Tech

YouTube Shorts Fund Resmi Diperluas Ke 70 Negara, Termasuk Indonesia!

Jingga Irawan

Posted on December 20th 2021

Credit: CIO Africa

YouTube telah mengumumkan beberapa pembaruan untuk Shorts. Termasuk perluasan Shorts Fund. Yang memberikan konten kreator bayaran saat posting-an klipnya banyak ditonton. Serta fitur alat analisis Shorts baru di YouTube Studio.

Pengumuman utamanya adalah perluasan Shorts Funds YouTube. Mei lalu, YouTube mengumumkan bahwa mereka akan mengucurkan dana USD 100 juta (Rp 1,5 triliun) selama 2021-2022 kepada pembuat Shorts terpopuler, berdasarkan berbagai kriteria. Tujuan raksasa video itu memberikan dukungan tambahan, dan motivasi untuk mendorong kreativitas.

Awalnya, pendanaan itu hanya tersedia untuk kreator konten di AS. Tapi pada bulan September, YouTube memperluas akses ke program ini ke 30 negara tambahan. Dan sekarang menambahkan 70 negara lagi. Termasuk Indonesia. Artinya, konten kreator dari lebih banyak negara sekarang bisa memenuhi syarat untuk mendapat Shorts Fund.

Konten kreator di negara-negara yang terdaftar dapat mengklaim sebagian dari dana tersebut. YouTube membayar antara USD 100 (1,5 juta) dan USD 10.000 (Rp 143 juta) setiap bulan ke channel kreator berdasarkan kinerja klip Shorts mereka. Meskipun faktor-faktor yang diperhitungkan YouTube di untuk memberikan dana ini tak jelas.

"Tak ada ambang batas kinerja khusus untuk memenuhi syarat bonus. Tingkat kinerja yang diperlukan untuk memenuhi syarat untuk pembayaran bonus dapat berubah dari bulan ke bulan berdasarkan berbagai faktor, termasuk lokasi pemirsa dan pertumbuhan Shorts secara keseluruhan,” kata perusahaan itu.

Kreator yang memenuhi syarat untuk mengklaim dana Shorts akan diberi tahu oleh YouTube, berdasarkan performa konten mereka di bulan sebelumnya. YouTube berharap bahwa dengan menambahkan motivasi tambahan ke dalam prosesnya, hal itu dapat membantunya menumbuhkan adopsi Shorts di lebih banyak wilayah.

Selain Shorts Fund, YouTube juga menambahkan elemen analisis khusus Shorts baru ke YouTube Studio. Termasuk kartu baru yang akan menampilkan berapa banyak Shorts kalian yang telah di-remix, serta klip Shorts kalian yang paling populer.

YouTube juga menambahkan alat Shorts 'Align' di Android, yang sebelumnya hanya tersedia di iOS. Alat ini berfungsi untuk melihat bingkai sebelumnya yang kalian rekam untuk membantu mengatur bidikan.

Terakhir, YouTube juga menambahkan tampilan grid Shorts baru di halaman channel, sehingga memudahkan pengunjung untuk mendapatkan ikhtisar konten Shorts kalian.

Seperti yang kalian lihat, tampilan grid sangat mirip dengan TikTok, dengan jumlah tampilan di setiap klip. Kreator dapat memilih bagaimana petak Shorts mereka ditampilkan. Caranya dengan mengubah urutan galeri dalam YouTube Studio di desktop.

Shorts sekarang menjadi salah satu fitur pemenang untuk YouTube. Dan menjadi pesaing TikTok yang sukses daripada aplikasi lainnya. Klip Shorts telah menghasilkan lebih dari 15 miliar tampilan harian global. Lebih dari dua kali lipat dari pada bulan Maret (6,5 miliar tampilan). (*)

Related Articles
Tech
Bikin Konten di Shorts, Kreator Bisa Dapat Rp 134 Juta Sebulan dari YouTube

Tech
Gak Mau Kalah dari TikTok, YouTube Klaim 1,5 Miliar Orang Nonton Shorts Sebulan

Tech
Sebentar Lagi Kreator Bisa Upload Video TikTok Hingga Durasi 5 Menit