Tech

Hati-Hati Pencurian Data Via Update Story, Ini Data yang Tak Boleh Dibagikan

Dwiwa

Posted on November 26th 2021


Pixabay/USA-Reiseblogger

Bagi Gen Z dan Milenial, membagikan kisah sehari-hari di story Instagram menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan. Apalagi dengan kehadiran stiker Add Yours yang kini sedang populer. Sayangnya, banyak yang tidak sadar jika terkadang, apa yang dibagikan ke story adalah data yang harusnya bersifat pribadi dan tidak dibagikan ke banyak orang.

Mungkin sebagian dari kita berdalih telah menggunakan fitur close-friend sehingga data yang kalian cantumkan akan aman. Tetapi, seberapa yakin kalian jika orang-orang yang kalian masukkan sebagai daftar close-friend bisa dipercaya?

Sebagian dari kita mungkin ada yang bertanya, “memangnya apa pentingnya sih data pribadi kita buat orang lain?”. Sebagai informasi nih, data pribadi yang dicuri bisa digunakan untuk mendapatkan akses ilegal dari berbagai aset kalian, seperti rekening bank, dompet digital, hingga didaftarkan ke aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal. Ini tentu akan sangat merugikan.

Lalu, data pribadi seperti apa sih yang kemungkinan besar bisa disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab? Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ada beberapa contoh data pribadi yang dapat disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan kerugian.

Pertama adalah nama. Mungkin terdengar sepele, tetapi membagikan nama lengkap kalian, nama masa kecil, hingga nama Ibu di media sosial bukanlah hal yang bijak. Sebab, beberapa dokumen penting, seperti rekening bank, memerlukan nama ibu untuk verifikasi.

Kemudian data lain yang juga tidak boleh kalian bocorkan adalah nomor identitas, alamat pribadi, dan informasi atas properti pribadi (SIM, Nomor Paspor, Plat Nomor Kendaraan, dll). Selain itu juga informasi aset teknologi (IP Address) serta data biometrik seperti sidik jari, scan retina dll.

Lalu bagaimana cara menghindarinya?

Kominfo menghimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang tren. Kalian harus memikirkan baik-baik sebelum kamu mengikuti tren karena bisa saja data pribadimu disalahgunakan.

Kemudian, jangan sebar atau memberikan data pribadi kepada siapapun yang mengaku dari pihak tertentu. Selain itu, jika kalian mendapat telepon dari seseorang yang mencurigakan, segera tutup dan blokir nomor tersebut. Terakhir, simpan data pribadi kalian dengan baik ya.

Selain itu, jika ada pesan atau email yang berisi tautan (link) yang mencurigakan jangan dibuka. Bisa jadi itu mengarahkan ke website phising atau aplikasi untuk menyalahgunakan data pribadi.

Ingat yah, tidak semua tren kekinian harus diikuti. Selalu perhatikan dan pelajari baik-baik tren yang sedang populer. Jika itu berarti membocorkan data pribadi kalian, sebaiknya tidak perlu diikuti.(*)

Related Articles
Tech
400 Giga Data Startup Tiongkok Ini Bocor, Terdapat Jutaan Akun Pengguna Medsos

Tech
Facebook, WhatsApp, dan Instagram Pulih Setelah Down Enam Jam, Ini Penyebabnya!

Tech
Asyik! Sebentar Lagi Bisa Posting Foto di Instagram Via Desktop