Lifestyle

Awas, Diet Yo-Yo Berbahaya Bagi Kesehatan Loh

Dwiwa

Posted on November 30th 2021

Pixabay/kalhh

Diet yo-yo, yang juga dikenal sebagai siklus berat badan, adalah pola penurunan dan kenaikan berat badan berulang kali sehingga berat badan kita terus berfluktuasi. Meskipun umumnya orang berpikir penurunan berat badan adalah hal yang sehat, diet yo-yo ternyata bisa merusak kesehatan kita loh. Mulai dari menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi dari waktu ke waktu.

Biasanya, yo-yo diet ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak dapat mempertahankan berat badan dalam jangka waktu lama. Nah jika kalian juga berada dalam fase ini, Jean-Pierre Montani, MD, seorang profesor di Univesity of Fribourg yang menghkhususkan diri dalam obesitas dan siklus berat badan memiliki sejumlah tips.

Dilansir Insider, Montani mengatakan kunci untuk membuat perubahan berat badan yang langgeng adalah dengan melakukan diet sebagai proses yang bertahap. “Tujuan penurunan berat badan harus untuk jangka panjang, bukan untuk 3 bulan ke depan,” kata Montani.

Alih-alih mengurangi kalori secara ekstrim, berikut beberapa perubahan yang disarankan Montani agar kita bisa menghentikan diet yo-yo dan mulai menurunkan berat badan secara berkelanjutan.

 

1. Masak sendiri

Mulailah memasak makanan sendiri dibanding membeli makanan cepat saji untuk dibawa pulang. Orang yang melakukan ini telah terbukti secara alami bergerak menuju pola makan yang mengikuti diet Mediterania atau DASH yang didukung ahli gizi.

 

2. Hindari makanan olahan dan gula

Makanan olahan dan gula halus telah banyak dikaitkan dengan IMT yang lebih tinggi. Karena itu, sebisa mungkin hindari jenis makanan ini.

 

3. Minum segelas air sebelum makan

Meminum segelas air sebelum makan bisa menjadi cara jitu untuk mencegah kita makan dalam porsi banyak. Selain itu, hindari juga meminum soda ya.

 

4. Perbanyak sayur

Sayur selalu menjadi pilihan yang baik jika kalian sedang berusaha hidup lebih sehat. Jadi, perbanyak porsi sayuran dan konsumsilah itu sebagai pembuka saat makan untuk mengurangi nafsu makan. Dengan begitu, kalian akan cenderung tidak makan berlebih makanan padat kalori seperti daging dan makanan bertepung.

 

Krista Casazza, ahli diet dan profesor di University of Alabama di Birmingham mengatakan diet kemungkinan bisa bertahan lebih lama jika kalian tidak menghilangkan semua makanan favorit yang kurang sehat. Sebagai gantinya, kalian bisa tetap memakannya tetapi dengan porsi yang kecil.

“Sudah menjadi sifat manusia  untuk mencoba menurunkan dalam dua bulan berat badan yang telah bertambah dalam dua tahun, tetapi tubuh tidak menyukai koreksi yang cepat itu,” kata Montani.

Intinya adalah bahwa metabolisme kita melambat saat mencoba menurunkan berat badan. Itu karena semakin kecil kita, semakin sedikit yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Tetapi, hormon yang mengatur nafsu makan kita mungkin tidak berubah secepat berat badan. Itulah mengapa sulit untuk menjaga berat badan setelah berhasil menurunkannya. Tetapi dengan mengikuti tips di atas, kalian bisa membantu mengekang nafsu makan selama menyesuaikan diri dengan berat normal baru.

Yo-yo diet juga telah dikaitkan dengan penyimpangan makan yang disebut dengan binge eating disorder (BED), kondisi dimana orang makan makanan dalam jumlah besar yang tidak normal dalam sekali duduk dan merasa tidak mampu mengendalikan perilaku mereka.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa orang yang menjalani beberapa program diet cenderung mengalami gangguan BED. Tetapi tidak jelas apakah diet yo-yo benar-benar menyebabkan perilaku makan berlebihan.

Montani menjelaskan jika penurunan berat badan pada orang kelebihan berat membuat tekanan darah, detak jantung, gula darah, dan fungsi ginjal membaik. Meski begitu, ketika berat badan kembali bertambah dengan cepat, pengukuran ini bisa meningkat ke kisaran yang tidak sehat.

Dia mengatakan yang menjadi masalahnya adalah peningkatan berlebih ini dapat sangat berbahaya jika diulang berkali-kali. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan ginjal kalian.

Jadi ingat ya, yang paling penting sebenarnya bukan seberapa banyak berat badan kalian turun dalam satu bulan. Tetapi adalah bagaimana perubahan berat badan yang terjadi bisa awet. Karena itu, dibanding diet ketat, lebih baik lakukan perubahan gaya hidup sehat yang realistis.(*)

 

Related Articles
Lifestyle
Jangan Remehkan, Ini Dampak Buruk yang Bisa Kalian Dapat Jika Obesitas

Lifestyle
Survei: Hampir Setengah Umat Manusia Makan Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit

Lifestyle
Kebiasaan-Kebiasaan Ini Bikin Kamu Cepat Tua Loh, Stop Mulai Sekarang