Lifestyle

Hati-Hati, Penyakit Mematikan Ini Dikaitkan Dengan Fast Food Loh

Dwiwa

Posted on December 7th 2021

Pixabay/FoodieFactor

Makanan siap saji alias fast food sering menjadi pilihan praktis bagi sebagian masyarakat yang sibuk dengan pekerjaan. Meskipun makanan jenis ini bisa menghilangkan rasa lapar, tetapi mengonsumsinya secara rutin dan dalam jumlah banyak sebaiknya dihindari.

Pasalnya nih, sejumlah penelitian telah menemukan jika makanan cepat saji memiliki dampak buruk untuk kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Selain membuat ukuran tubuh semakin besar alias menjadi gendut, rutin makan fast food juga dikaitkan dengan lima penyakit kronis yang serius.

Lalu, apa saja penyakit-penyakit mematikan yang banyak dikaitkan dengan fast food? Dilansir dari Eat This, Not That!, berikut lima penyakit mematikan yang harus diwaspadai jika terlalu sering mengonsumsi fast food.

 

1. Penyakit jantung

Diet tinggi lemak jenuh dan makanan olahan, yang banyak ditemukan pada makanan cepat saji, berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Para ahli seperti American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak jenuh tidak lebih dari 13 gram sehari.

Padahal, satu Big Mac McDonald dan kentang goreng besar akan memberi kita lemak jenuh 14 gram. Belum lagi biji-bijian olahan yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, dan natrium yang dapat memicu tekanan darah tinggi.

 

2. Sindrom metabolik

Soda, yang selalu menemani makanan cepat saji, benar-benar dapat mengacaukan kesehatan kita.

Banyak studi telah menemukan bahwa minum soda manis atau soda diet secara teratur dapat meningkatkan risiko mengembangkan sindrom metabolik – suatu kondisi yang terkait dengan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida darah tinggi, kolesterol HDL (kolesterol baik) rendah, dan lingkar pinggang yang besar – yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan demensia.

 

3. Diabetes tipe 2

Obesitas, makan terlalu banyak gula tambahan, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan – semuanya terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Ini merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproses gula darah dengan baik.

Itu karena tubuh menjadi resisten terhadap insulin, hormon yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan penting itu. Sbeuah studi selama 15 tahun menemukan jika risiko mengembangkan resistensi insulin dapat berlipat ganda ketika kita makan makanan cepat saji lebih dari dua kali per minggu.

 

4. Hipertensi

Makanan cepat saji tinggi lemak,  kalori, dan sodium, tiga hal yang berdampak buruk bagi tekanan darah. Mengonsumsi terlalu banyak akan membuat kita berisiko mengembangkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya menghasilkan risiko serangan jantung dan stroke.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrtion, para peneliti menemukan bahwa subyek penelitian yang makan satu kali makanan cepat saji tinggi lemak mengalami peningkatan tekanan darah 1,25 hingga 1,5 kali lipat dari kelompok yang makan makanan rendah lemak.

 

5. Kanker

Penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi gula tambahan dan daging olahan, dua hal yang menjadi andalan di makanan cepat saji, dapat meningkatkan risiko kanker. Satu studi 2018 yang diterbitkan di BMJ menemukan bahwa peningkatan 10 persen dalam makanan ultra proses (bahan-bahan buatan pabrik yang tinggi lemak, lemak jenuh, gula, dan garam) dalam makanan seseorang dikaitkan dengan risiko kanker 12 persen lebih tinggi.

“Minuman, produk manis, lemak dan saus paling kuat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker,” lapor majalah Time. “Sementara makanan olahan manis paling kuat dikaitkan dengan kanker payudara.” (*)

 

Related Articles
Lifestyle
Sarapan Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik Loh, Stop Mulai Sekarang

Lifestyle
Hati-Hati Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Diabetes, Termasuk pada Remaja!

Lifestyle
Hobi Begadang? Awas Risiko Diabetes Tipe 2 Bisa Naik Hingga 58 Persen