Current Issues

Awas Varian Baru Covid-19, Hindari Kebiasaan Makan Ini Agar Imun Tetap Maksimal

Dwiwa

Posted on November 29th 2021


Pixabay/rkarkowski

Kehadiran varian baru Covid-19 Omicron, telah membuat sebagian orang merasa khawatir. Para pakar kesehatan pun telah merekomendasikan agar protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mendapatkan vaksinasi diperketat.

Tetapi selain itu, menjaga sistem kekebalan untuk bekerja maksimal juga tidak boleh dilewatkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan agar sistem imun tetap bekerja dengan baik adalah melalui kebiasaan makan.

Pasalnya, banyak kebiasaan makan kita yang sering tidak disadari dapat mengurangi performa sistem imun. Ini tentu akan membuat kita lebih sulit menangkis kuman yang berkeliaran. Nah, agar sistem kekebalan tubuh kita tetap maksimal, berikut kebiasaan makan yang perlu kalian hindari seperti dilansir dari Eat This, Not That!.

 

1. Jenis makanan kurang bervariasi

Memvariasikan jenis makanan yang dimakan adalah salah satu cara terbaik meningkatkan sistem kekebalan. Amanda Sauceda, MS, RDN, CLT, mengatakan bahwa kurangnya variasi dalam piring dapat melumpuhkan kesehatan kekebalan tubuh kalian.

“Jika kalian makan hal yang sama berulang-ulang, itu bisa menjadi potensi penurunan kesehatan kekebalan tubuh kalian. Dengan 70 persen dari sistem imun ada di usus, kalian perlu memperhatikan usus untuk meningkatkan sistem kekebalan,” ujar Sauceda.

Dia menjelaskan jika ingin mikrobioma usus yang memiliki berbagai bakteri sehat, itu berarti kalian perlu memberi makannya dengan berbagai jenis makanan. Cara mudah untuk mendapatkan variasi adalah dengan makan buah dan sayuran dengan warna berbeda dan makanan dari semua kelompok makanan,

 

2. Kurang makanan prebiotik

“Prebiotik adalah bahan bakar untuk probiotik (bakteri baik di usus),” ujar Kara Landau, RD, ahli diet dan pendiri Uplift Food. “Diet yang kekurangan prebiotik membuat bakteri usus kita kelaparan, menyebabkan kurangnya keragaman mikrobioma. Kesehatan usus yang buruk, pada akhirnya, meningkatkan penanda inflamasi dalam tubuh kita dan menurunkan respon imun.”

Jadi, jika kalian ingin mikrobioma di usus meningkat, pastikan kalian untuk mencari tahu cara-cara yang direkomendasikan ahli gizi untuk mendapatkan lebih banyak prebiotik dalam makanan.

 

3. Terlalu banyak makan gula dan lemak

Makanan manis dan berlemak memang sulit untuk ditolak. Tetapi terlalu banyak gula dan lemak dapat memiliki efek negatif yang mendalam pada sistem kekebalan tubuh kita.

“Pola makan yang buruk dapat memicu sistem imun menjadi kelebihan beban dan menghasilkan kondisi pro-inflamasi. Peradangan ini dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis. Pola makan yang tinggi gula rafinasi, tinggi lemak jenuh, dan rendah serat dapat menyebabkan peradangan ini,” jelas Sheetal DeCaria MD, dokter integratif dan ahli kesehatan di Revitalize Medical Center.

 

4. Terlalu banyak makan makanan olahan

Gula dan lemak bukan satu-satunya yang perlu kalian waspadai mengganggu kesehatan kekebalan tubuh. Trista Best, MPH, RD, LD, dari Balance One Supplements, mengatakan bahwa produk makanan kemasan yang sarat dengan bahan tambahan dapat memiliki efek serupa.

“Makanan olahan adalah yang terbuat dair karbohidrat olahan, penstabil, pengemulsi, dan bahan lainnya untuk meningkatkan daya tahan, rasa, dan tekstur,” jelas Best. “Ketika kita makan makanan seperti ini dalam jumlah besar, mereka dapat mengiritasi usus, menyebabkan ketidakseimbangan bakteri usus, dan pada akhirnya menyebabkan peradangan kronik tingkat rendah. Peradangan ini dapat menurunkan respon kekebalan tubuh yang tepat dan menyebabkan peningkatan penyakit akut dan kronis.”

 

5. Terlalu membatasi kalori

Membatasi asupan kalori dapat membantu menurunkan berat badan. Tetapi jika dilakukan berlebihan itu bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan.

“Dengan pembatasan kalori apa pun, tingkat metabolisme tubuh menurun sebagai upaya menghemat energi untuk proses vital. Dengan demikian, proses seperti pendukung kekebalan menurun,” ujar Rachel Fine, RDN, pemilik To The Pointe Nutrition.

“Salah satu alasannya adalah ketidakmampuan tubuh untuk secara efisien menyerap mikronutrien spesifik yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti vitamin A dan E, yang keduanya membutuhkan simpanan lemak tubuh yang cukup, untuk penyerapan, penyimpanan, dan pemanfaatannya,” tambah Fine.(*)

Related Articles
Current Issues
Studi: Vaksinasi Covid-19 dan Breakthrough Infection Timbulkan “Kekebalan Super"

Current Issues
Ilmuwan Temukan Imunitas Terhadap Covid-19 Bisa Tahan Lama Pasca Infeksi

Current Issues
Ahli: Omicron Mungkin Cepat Berlalu dan Hanya Ancaman Kecil Bagi yang Divaksin