Tech

Spectacles AR Pertama Snap Keren Banget, Tapi Masih Banyak Kekurangan

Jingga Irawan

Posted on December 8th 2021

Tak butuh waktu lama untuk memahami alasan kenapa kacamata augmented reality (AR) pertama Snap tak dijual. Menurut Alex Health, salah satu penulis The Verge, desainnya memiliki kualitas lebih Ok dari semua kacamata AR yang pernah dia coba. Produknya juga bisa dengan cepat masuk ke dunia AR. Mulai dari game multi-player hingga seni virtual. Tetapi masih memiliki banyak kekurangan.

Snap menyadari keterbatasannya. Alih-alih merilis kacamata ini secara publik, perusahaan menyimpan generasi kacamata ini layaknya versi beta pribadi. Walaupun sudah diumumkan sejak Mei, perusahaan terus berinovasi membuat beberapa pembaruan software penting berdasarkan feedback pengguna.

Setelah berbulan-bulan meminta pengenalan produknya, Snap mengundang beberapa jurnalis untuk mencoba kacamata itu bersama Lens Fest, konferensi pembuat AR tahunan Snap yang diadakan secara virtual pekan ini.

Dipandu oleh karyawan Snap, mereka mencoba berbagai pengalaman fitur AR dalam kacamata, termasuk pengejaran zombie, permainan, proyeksi Solar System, dan karya seni interaktif yang menggunakan hand tracking.



credit: The Verge

Seperti versi sebelumnya, AR Spectacles ini memiliki desain yang berani. Bingkai sempit dan bermata tajam meninggalkan kesan estetika yang mirip dengan Cybertruck Tesla. Sebuah ciri khas khusus dari desainer produk Snap. Produknya juga dibuat dengan kasing magnet yang kokoh dan dapat diubah menjadi dudukan pengisi daya.

Menurut Alex, kacamatanya ringan untuk dipakai, dengan sisi fleksibel yang dapat ditekuk. Lensannya  mencakup speaker stereo, Wi-Fi onboard, port USB-C untuk mengisi daya, dan dua kamera depan untuk merekam video serta mendeteksi permukaan. Namun keterbatasan terbesar dari produk ini adalah baterai, yang hanya bertahan selama 30 menit penggunaan.

Efek AR, Snap Lenses, diproyeksikan oleh tampilan gelombang ganda yang disinkronkan dengan Snapchat pada smartphone. Selain baterai, kelemahan utama dari Spectacles adalah ukuran layar yang kecil. Menutupi kira-kira setengah dari lensa fisik. Karena bidang pandang yang kecil, efek AR malah terlihat lebih baik dalam ukuran penuh di layar smartphone, daripada di kacamata aslinya.

Meskipun begitu, kacamata ini kaya akan warna dan kejernihan. Dengan kecerahan 2.000 nits layar, benda ini dapat melihat jelas di bawah sinar matahari.

Sejak Snap mengumumkan Spectacles awal tahun ini, perusahaan telah menambahkan beberapa peningkatan software baru. Untuk memaksimalkan masa pakai baterai, mode hemat baterai secara otomatis dibuat untuk mematikan tampilan saat Lenses AR sedang berjalan tetapi tak digunakan secara aktif.

Pembaruan software lainnya menghadirkan Connected Lenses ke Spectacles. Dengan begini, pengguna bisa berinteraksi dengan orang lain menggunakan Lenses yang sama saat berbagi jaringan Wi-Fi.

Interface visual utama kacamata disebut Lenses Carousel. Sebuah touchpad di sisi bingkai menggunakan gerakan menjentikkan untuk menavigasi masuk dan keluar dari Lenses, melihat rekaman dan mengirimkannya ke teman Snapchat tanpa melepas kacamata.

Kalian juga bisa menggunakan suara untuk memberi isyarat pada Lenses. Cara mengendalikan Spectacles di masa depan kemungkinan akan mencakup pelacakan mata dan pelacakan tangan yang lebih kuat karena teknologinya sudah dijelajahi Snap.

Tombol khusus di sisi bingkai Spectacles adalah Scan, fitur pencarian visual Snap yang baru-baru ini diperkenalkan di aplikasi Snapchat utama. Seperti Scan di Snapchat, fungsionalitas dan kemampuannya untuk mengenali objek masih cukup terbatas.

Sementara itu, di Lens Fest minggu ini, Snap mengumumkan banyak alat baru untuk membuat Lens lebih pintar, termasuk perpustakaan musik dari label musik teratas dan kemampuan untuk menarik informasi real-time dari mitra luar seperti platform perdagangan crypto FTX, Accuweather dan iTranslate.

Software dunia nyata baru yang disebut Snap World Mesh membuat Lenses bisa berinteraksi lebih alami dengan dunia dengan bergerak mengikuti hukum gravitasi, bereaksi terhadap permukaan nyata, dan memahami kedalaman pemandangan.

Seperti Meta, Snap melihat kacamata AR sebagai masa depan komputasi. “Kami telah sangat tertarik dan berinvestasi di AR selama beberapa tahun, karena kami melihat AR sebagai kapasitas untuk memahami dunia dan memberikan pengalaman digital dengan cara yang sama seperti kami mengamati dan terlibat secara alami dengan lingkungan sekitar sebagai manusia,” kata Bobby Murphy, Snap Co-founder and Technology Officer. (*)

Foto: Youtube/Spectacles

Related Articles
Tech
Facebook Rilis Kacamata Pintar ‘Ray-Ban’, Bisa Dengarkan Musik dan Rekam Video

Tech
Facebook Bakal Matikan Sistem Penandaan Berdasar Pengenalan Wajah

Tech
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Facebook Kehilangan Banyak Pengguna Harian