Current Issues

Pil Covid-19 Pfizer Dapat Izin Penggunaan Darurat di AS, Bisa Digunakan di Rumah

Dwiwa

Posted on December 23rd 2021


Pixabay/jarmoluk

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Rabu (22/12) mengeluarkan izin penggunaan darurat pil antivirus Covid-19 Pfizer Inc untuk orang berusia 12 tahun ke atas yang berisiko sakit parah. Ini merupakan pengobatan oral yang bisa dilakukan di rumah pertama sekaligus senjata baru untuk melawan varian Omicron yang mudah menular.

Dilansir dari Reuters, rejimen antivirus Pfizer, Paxlovid, hampir 90 persen efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian pada pasien dengan risiko tinggi penyakit parah, menurut data dari uji klinis perusahaan. Pfizer mengatakan data laboratorium terbaru menunjukkan bahwa obat tersebut tetap efektif melawan Omicron.

Pfizer menaikkan proyeksi produksi pada 2022 menjadi 120 juta program pengobatan dari 80 juta. Mereka mengatakan siap untuk memulai pengiriman segera di Amerika Serikat. Rejimen dua obat pengobatan termasuk obat baru dan antivirus kedua yang lebih tua yang disebut ritonavir.

"Persetujuan Paxlovid adalah tonggak utama yang menandai langkah lain untuk menjadikan Covid-19 sebagai infeksi yang jauh lebih mudah ditangani," kata Amesh Adalja, seorang sarjana senior di Johns Hopkins Institute for Health Security.

Tetapi Adalja menekankan jika ada dua masalah utama yang akan dihadapi. Pertama adalah ini masih akan menjadi barang langka dalam beberapa minggu mendatang. Selain itu, agar optimal obat ini juga memerlukan diagnosis yang cepat, di mana itu bisa jadi sulit karena pengujian masih menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan.

Pfizer mengatakan memiliki 180.000 dosis perawatan yang siap dikirimkan tahun ini. Kontrak pemerintah AS untuk 10 juta dosis obat dihargai USD 530 per dosis.

Keputusan FDA untuk mengeluarkan otorisasi darurat ini datang ketika AS menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian Omicron. Presiden Joe Biden telah mengumumkan rencana untuk memperbanyak vaksinasi dan lokasi pengujian.

William Schaffner, ahli penyakit menular terkemuka dari Vanderbilt University School of Medicine, mengatakan pil tersebut dapat mengisi celah pengobatan yang dibuka oleh varian Omicron. Pengobatan antibodi monoklonal yang paling banyak digunakan untuk Covid-19 terbukti kurang efektif dalam memerangi varian dan ada persediaan terbatas dari satu perawatan tersisa yang berfungsi.

Antibodi monoklonal biasanya diberikan secara intravena di rumah sakit, tidak tersedia secara luas dan lebih dari dua kali harga pil Pfizer.

Varian Omicron, pertama kali diidentifikasi di Afrika selatan dan Hong Kong pada November, telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi dominan di Amerika Serikat. Sejumlah penelitian mengungkap infeksi sebelumnya dan vaksin hanya sebagian mencegah infeksi dari varian, meskipun suntikan booster memang meningkatkan perlindungan.

FDA mengatakan pihaknya mengizinkan Paxlovid untuk penggunaan darurat untuk pengobatan penyakit ringan hingga sedang pada orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang berisiko tinggi untuk berkembang menjadi Covid-19 yang parah.

FDA menjelaskan jika obat ini hanya tersedia dengan resep dan harus diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis Covid-19 dan dalam waktu lima hari setelah timbulnya gejala. Pil ini diminum setiap 12 jam selama lima hari.

Pfizer mengatakan  meskipun uji klinis tidak termasuk pasien di bawah usia 18 tahun, rejimen dosis orang dewasa yang mendapat otorisasi diharapkan menghasilkan tingkat konsentrasi obat dalam darah yang sebanding pada pasien anak 12 tahun ke atas dengan berat setidaknya 40 kg.

Obat kedua, ritonavir, diketahui berinteraksi dengan beberapa obat resep lainnya. Pfizer mengatakan bahwa itu harus bisa dikelola dan menyarankan sebagian besar pasien akan dapat menurunkan dosis obat yang lain saat dirawat untuk Covid-19.

Pfizer telah setuju untuk mengizinkan pengobatan tersebut diproduksi dan dijual di 95 negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, melalui perjanjian lisensi dengan kelompok kesehatan masyarakat internasional, Medicines Patent Pool (MPP).

Pil saingan dari Merck & Co sedang ditinjau oleh FDA. Obat, molnupiravir, yang dikembangkan dengan Ridgeback Biotherapeutics, mengurangi risiko rawat inap dan kematian sebesar 30 persen dalam uji coba.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Molnupiravir Dapat Izin BPOM, Bagaimana Efektivitasnya Melawan Omicron?

Current Issues
Pil Covid Pfizer Diklaim Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian Hampir 90 Persen

Current Issues
Merck dan Pfizer Sama-sama Bikin Pil Covid-19, Apa Bedanya?