Lifestyle

5 Alasan Seseorang Pilih Ghosting Daripada Langsung Memutuskan Hubungan

Kezia Kevina Harmoko

Posted on November 30th 2021


(Ilustrasi: via arts.eu)

Ghosting masih jadi cara memutuskan hubungan yang sering dilakukan. Meski dinilai kurang etis dan bikin salah satu pihak merasa tersakiti dan kebingungan, ghosting ini masih terus dijadikan jalan ninja buat menyelesaikan hubungan.

Ghosting sendiri adalah memutuskan hubungan tanpa pernyataan jelas dan langsung menghilang tanpa kabar. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh LeFebvre et al. (2019), umumnya ghosting dipakai untuk mengakhiri hubungan yang umurnya masih pendek. Penelitian tersebut juga menjabarkan lima alasan orang melakukan ghosting. Nih, alasannya.

Gampang

Ghosting dinilai beberapa orang sebagai cara termudah buat memutuskan hubungan. Kalau harus bertemu langsung dan mengungkapkan maksud, rasanya lebih ribet dan bisa jadi ada perasaan kurang menyenangkan yang harus dihadapi.

Ketertarikan menurun

Terkadang seseorang melakukan ghosting karena bosan dan kehilangan ketertarikan. Karena umumnya ghosting terjadi di hubungan yang masih sebentar, seseorang bisa merasa hubungan yang ia alami tidak cukup serius untuk diberi keseriusan. Jadi deh menghilang dengan cepat jadi cara yang praktis.

Ada hal yang tak diinginkan

Kadang setelah berbincang, kita menemui sesuatu yang bikin kita merasa gak bisa menerima orang tersebut. Sesuatu yang bikin illfeel, pokoknya yang bikin kita langsung kecewa, bikin kita merasa enggan buat berbicara lagi dengan orang itu. Alhasil, ghosting terjadi.

Keamanan

Ghosting jadi langkah praktis buat mengakhiri hubungan jika salah satu pihak mulai berbicara atau bertindak hal-hal yang mencurigakan atau menakutkan. Dalam konteks ini, ghosting gak selamanya buruk. Ghosting menyediakan rasa aman instan karena kita tidak lagi terhubung dengan orang tersebut.

Memang tidak berperasaan

Dilansir dari Psychology Today, alasan lain seseorang melakukan ghosting adalah si ghoster berpikir tindakannya itu adalah hal yang terbaik. Mereka berpikir bahwa ghosting justru akan menjaga rasa sakit akibat putus tetap rendah. Well… sepertinya gak selalu begitu ya.

Memang banyak alasan seseorang melakukan ghosting, tapi menghilang tanpa alasan jelas tetaplah menyakitkan (kecuali untuk alasan keamanan). Ghosting bikin korbannya bingung dan menduga-duga apa salah mereka. Ini berdampak buruk pada harga diri mereka. Kalau kamu korban ghosting, jangan sepenuhnya menyalahkan diri ya.(*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Ghosting Itu Apa sih? Ini Penyebab dan Dampaknya Buat Seseorang

Lifestyle
Kenapa sih Banyak Figur Publik yang Selingkuh dari Pasangan Mereka?

Lifestyle
17 Kalimat Andalan Pasangan Toxic Ini Bisa Menghancurkan Hubungan