Current Issues

Tidak Ada Batuk, Kenali Gejala Varian Virus Corona Omicron

Dwiwa

Posted on November 30th 2021

Pixabay/DrJohnnySangoquiza

Di tengah kekhawatiran global atas kemunculan varian virus corona baru Omicron, ada satu kabar yang penuh harapan. Menurut dokter Afrika Selatan yang pertama kali mendeteksi keberaan varian ini, mereka yang terinfeksi Omicron tampaknya memiliki gejala sangat ringan.

Dr Angelique Coetzee mengatakan kepada BBC jika dia maupun rekan-rekannya sejauh ini tidak menerima pasien yang datang ke rumah sakit akibat varian ini. Dia mengatakan jika pasiennya mengalami kelelahan ekstrem.

Selain itu, pasien mengatakan merasakan sakit kepala, badan terasa sakit, dan tenggorokan serak. Tetapi mereka tidak mengalami batuk-batuk dan tidak kehilangan indera perasa maupun penciuman seperti yang umum ditemukan pada varian sebelumnya. Coetzee mengatakan jika gejala pada tahap ini tidak jauh beda dengan infeksi virus normal.

Dilansir NBC News, para ahli epidemiolgi dan pakar lainnya merasa lega dengan laporan awal tersebut. Tetapi mereka juga mengingatkan jika masih sedikit data untuk menarik kesimpulan apa pun. Kekhawatiran terbesar mereka justru dari seberapa cepat Omicron yang memiliki jumlah mutasi tinggi, dapat menyebar dan bagaimana reaksinya terhadap vaksin.

“Aku tidak berpikir kita tahu apa-apa tentang virulensi. Yang lebih kami khawatirkan adalah kemampuan penularan dan penghindaran kekebalan,” kata Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Adalja mengatakan dia menduga vaksinasi masih akan memberi perlindungan kuat dari penyakit parah. Sementara orang yang tidak divaksinasi yang memiliki kekebalan alami dari infeksi Covid sebelumnya dapat berisiko lebih tinggi terkena virus lagi.

“Mungkin breakthrough infection atau infeksi ulan akan lebih umum dengan varian ini, tetapi tampaknya tidak mungkin kita melihat breakthrough infection yang parah menjadi umum pada orang sehat,” katanya.

Varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan ini sudah ditemukan di berbagai belahan dunia. Menurut CNN, hingga Selasa (30/11) sudah ada setidaknya 16 negara yang melaporkan adanya kasus varian Omicron.

Keenam belas negara tersebut termasuk Australia, Austria, Belgia, Botswana, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Portugalm Afrika Selatan, Spanyol, dan Inggris Raya.

Lalu, bagaimana sih caranya agar kita tidak terpapar varian baru ini? Menurut para ahli, sejauh ini semua protokol kesehatan yang dilakukan untuk menurunkan risiko terinfeksi varian virus corona lain masih bermanfaat untuk varian Omicron.

Jadi, yuk kita perketat lagi protokol kesehatan yang sudah mulai kendor sejak kasus Covid-19 di Indonesia mulai landai. Gunakan lagi masker saat keluar rumah, jaga jarak minimal 2 meter dari orang lain, cuci tangan dengan sabun dan hindari kerumunan.

Selain itu, hindari juga berada di dalam ruangan dengan ventilasi buruk. Serta jangan lupa untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Tidak perlu pilih-pilih, sebab semua vaksin yang digunakan di Indonesia sudah terbukti aman dan bermanfaat. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Pakar Penyakit Menular AS: Tak Perlu Booster Khusus Varian untuk Melawan Omicron

Current Issues
Moderna Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 untuk Omicron Pada Orang Dewasa

Current Issues
Varian Omicron Mungkin Lebih Menular, Tetapi Vaksin Masih Memberi Harapan