Tech

Kreator Seni Digital Sindir Perdana Menteri Inggris Lewat NFT

Jingga Irawan

Posted on December 22nd 2021

Credit: Getty Images

Pasar non-fungible tokens (NFT) semakin gila. Rupanya ada banyak hal lain yang berkaitan dengan NFT selain sekadar gambar kera bernilai miliaran rupiah. Bahkan, baru-baru ini terdapat sebuah lelang apartemen sebagai NFT.

Dan sekarang, badan amal juga mulai mengambil manfaat dari hiruk-pikuk NFT, mengumpulkan dana secara transparan, sambil melibatkan komunitas baru.

Binance telah meluncurkan NFT for Good. Sebuah platform terbuka yang didirikan oleh yayasan Binance Charity. Di situ, orang bisa mengubah seni dan kreativitas mereka menjadi lelang yang menargetkan pendanaan bagi masalah sosial dan kemanusiaan.

Pada saat yang sama, seni crypto juga memasuki Satire. Dunia seni dan satire NFT kini bersatu dalam sebuah proyek baru, yang baru saja ditayangkan di platform NFT OpenSea, yang dijuluki sebagai “Non Fungible Tories – The Boris Drop.”

Itu merupakan satu set potret parodi 8-bit Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di mana 52 persen dari hasil lelangnya akan disumbangkan ke badan amal Inggris untuk membantu para tunawisma. NFT itu dibuat oleh artis bernama “Pfeffel.” Ia menyindir beberapa kutipan Boris yang paling terkenal.

Pfeffel telah menciptakan serangkaian NFT berdasarkan kutipan Boris seperti "Watermelon Smile," "Lettebox" dan momen dia bersembunyi di lemari es saat akan menjawab pertanyaan wartawan. Deretan NFT itu juga menyindir kontroversi terbaru. Di mana downing street —rumah kerja bagi Perdana Menteri— mengadakan pesta, sementara  dalam lockdown pandemi penuh.

Pfeffel telah berjanji bahwa badan amal Crisis at Christmas, yang membantu para tunawisma di jalan-jalan Inggris selama musim Natal akan mendapat manfaat dari lelang NTF.

“Salah satu cara untuk menegur iblis adalah dengan menertawakannya. Seni saya menertawakan Johnson. NFT ini diharapkan akan membantu, dalam beberapa hal, meringankan penderitaan orang-orang di jalanan yang telah dilupakan oleh pemerintah yang tampaknya senang berpesta sementara kematian semakin tinggi,” Pfeffel mengatakan kepada TechCrunch.

Boris Johnson semakin mendapatkan reputasi sebagai politisi kontroversial. Ia terkenal karena penanganan terkait pandemi Covid-19. Dia juga memangkas anggaran bantuan Inggris dan memimpin tingkat kematian Covid-19 tertinggi di Eropa serta kemerosotan ekonomi terdalam di G7.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Gelombang Covid-19 Kedua Mungkin Lebih Berbahaya Untuk Kaum Muda

Current Issues
Muncul Varian Baru Covid-19, Penerbangan dari Inggris Diblokir Sejumlah Negara

Tech
Sebelum Bikin dan Jual NFT, Ini Beberapa Hal yang Perlu Diketahui!