Lifestyle

Tak cuma Bergizi, Kandungan Jamur Bisa Turunkan Risiko Depresi

Dwiwa

Posted on November 27th 2021


Pixabay/Azlin

Jamur telah diketahui memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Jenis bahan makanan ini juga potensial dalam pencegahan kanker. Bahkan, jamur juga bisa meningkatkan kesehatan emosional kita loh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders, para peneliti memeriksa data pada 24 ribu orang dewasa AS, melacak kebiasaan diet dan perubahan kesehatan mental mereka selama 11 tahun.

Hasilnya, mereka menemukan jika orang yang makan lebih banyak jamur memiliki risiko 43 persen lebih rendah terkena depresi dalam jangka waktu tersebut dibandingkan dengan orang yang tidak makan jamur sama sekali.

Menurut pemimpin peneliti Djibril Ba, Ph.D, spesialis manajemen data penelitian di Penn State College of Medicine, penyebabnya mungkin terkait dengan banyak senyawa bioaktif yang dimiliki jamur dalam jumlah besar, termasuk vitamin B12, antioksidan, dan asam amino anti-inflamasi. Di mana semuanya itu telah dikaitkan dengan depresi dan kecemasan yang lebih rendah di masa lalu.

“Memiliki senyawa ini dalam jumlah tinggi dapat menurunkan risiko stres oksidatif, dan pada gilirannya, dapat mengurangi gejala depresi,” ujarnya kepada Eat This, Not That!.

Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan dalam tubuh yang terjadi ketika kita memproduksi terlalu banyak radikal bebas – yang menyebabkan peradangan – dan kita tidak memiliki cukup antioksidan dalam tubuh untuk melawannya.

Itu sebabnya makan makanan tinggi antioksidan merupakan penguat untuk kesehatan karena ini memungkinkan kalian menurunkan tingkat stres oksidatif.

Sementara jamur tampaknya memeliki efek pencegahan, Ba mengatakan tidak diketahui apakah ini juga bermanfaat ketika kita sudah depresi. Ba dan rekan-rekan penelitinya mencoba menentukan sejauh mana strategi ini berhasil dengan meminta beberapa partisipan yang depresi untuk mengganti daging merah atau daging olahan dengan jamur dalam berbagai makanan.

Tetapi, mereka tidak menemukan pengurangan gejala depresi yang mencolok. Jadi mungkin saja jamur lebih merupakan alat untuk melakukan pencegahan daripada pelengkap pengobatan.

Jika kalian ingin mendapatkan manfaat jamur tetapi tidak menyukai rasanya, ada pilihan lain yang mengandung senyawa utama yang disorot oleh Ba, yakni asam amino yang disebut ergothioneine. Meskipun jamur – terutama jamur tiram – adalah sumber terbaik, makanan lain yang mengandungnya termasuk hati, ginjal, kacang hitam dan merah, dan dedak gandum.

“Ergothioneine, hanya dapat diperoleh melalui makanan,” kata Ba. “Jadi berfkus untuk memasukkan (makanan) ini ke dalam diet dapat menjadi cara yang bermanfaat untuk mencegah stres oksidatif dan menurunkan risiko depresi.” (*)

Related Articles
Interest
Suka Makan Apel? Ini Loh 5 Manfaat Mengejutkan yang Bakal Kamu Dapat

Lifestyle
5 Tips Mencegah Stres Masa Liburan: Kamu Layak Berbahagia

Lifestyle
Pelihara Anjing Terbukti Mendorong Kesehatan Mental Lebih Baik