Current Issues

Studi: Vaksinasi Covid-19 dan Breakthrough Infection Timbulkan “Kekebalan Super"

Dwiwa

Posted on December 18th 2021


Pixabay/Ri_Ya

Kehadiran varian Omicron telah membuat kekhawatiran terhadap perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi maupun infeksi Covid-19 di masa lalu. Tetapi sebuah studi baru mengungkap jika orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh Covid-19 dan terkena breakthrough infection pada akhirnya justru memiliki “kekebalan super”.

Dilansir dari USA Today, studi dari para peneliti Oregon ini memperingatkan agar orang yang divaksinasi tidak lantas berusaha untuk terinfeksi Covid-19. Tetapi “kekebalan hibrida” menawarkan sebuah kabar menghibur bagi mereka yang tertular meski sudah mendapatkan vaksin.

“Inti dari penelitian ini adalha bahwa vaksin memberi kita kekebalan dasar untuk apa pun yang terjadi selanjutnya,” ujar Fikadu Tafesse, profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di Oregon Health & Science Univesity School of Medicine di Portland, Oregon.

Studi ini membandingkan 26 staf Oregon Health & Science University yang mendapatkan breakthrough infection dengan kelompok serupa yang sudah divaksinasi tetapi tidak terpapar Covid-19.

Hasilnya, Tafesse mengungkap jika mereka yang sudah divaksinasi dan kemudian terpapar Covid-19 menunjukkan peningkatan substansial dalam tingkat antibodi.

“Peningkatannya cukup besar, hingga 1.000 persen peningkatan dan kadang hingga 2.000 persen, jadi kekebalannya sangat tinggi. Itu hampir ‘kekebalan super’,” ujarnya.

Beberapa studi lain menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 yang diikuti dengan satu dosis vaksin sangat protektif terhadap infeksi ulang.

“Ini adalah salah satu yang pertama menunjukkan breakthrough infection setelah vaksinasi menghasilkan kekebalan yang lebih kuat daripada infeksi sebelumnya atau vaksinasi saja,” ujar Dr. Monica Gandhi, pakar penyakit menular di University of California, San Francisco.

Gandhi mengatakan meskipun sama-sama protektif, tetapi urutan terbalik tidak disarankan. Pasalnya, terpapar  Covid-19 sebelum divaksinasi berbahaya karena kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan mendapatkan sakit parah akibat penyakit ini.

Sejumlah studi telah menunjukkan jika vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan kurang efektif dalam melawan Omicron. Meskipun studi juga memperlihatkan jika booster kemungkinan bisa mengembalikan perlindungan.

Omicron juga tampaknya dapat menginfeksi orang yang telah divaksinasi penuh. Tetapi sejauh ini, mereka hanya mengalami kasus Covid-19 yang ringan atau bahkan tanpa gejala.

“Apa yang kami katakan adalah, kami tahu kehidupan terjadi. Jika kalian terpapar virus, kalian akan memiliki respons kekebalan yang luar biasa ini. Itu meniru respons kekebalan yang kita dapatkan terhadap booster,” kata Tafesse.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Ahli: Omicron Mungkin Cepat Berlalu dan Hanya Ancaman Kecil Bagi yang Divaksin

Current Issues
Apakah Semua Orang Butuh Booster Vaksin Covid-19?

Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma