Tech

Seoul Bakal Menjadi Kota Besar Pertama yang Bergabung dalam Metaverse

Jingga Irawan

Posted on December 13th 2021

Credit: Getty Images

Seoul bakal menjadi pemerintah kota besar pertama yang memasuki metaverse. Ibu kota Korea Selatan itu mengumumkan rencana untuk membuat layanan publik dan acara budaya tersedia di metaverse. Menurut laporan dari Metro, pemerintah bertujuan untuk membangun platform komunikasi virtual pada akhir tahun 2022.

“Revolusi industri keempat, dan ledakan budaya terhambat selama Covid-19, menuntut perubahan dalam cara kami memberikan layanan publik dengan membangun platform Metaverse Seoul,” menurut Wali Kota Seoul Oh Se-hoon.

Proyek itu merupakan salah satu proposal dalam rencana Wali Kota selama satu dekade. Fungsinya membuat Seoul sebagai pusat global untuk teknologi baru. Metaverse Seoul diperkirakan menelan biaya USD 34 juta selama lima tahun. Tujuan kota ini adalah menciptakan ekosistem metaverse untuk administrasi kotanya dalam tiga tahap mulai tahun depan.

Baca juga: Disebut Sebagai Masa Depan Internet, Apa Itu Metaverse?

Kota ini akan memulai peralihannya ke metaverse dengan menyelenggarakan upacara membunyikan lonceng tradisional Bosingak pada Malam Tahun Baru di platform virtual. Kota ini juga berharap untuk menyediakan Kantor Walikota dan lab FinTech virtual di platform, selain konsultasi dan layanan sipil.

Menurut laporan Metro, penduduk Metaverse Seoul bisa membuat reservasi untuk fasilitas yang dikelola kota, naik bus wisata kota, mengunjungi pembuatan ulang situs bersejarah yang hancur, hingga mengajukan keluhan administratif dengan birokrat. Mereka juga dapat mengunjungi situs warisan budaya di seluruh kota dengan mengakses metaverse.

Bagaimana Metaverse Seoul akan beroperasi?

Pada tahun 2023, Seoul berencana untuk membuka “Metaverse 120 Center,” sebuah tempat untuk layanan publik virtual di mana avatar akan menangani masalah warga yang sebelumnya hanya dapat diatasi dengan pergi ke balai kota secara fisik.

Belum diketahui perangkat apa yang akan digunakan warga untuk mengakses platform metaverse. Meskipun pejabat kota menekankan bahwa tujuannya adalah untuk memperluas akses ke layanan kota publik, peralatan khusus bisa menjadi penghalang bagi banyak orang. Headset virtual reality masih dijual seharga sekitar USD 300 (Rp 4,5 juta) dan USD 600 (Rp 9 juta), dan belum bisa diakses secara luas seperti smartphone dan komputer.

Seoul Serius untuk Membangun Smart City

Pemerintah kota Seoul telah menggunakan teknologi digital dan data real-time untuk mengoptimalkan operasi kota sebagai bagian dari gerakan “kota pintar.” Metaverse bisa menjadi evolusi berikutnya. Meskipun detail tentang bagaimana metaverse akan bekerja masih bias, itu merupakan langkah bagus untuk Seoul.

Kota di Korea Selatan berencana untuk menggunakan Artificial Intelligence untuk memantau selokan dan pusat limbah airnya. Chatbot AI berfungsi sebagai pramutamu publik, menjawab pertanyaan dan keluhan publik terkait segala hal mulai dari pelanggaran parkir hingga protokol Covid-19.

Awal tahun ini, Seoul meluncurkan rencana untuk jaringan internet publik. Itu merupakan sistem yang mencakup serangkaian sensor dari stasiun di seluruh kota yang mengumpulkan data lalu lintas, keselamatan publik, dan metrik lingkungan. Serta memasukkannya ke dalam platform operasi pusat yang dikelola oleh pekerja kota.

Masa depan metaverse sedang dibangun hampir oleh semua perusahaan. Microsoft, Nike, dan perusahaan induk Facebook, Meta, mempertaruhkan klaim atas dunia digital. Namun, Korea Selatan adalah satu-satunya pemerintah yang mencoba menciptakan dunia virtual. (*)

Related Articles
Tech
Tencent Optimistis Tiongkok Bakal Mendukung Metaverse

Tech
Dari Token Game Hingga Bernilai USD 2 Triliun, Begini Sejarah Cryptocurrency...

Tech
Melanggar Privasi di Korea Selatan, Facebook dan Netflix Didenda Rp 82,6 M