Current Issues

Bikin Bangga, Sederet Film Indonesia Ini Berhasil Mejeng di Festival Film Dunia

Dwiwa

Posted on December 23rd 2021


"Laut Memanggilku" (2021). Antara/HO

Film apa saja nih yang sudah kalian tonton di 2021? Sebagian besar mungkin akan melontarkan judul seperti Spider-Man: No Way Home, Sang-Chi, atau Black Widow. Tapi sebenarnya, ada beberapa film lokal menarik yang bahkan sudah berhasil malang melintang di festival film dunia selama 2021 loh.

Sebagai film Indonesia, kisah-kisah yang diangkat ke layar kaca merupakan hal yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah cerita yang akrab bagi masyarakat Indonesia.

Cerita yang diangkat pun penuh dengan makna dan membuat kita bisa lebih peka terhadap keadaan sekitar. Penasaran apa saja film lokal yang berjaya di berbagai festival film dunia? Berikut daftar singkatnya seperti dilansir dari Antara.

1. Laut Memanggilku (The Sea Calls for Me)

Laut Memangilku merupakan film pendek karya anak bangsa yang berhasil meraih penghargaan internasional. Film garapan Tumpal Tampubolon ini berhasil memenangkan Sonje Award dalam ajang Festival Film Internasional Busan (BIFF) 2021 dan Film Cerita Pendek Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

Film ini menceritakan kisah yang menyoroti kesepian seorang anak bernama Sura, anak nelayan yang hidup sebatang kara. Suatu hari dia menemukan boneka yang kemudian dijadikan teman sekaligus ibu baginya. Tetapi, kehangatan keluarga yang dia rasakan itu terancam oleh temannya, Argo, yang berencana merebut boneka itu.

Pada 8 November 2021, diumumkan bahwa film ini akan tayang di Netflix pada 13 Januari 2022.

2. Penyalin Cahaya (Photocopier)

Film berikutnya yang juga malang melintang di festival film internasional adalah Penyalin Cahaya. Ini merupakan film drama thriller misteri yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja.

Film ini pertama kali ditayangkan pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan 2021 di Korea Selatan. Selain itu juga berkompetisi utama bernama New Currents, yang merupakan satu-satunya program kompetisi internasional film panjang di Festival Film Internasional Busan .

Tidak hanya di dunia internasional, Penyalin Cahaya juga meraih banyak penghargaan lokal. Setidaknya ada 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2021 yang dibawa pulang, termasuk penghargaan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Penulis Skenarion Terbaik.

Film ini menceritakan tentang upaya Sur bersama teman masa kecilnya Amin menyelidiki kejadian sebenarnya dibalik foto mabuknya saat menghadiri pesta. Foto itu beredar secara online hingga membuat beasiswanya dicabut. Penyalin Cahaya dijadwalkan akan tayang di Netflix pada Januari 2022.

3. Yuni

Film drama ini berkisah tentang perjuangan seorang gadis desa bernama Yuni untuk menggapai impiannya melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Tetapi perjuangannya tidak mudah. Dia dihadapkan dengan sejumlah halangan termasuk adat budaya yang masih kuat di tempat tinggalnya.

Film yang disutradarai Kamila Andini ini tayang perdana dan berkompetisi di ajang Festival Film Internasional Toronto 2021 di program platform bersama dan berkompetisi bersama tujuh film terpilih lainnya dari sejumlah negara. Dalam ajang itu, Yuni berhasil memenangkan penghargaan Platform Prize.

Film ini juga tayang perdana di ajang Festival Film Internasional Busan (BIFF) 2021 dalam program A Window on Asian Cinema. Di dalam negeri, Yuni menyabet Piala Citra untuk Pemeran Wanita Utama Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2021 lewat lakon Arawinda Kirana.

Arawinda Kirana juga mendapatkan penghargaan Silver Yusr Award kategori aktris terbaik di Red Sea Internasional Film Festival (RSIFF) 2021 di Arab Saudi berkat perannya di film Yuni. Film yang diproduseri Ifa Isfansyah ini sudah tayang di bioskop mulai 9 Desember 2021 dan masih tayang di beberapa bioskop saat ini.

4. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash)

Film yang disutradarai oleh Edwin ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan yang dirilis tahun 2014. Film ini ditayangkan perdana pada segmen Concorso internazionale dalam ajang Festival Film Internasional Locarno 2021 di Swiss pada Agustus lalu.

Film ini juga mendapatkan penghargaan Golden Leopard yang merupakan penghargaan utama dalam sesi kompetisi internasional dalam Festival Film Internasional Locarno. Selama festival, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas diputar empat kali dan disambut antusias oleh penikmat film dan kritikus.

Film ini juga masuk dalam seleksi resmi Contemporary World Cinema Festival Film Internasional Toronto (TIFF) pada September 2021. Pada 2 Desember 2021, Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dirilis di bioskop Indonesia.

5. Dear To Me

Film ini merupakan tugas akhir Karya Monica Vanesa Tedja, seorang mahasiswa yang mengambil pendidikan program magister jurusan penyutradaraan film di Konrad Wolf Film University of Babelsberg, Jerman.

Mengangkat tema LGBT, Dear To Me diputar perdana di Festival Film Internasional Locarno dalam seksi Open Doors Screenings pada Agustus 2021. Film ini berhasil mendapatkan penghargaan pertama di ajang Firs Step Awards 2021 sebagai Best Short and Animated Film.

Selain itu, Dear To Me juga mengikuti sejumlah festival film lainnya seperti 100% Manusia hingga Jogja-NETPAC Asia Film Festival (JAFF) 2021.(*)

Related Articles
Entertainment
'Tak Ada Yang Gila di Kota Ini' Antar Wregas Bhanuteja Raih Piala Citra Kedua

Entertainment
Adaptasi Novel Eka Kurniawan, Edwin Bakal Balik Gunakan Film Analog

Entertainment
Film “Yuni” Jadi Wakil Indonesia Dalam Seleksi Oscar 2022, Apa Istimewanya?