Interest

Seberapa Sih Konsumsi Kafein Dikatakan Terlalu Banyak?

Dwiwa

Posted on December 21st 2021


Pixabay/cocoparisienne

Kafein telah menjadi bagian keseharian bagi sebagian orang. Entah itu dengan secangkir kopi di pagi hari, minum segelas es teh saat makan siang, atau segelas cokelat hangat di malam hari. Sayangnya jika mengonsumsi terlalu banyak kafein, itu bisa membuat kalian jadi gelisah, jantung berdetak cepat, dan insomnia yang sulit untuk ditangani.

Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya, seberapa banyak sih kafein dianggap terlalu banyak? Sama seperti banyak hal lain dalam hidup, tidak ada jawaban yang cocok untuk semua orang. Tetapi tentu saja ada panduan umum untuk diikuti.

Lalu apa yang perlu kita tahu soal kafein dan memastikan agar asupan tidak berlebihan? Dilansir dari Yahoo Life, berikut beberapa hal terkait kafein yang perlu kalian tahu.

Apa itu kafein?

Kafein merupakan zat pahit yang ditemukan di lebih dari 60 tanaman, termasuk biji kopi, daun teh, kola nut dan biji kakao (yang digunakan untuk membuat cokelat), menurut National Library of Medicine.

Kafein juga dapat dibuat sintetis dan ditambahkan ke beberapa obat, makanan, dan minuman, seperti penghilang rasa sakit tertentu, obat flu dan minuman energi. Tetapi kebanyakan orang mengonsumsi kafein dalam bentuk minuman seperti kopi, soda dan teh, dan jumlah masing-masing dapat bervariasi.

Menurut National Library of Medicine, secangkir kopi 8 ons kopi mengandung 95 hingga 200 mg kafein. Sekaleng cola 12 ons mengandung 25 hingga 45 mg, minuman energi 8 ons mengandung 70 hingga 100 mg, dan secangkir teh 8 ons mengandung 14 hingga 60 mg.

Bagaimana kafein memengaruhi tubuh?

Dr. Jamie Alan, profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University mengatakan kafein adalah stimulan, yang berarti itu mempercepat proses perpesanan antara otak dan tubuh. “Ini akan meningkatkan detak jantung, membuka paru-paru dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Alan.

Dana Hunnes, ahli gizi senior di Ronald Reagen-UCLA Medical Center mengatakan kafein dapat memengaruhi sistem saraf, sistem kardiovaskuler, sistem endokrin, dan sistem gastrointestinal.

“Kafein diserap dalam saluran pencernaan dan dimetabolisme di hati,” ujar Hunnes. Dia menjelaskan jika obat ini memengaruhi orang secara berbeda-beda, tergantung pada seberapa cepat mereka memetabolisme. “Adapun sistem saraf, kafein menstimulasi neurotransmiter rangsang, yang meningkatkan kewaspadaan,” lanjut Hunnes.

Pro dan kontra kafein

Ada pro dan kontra untuk menggunakan kafein. Ahli gizi Jessica Cording berbasis di New York dan penulis The Little Book of Game Changers mengatakan beberapa orang merasa itu membuat mereka merasa lebih waspada dan studi terbaru menunjukkan jika ini bisa meningkatkan kinerja atletik. Alan menambahkan jika kafein juga terbukti memiliki efek positif pada suasana hati, energi, dan waktu respon.

Tetapi ada juga dampak buruk dari kafein. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyebut jika terlalu banyak kafein dapat menyebabkan insomnia, gelisah, cemas, meningkatkan denyut jantung, sakit perut, mual, sakit kepala, dan perasaan tidak bahagia.

Berapa banyak kafein dianggap terlalu banyak?

FDA merekomendasikan agar kalian tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein sehari, setara dengan empat atau lima cangkir kopi. Namun, kata FDA, ada variasi yang luas pada seberapa sensitif orang terhadap efek kafein dan seberapa cepat mereka memetabolisme itu.

Ada juga rekomendasi sedikit berbeda yang bergantung pada kondisi kesehatan yang mendasari. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) merekomendasikan bahwa wanita hamil tidak mengonsumsi lebih dari 200 miligram kafein sehari.

“Setiap orang memiliki metabolisme unik dan bahkan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproses kafein,” ujar Cording. “Mulai dengan lebih sedikit jelas lebih baik. Itu akan menjadi kebiasaan sulit dihentikan jika terlalu banyak.”

Tetapi secara umum, mayoritas orang dewasa sehat dapat minum 400 miligram kafein sehari dan baik-baik saja. “Lebih dari itu sebaiknya tidak dikonsumsi,” ujar Hunnes.

Apa dampak dari terlalu banyak kafein?

Ketika mengonsumsi kafein terlalu banyak dalam waktu singkat (misalnya mengonsumsi 1.200 miligram), kalian bisa kejang dan bahkan mengalami kematian, menurut FDA.

“Ada laporan keracunan kafein dari penyalahgunaan minuman energi, terutama pada populasi remaja pria, dan ini naik antara 2004 dan 2010,” ujar Hunnes. “Banyak merek minuman energi berkafein dan dapat mengandung sebanyak 500 miligram kafein per kaleng atau botol.”

Alan mengatakan dampak paling serius bisa ke jantung dan juga membuat kita tidak sadar kurang tidur. Kafein juga bisa memengaruhi kemampuan untuk tidur dan dapat mengiritasi perut dan lapisan perut.

Cording mengatakan orang juga bisa kecanduan kafein, di mana jika tidak mendapatkan cukup, mereka merasa sulit untuk bisa beraktivitas dan mungkin mengembangkan gejala mirip flu.

Jika tidak yakin soal seberapa banyak yang kalian konsumsi, dan merasa sudah terlalu banyak, kalian bisa menghubungi pelayanan kesehatan untuk membantu menguranginya secara perlahan.(*)

Artikel Terkait
Interest
Penelitian: Berlebihan Konsumsi Kopi Tingkatkan Risiko Kerusakan Syarat Mata

Lifestyle
Suka Kopi? Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Ngopi...

Lifestyle
Gak Perlu Minum Kopi, Hirup Aromanya Aja Sudah Meningkatkan Fokus dan Memori!