaverse?

Tech
Meta Siapkan Superkomputer AI, Diklaim Jadi yang Tercepat di Dunia

Tech
Meta Akan Membuka Toko Fisik Pertama