Current Issues

Afrika Selatan Deteksi Varian Covid-19 Baru, Implikasinya Belum Jelas

Dwiwa

Posted on November 26th 2021


Pixabay/fernandozhiminaicela

Ilmuwan Afrika Selatan telah mendeteksi varian baru Covid-19 dalam jumlah kecil. Mereka mengatakan jika saat ini tengah bekerja untuk memahami implikasi potensial dari varian baru ini.

Dilansir dari Reuters, para ilmuwan menjelaskan jika varian yang disebut B.1.1.529, memiliki "konstelasi yang sangat tidak biasa" dari mutasi, yang menjadi perhatian karena mereka dapat membantu menghindari respon imun tubuh dan membuatnya lebih menular.

Menurut para ilmuwan, tanda-tanda awal dari diagnostik laboratorium menunjukkan varian tersebut telah meningkat pesat di provinsi paling padat penduduknya, Gauteng, dan mungkin sudah ada di delapan provinsi lainnya di negara itu.

Dalam pembaruan kasus terkonfirmasi harian di seluruh negeri, Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) melaporkan 2.465 infeksi Covid-19 baru, hampir dua kali lipat infeksi hari sebelumnya. NICD tidak mengaitkan lonjakan dengan varian baru, tetapi beberapa ilmuwan lokal terkemuka menduga itu adalah penyebabnya.

Afrika Selatan telah mengonfirmasi sekitar 100 spesimen sebagai B.1.1.529, tetapi variannya juga telah ditemukan di Botswana dan Hong Kong, dengan kasus Hong Kong merupakan seorang pelancong dari Afrika Selatan. Para ilmuwan meyakini jika 90 persen kasus baru di Gauteng bisa jadi B.1.1.529.

"Meskipun datanya terbatas, para ahli kami bekerja lembur dengan semua sistem pengawasan yang ada untuk memahami varian baru dan apa implikasi potensialnya," kata NICD dalam sebuah pernyataan.

Afrika Selatan telah meminta pertemuan mendesak dari kelompok kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang evolusi virus pada hari Jumat untuk membahas varian baru.

Menteri Kesehatan Joe Phaahla mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pemerintah akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat sebagai tanggapan terhadap varian tersebut.

Sebagai informasi, Afrika Selatan adalah negara pertama yang mendeteksi varian Beta tahun lalu. Beta adalah salah satu dari hanya empat yang diberi label "perhatian" atau "of concern" oleh WHO karena ada bukti bahwa itu lebih menular dan vaksin bekerja kurang baik untuk melawannya.

Negara tersebut juga mendeteksi varian lain, C.1.2, awal tahun ini, tetapi itu tidak menggantikan varian Delta dan menyumbang hanya sebagian kecil dari genom yang diurutkan dalam beberapa bulan terakhir.(*)

Related Articles
Current Issues
Seberapa Bahaya Sih Varian Covid Berikutnya? Ini Prediksi Para Ahli

Current Issues
Meski Gejalanya Ringan, Penyebaran Omicron yang Cepat Dirasa Mengkhawatirkan

Current Issues
Apakah Varian Delta Lebih Buruk untuk Anak-anak dan Remaja?