Current Issues

Afrika Selatan Temukan Peningkatan Infeksi Ulang Covid-19 Akibat Omicron

Dwiwa

Posted on December 3rd 2021

Pixabay/Tumisu

Varian Omicron telah menimbulkan kekhawatiran di antara para ilmuwan dan ahli kesehatan. Data terbaru dari Afrika Selatan, tempat varian ini pertama kali diidentifikasi, bahkan menunjukkan jika Omicron menimbulkan risiko infeksi ulang tiga kali lipat lebih tinggi dibanding varian Delta dan Beta yang saat ini dominan.

Dilansir Reuters, Pusat Pemodelan dan Analisis Epidemiologi Afrika Selatan (SACEMA) dan National Institute of Communicable Disease (NICD) mengatakan jika temuan terbaru memberikan bukti epidemiologis untuk kemampuan Omicron dalam menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah sekelompok organisasi kesehatan Afrika Selatan menerbitkan makalah di medrxiv.org sebagai pra-cetak, yang berarti karya tersebut belum disertifikasi oleh peninjauan sejawat.

Sebelumnya, ahli mikrobiologi di NICD Anne von Gottberg telah mengungkapkan pandangan yang sama dalam konferensi pers online yang diadakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia mengatakan jika Afrika Selatan mengalami peningkatan infeksi ulang Covid-19 karena Omicron.

Meski begitu, dia dan rekan-rekannya percaya jika infeksi ulang yang diakibatkan oleh Omicron dan breakthrough infection pada pasien yang sudah divaksinasi akan menghasilkan gejala yang tidak terlalu parah.

Afrika Selatan telah mengalami lonjakan tiba-tiba dalam laporan kasus virus corona  harian. Pemerintah melaporkan 11.535 infeksi baru pada Kamis, naik dari 312 sepuluh hari yang lalu.

NICD, yang bekerja sama dengan jaringan organisasi kesehatan yang lebih luas melakukan pengurutan genom pada sampel, mengatakan pada Rabu bahwa varian Omicron mampu mengatasi beberapa kekebalan dan dengan cepat menjadi varian dominan di negara tersebut.

NICD dalam pernyataannya pada Kamis mengatakan analisis data pengawasan rutin dari Afrika Selatan dari Maret 2020 hingga 27 November menunjukkan profil risiko infeksi ulang Omicron secara substansial lebih tinggi daripada yang terkait dengan varian Beta dan Delta selama gelombang kedua dan ketiga.

Mereka menambahkan, peningkatan infeksi ulang daripada infeksi baru akan menjadi indikasi varian baru telah mengembangkan kemampuan untuk menghindari kekebalan alami dari infeksi sebelumnya.

NICD mengatakan jika Juliet Pulliam, direktur SACEMA dan penulis dari makalah pra-cetak, menjelaskan dalam artikelnya jika pola Omicron kemungkinan akan terbentuk di semua provinsi Afrika Selatanpada awal hingga pertengah Desember.

Dia menambahkan, analisis ini didasarkan pada 2.796.982 individu dengan hasil tes positif setidaknya 90 hari sebelum 27 November, di mana 35.670 diduga terinfeksi ulang. (*)

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan Prediksi Akan Ada Varian yang Lebih Mengkhawatirkan Setelah Omicron

Current Issues
Seberapa Bahaya Sih Varian Covid Berikutnya? Ini Prediksi Para Ahli

Current Issues
Studi: Omicron Dapat Menghindari Sistem Kekebalan Lebih Baik dari Delta