Current Issues

Ada Varian Omicron, Apakah Masker Kain Masih Efektif? Ini Kata Ahli

Dwiwa

Posted on December 8th 2021


Pixabay/Innviertlerin

Kurang dari dua minggu sejak Omicron dikategorikan sebagai variant of concern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian baru virus Corona ini telah terdeteksi di lebih dari 30 negara di enam benua. WHO memperingatkan jika varian ini muncul bersaam dengan peningkatan kasus di Afrika Selatan, tempat pertama kali teridentifikasi.

“Varian ini memiliki banyak mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan,” jelas mereka dalam sebuah pernyataan. WHO pun mengingatkan orang-orang untuk mengikuti strategi mitigasi Covid-19 yang selama ini sudah dilakukan seperti vaksinasi, menghindari tempat ramai, jaga jarak, dan memakai masker.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga memperingatkan soal Omicron. Meski mengatakan jika masih belum diketahui seberapa mudah penyebaran dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan, mereka menyebut jika vaksin dan obat yang ada masih bisa mengatasinya.

Selain itu, mereka juga mengungkap jika masker tetap menawarkan perlindungan terhadap semua varian. CDC pun mendesak orang untuk memakainya di area dalam ruang publik di mana ada penularan komunitas yang substansial atau tinggi terlepas dari status vaksinasi.

Lalu, masker seperti apa yang bisa memberikan perlindungan dari varian baru ini? Apakah masker kain masih berguna ataukah kita semua harus menggunakan masker N95 atau yang setara seperti KF94 dan KN95?

Dilansir dari Yahoo Life, para ahli mengungkap jika masker yang kita pakai harus memenuhi kriteria tertentu agar bisa berfungsi baik. CDC merekomendasikan agar masker dibuat dari dua lapis atau lebih bahan yang mudah untuk bernapas.

Masker juga harus menutup bagian hidung dan mulut secara baik. Selain itu juga harus pas di wajah tanpa adanya celah. Lebih baik lagi jika ada kawat di hidung untuk mencegah udara bocor keluar dari bagian atas masker.

Selain itu, Aaron Collins, seorang insinyur mesin di Minnesota yang telah mempelajari efisiensi masker mengatakan masker harus nyaman. “Dapatkah kalian memakai masker dalam jangka waktu lama, yang itu berarti seberapa mudah untuk bernapas, dan apakah itu desain yang bagus?” ujarnya.

Sementara itu, masker kain masih bisa digunakan tetapi bukan menjadi perlindungan terbaik. Dr William Schaffner, spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine mengatakan jika masker kain bagus jika memiliki beberapa lapisan dan pas di wajah. Tetapi dia menekankan jika yang terpenting, kita tidak hanya bergantung pada satu upaya pencegahan saja.

Sementara itu, Dr. Prathit Kulkarni, asisten profesor kedokteran penyakit menular di Baylor College of Medicine mengatakan bahwa ada beberapa bukti bahwa masker bedah berpotensi sedikit lebih baik daripada masker kain.

Sebuah studi yang baru saja diterbitkan di jurnal Science menganalisis data dari 342.183 orang dewasa di Bangladesh dan menemukan bahwa masker bedah 95 persen efektif menyaring partikel virus, dibandingkan dengan 37 persen untuk masker kain.

“Masker kain adalah teknologi pandemi kami di 1918, digunakan 100 tahun lalu,” ujar Collins. “Kami memiliki teknologinya – filtrasi tinggi, bermuatan elektrostatis, meltblown (masker seperti KF94, KN95, dan N95) – dan kita harus terus menggunakannya.”

Tetapi itu tidak berarti jika masker kain tidak berfungsi untuk memberi perlindungan. Dr Thomas Russo, profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo New York mengatakan jika masker kain yang dibuat dengan kawat logam dihidung dan filter yang dapat dimasukkan akan meningkatkan perlindungan.

Sementara masker bedah akan berfungsi baik jika digunakan dengan benar. Selain itu, Collins mengatakan jika itu tidak didesain untuk semua orang. Ini memiliki gangguan besar karena dapat tersedot ke mulut dan membuatnya sulit untuk bernapas saat menaiki tangga atau bernapas dengan keras.

Tetapi jika kalian berada di situasi yang ramai, masker sekali pakai yang lebih protektif sangat direkomendasikan. Misalnya saat ada di bandara, di bus, atau di mal.

“Dalam kondisi ini, KF94, KN95, dan N95 adalah pilihan yang terbaik,” ujarnya. “Kita sekarang memiliki banyak sekali dan harganya sangat murah dan itu memberikan perlndungan yang jauh lebih baik daripada masker bedah atau kain.”

Collins mengatakan pengujiannya telah menemukan bahwa masker ini dapat dipakai kembali hingga 40 jam di lingkungan bersih, seperti lingkungan tipe kantor dengan sedikit pengurangan efisiensi penyaringan.

Meski begitu Schaffner mengatakan jika tidak semua orang nyaman dengan masker jenis ini. Sebab jika dipakai dengan benar ini akan lebih ketat dan membuat kita jadi lebih sulit bernapas. Kondisi yang mungkin membuat orang jadi enggan untuk memakai masker.

Namun jika kalian merasa nyaman dengan KF94 atau KN95, Russo mengatakan untuk melanjutkan. Tetapi jika tidak, kalian bisa menggunakan masker kain berkualitas tinggi yang memiliki tiga lapis dan dilengkapi filter sebagai perlindungan dari Covid-19.(*)

Related Articles
Current Issues
CDC Sebut Masker Ini Paling Ampuh untuk Mencegah Penyebaran Omicron

Current Issues
Kasus Omicron di Indonesia Terus Bertambah, Saatnya Memperbarui Masker

Current Issues
Jangan Coba-coba Terkena Covid, Meski Sudah Divaksin