Current Issues

Mudik Dilarang, Jubir Covid-19 Ingatkan Dampak Mobilitas Nataru Tahun Lalu

Dwiwa

Posted on November 27th 2021


Pixabay/13452116

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat untuk tidka pulang kampung atau mudik saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia.

“Bagi para pekerja, kami meminta menjadwal ulang tradisi pulang kampung atau mudik saat Natal dan tahun baru untuk memastikan sirkulasi virus tidak berpindah dari kota ke desa, karena ada potensi kerumunan di berbagai moda transportasi,” ujar Reisa dalam siaran pers daring seperti dikutip dari Antara.

Reisa menjelaskan jika tradisi mudik ini juga memiliki potensi untuk menciptakan klaster penularan Covid-19 dari keluarga besar. Karena itu, jika memang ingin mudik, masyarakat diminta untuk melakukannya di waktu yang tidak bersamaan dengan Natal dan tahun baru.

Dia pun mengingatkan jika sudah ada bukti jika mudik lebaran 2021 dan mobilitas tinggi di Natal dan tahun baru lalu berdampak pada munculnya siklus penularan baru. Usai libur lebaran 2021, ada penambahan kasus sampai sekitar 50 ribu dalam sehari. Itu berarti naik sekitar seribu persen dibanding periode sebelumnya.

Sementara untuk libur kolektif Maulid Nabi dan Natal 2020 telah menambah lebih dari 5 ribu kasus harian baru atau naik 100 persen dari bulan sebelumnya.

Sementara itu pemerintah juga sudah melarang cuti bagi ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN dan karyawan swasta selama Natal dan tahun baru. Hal itu dituangkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dia berharap instruksi ini dapat ditaati.

Dalam Inmendagri tersebut juga tertulis jika kepala daerah diminta untuk melakukan sosialisasi peniadaan mudik Natal dan tahun baru bagi warga pendatang. Poin itu juga menyebut ada sanksi sesuai perundang-undangan bagi yang melanggar. PPKM level 3 juga akan diterapkan pada periode 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

“Mendagri juga meminta pemerintah daerah meniadakan kegiatan seni, budaya dan olahraga pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, menutup semua alun-alun pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022, dan mengatur aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak,” ujarnya.

Selain itu, Petugas Satpol PP, Satlinmas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemadam kebakaran juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan terlibat aktif dalam mencegah serta mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami juga meminta mereka mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpul atau kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan seperti pusat perbelanjaan dan restoran, tempat wisata, dan fasilitas ibadah, selama periode libur Natal dan tahun baru,” jelas Reisa.

Artikel Terkait
Current Issues
Dokter Reisa Ajak Masyarakat Jadikan 2022 Tahun Terakhir Pandemi di Indonesia

Current Issues
CDC: Tinggallah di Rumah Saat Liburan, atau Lakukan Tes Covid-19 Dua Kali

Current Issues
Transaksi Online, Pilihan untuk Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Saat Liburan