Current Issues

PPKM Level 3 Tak Jadi Diterapkan di Semua Daerah, Ini Aturan Baru yang Berlaku

Dwiwa

Posted on December 7th 2021

Pixabay/fahimxyz

Pemerintah membatalkan rencana Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di semua daerah selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Sebagai gantinya, akan ada kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah.

Itu berarti, penerapan level PPKM selama periode Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan. Termasuk memberlakukan sejumlah syarat bagi pelaku perjalanan jarak jauh.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Bindsar Pandjaitan, Indonesia saat ini lebih siap dalam menghadapi momen Nataru. Hal ini tampak pada meningkatnya upaya testing dan tracing yang jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, dalam keterangan tertulis di situs Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut mengungkap jika keputusan ini juga diambil berdasar capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Vaksinasi lansia pun terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 persen untuk dosis 1 dan 42 persen untuk dosis 2 di Jawa Bali. Sebagai perbandingan, pada periode Nataru tahun lalu belum ada masyarakat yang divaksinasi. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi.

Namun demikian, Luhut menekankan bahwa semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terutama mengingat munculnya varian baru Omicron yang sudah dikonfirmasi di beberapa negara. Varian yang pertama dideteksi di Afrika Selatan ini dikhawatirkan lebih mudah menular dan meningkatkan kemungkinan reinfeksi.

Sejumlah pengetatan tetap akan dilakukan dalam periode Nataru, termasuk bagi pelaku perjalanan, khususnya di perbatasan untuk penumpang luar negeri. Syarat bagi penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari.

Sementara bagi pelaku perjalanan domestik jarak jauh, wajib sudah divaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Anak-anak boleh melakukan perjalanan, tetapi harus tes PCR yang berlaku 3x24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1x24 jam untuk perjalanan darat atau laut.

Sementara orang dewasa yang belum divaksinasi lengkap atau tidak divaksin karena alasan medis tidak diperbolehkan bepergian jarak jauh.

Pemerintah juga melarang seluruh jenis perayaan tahun baru di hotel, pusat Perbelanjaan, mal, tempat wisata dan tempat keramaian umum lainnya. Sedangkan untuk operasional pusat perbelanjaan, restoran, bioskop dan tempat wisata diizinkan dengan kapasitas maksimal 75 persen dan hanya untuk orang dengan kategori hijau di aplikasi PeduliLindungi.

“Sedangkan untuk acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Disiplin penggunaan PeduliLindungi harus ditegakkan,” pungkas Menko Luhut.

Perubahan secara detail akan dituangkan dalam revisi inmendagri dan surat edaran terkait Nataru lainnya. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Bisa Nggak Sih Masker N95 dan KN95 Digunakan Kembali?

Current Issues
Negara-negara Ini Sudah Berikan Vaksin Covid-19 Booster untuk Remaja

Current Issues
Ilmuwan Identifikasi Varian Versi Siluman dari Omicron, BA.2, Apa Itu?