Current Issues

Temuan Awal di Afrika Selatan Perlihatkan Varian Omicron Lebih Ringan dari Delta

Dwiwa

Posted on December 12th 2021


Pixabay/melli666

Semenjak varian Omicron diidentifikasi di Afrika Selatan, jumlah kasus harian Covid-19 di negara tersebut mengalami lonjakan. Tetapi menurut salah satu dokter di sana, Dr. Unben Pillay, meskipun ada lusinan pasien yang datang berobat, tetapi tidak ada yang dikirim ke rumah sakit.

Inilah salah satu alasan mengapa dia bersama dokter dan ahli medis lain menduga bahwa varian Omicron memang menyebabkan Covid-19 yang lebih ringan daripada Delta, meski tampaknya menyebar lebih cepat.

“Mereka mampu menangani penyakit di rumah. Sebagian besar telah pulih dalam periode isolasi 10 hingga 14 hari,” ujar Pillay tentang pasiennya seperti dilansir dari AP.

Itu termasuk pasien lansia dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang membuatnya lebih rentan mengalami sakit parah akibat infeksi virus Corona. Dalam dua minggu sejak Omicron pertama dilaporkan di Afrika Selatan, dokter lain telah berbagi cerita serupa.

Para ahli memang mengatakan untuk berhati-hati menghadapi varian ini dan butuh waktu berminggu-minggu lagi untuk memastikan. Tetapi setidaknya, pengamatan dan bukti awal memberikan petunjuk.

Sementara itu menurut Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan (NICD), hanya sekitar 30 persen dari pasien yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir mengalami sakit parah. Angka ini kurang dari setengah dibanding minggu-minggu pertama gelombang sebelumnya.

Selain itu, rata-rata rawat inap untuk Covid-19 juga lebih pendek, sekitar 2,8 hari dibandingkan dengan 8 hari. Jumlah kematiannya pun hanya 3 persen dari yang dirawat inap di rumah sakit dengan Covid-19 dibanding sekitar 20 persen pada gelombang sebelumnya.

“Saat ini, hampir semuanya menunjuk ke arah penyakit yang lebih ringan,” ujar Willem Hanekom, direktur Institut Penelitian Kesehatan Afrika, mengutip angka-angka lembaga nasional dan laporan lainnya. “Ini masih awal, dan kami perlu mendapatkan data final. Seringkali rawat inap dan kematian terjadi kemudian, dan kita baru dua minggu memasuki gelombang ini.”

Sementara itu, para ilmuwan di seluruh dunia mengamati jumlah kasus dan tingkat rawat inap, sambil menguji untuk melihat seberapa baik vaksin dan perawatan saat ini bertahan. Meski Delta masih merupakan jenis virus Corona yang dominan di seluruh dunia, kasus Omicron bermunculan di lusinan negara,dengan Afrika Selatan sebagai pusatnya.

Pillay yang membuka praktek di provinsi Gauteng, salah satu provinsi terpadat di Afrika Selatan, telah melihat peningkatan 400 persen dalam kasus baru pada minggu pertama Desember. Menurut pejabat kesehatan, pengujian menunjukkan Omicron bertanggung jawab atas lebih dari 90 persen dari jumlah tersebut.

Pillay mengatakan pasien Covid-19-nya selama gelombang Delta terakhir mengalami kesulitan bernapas dan kadar oksigen yang rendah. Banyak yang membutuhkan rawat inap dalam beberapa hari. Sementara pasien yang dirawat saat ini memiliki gejala mirip flu yang lebih ringan, seperti nyeri tubuh dan batuk.

Pillay, direktur asosiasi yang mewakili sekitar 5 ribu dokter umum di seluruh Afrika Selatan, dan rekan-rekannya telah mendokumentasikan pengamatan serupa tentang Omicron. Netcare, penyedia layanan kesehatan swasta terbesar, juga melaporkan kasus Covid-19 yang tidak terlalu parah.

Tetapi jumlah aksus terus meningkat dan Afrika Selatan mengonfirmasi 22.400 kasus baru pada Kamis dan 19.000 pada Jumat, naik sekitar 200 per hari dibanding beberapa minggu lalu. Menteri Kesehatan Joe Phaahla mengatakan lonjakan baru telah menginfeksi 90 ribu orang dalam sebulan terakhir.

Tingkat reproduksi virus corona dalam gelombang saat ini – menunjukkan jumlah orang yang kemungkinan terinfeksi oleh satu orang – adalah 2,5. Itu merupakan angka tertinggi yang tercatat di Afrika Selatan selama pandemi.

Waasila Jassat, yang melacak data rumah sakit untuk NICD mengatakan bahwa meskipun tanda-tanda awalnya bahwa kasus Omicron tidak terlalu parah, volume kasus baru Covid-19 mungkin masih membanjiri rumah sakit Afrika Selatan dan mengakibatkan jumlah gejala parah dan kematian lebih tinggi.

“Itulah bahaya yang selalu menyertai ombak,” katanya.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Studi: Omicron Dapat Menghindari Sistem Kekebalan Lebih Baik dari Delta

Current Issues
Varian Omicron Telah Tersebar di Dunia, Sejumlah Negara Batasi Perjalanan

Current Issues
Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan Setelah Omicron