Interest

Literasi Jadi Senjata Kementerian Kominfo Tangkal “Tsunami Digital”

Dwiwa

Posted on November 25th 2021


Pixabay/Geralt

Kehadiran dunia digital telah membuat kita dibanjiri berbagai informasi. Sayangnya, tidak semua informasi yang hadir memiliki dampak positif. Hal ini membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika aktif menyelenggarakan program Literasi Digital Nasional untuk menangkal “tsunami digital”, yakni arus informasi yang begitu banyak di dunia maya.

“Layaknya pisau bermata dua, punya sisi negatif dan positif. Seiring kemudahan yang ditawarkan, juga terdapat sisi gelap internet, seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, konten radikalisme, dan terorisme,” kata Menteri Komuniasi dan Informatika Johnny G. Plate, seperti dilansir dari Antara.

Menurut catatan pemerintah, ada sekitar 200 juta penduduk Indonesia yang menjadi pengguna internet. Meski teknologi ini memberikan banyak dampak positif untuk masyarakat, tetapi tidak sedikit juga informasi yang harus disaring agar tidak menimbulkan “tsunami digital”.

Di sinilah literasi digital akan berperan. Literasi digital merupakan kemampuan strategis dan menjadi sesuatu yang harus ada demi menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan nyaman. Kemampuan ini diyakini bisa menciptakan masyarakat yang berdaya secara digital.

Literasi digital juga menjadi salah satu cara untuk mempercepat transformasi digital secara nasional. Sepanjang 2021, Kementerian Kominfo telah mengadakan sejumlah program literasi guna mempercepat agenda nasional transformasi digital.

Program literasi digital nasional ditargetkan menjangkau 12,5 juta masyarakat di 514 kabupaten atau kota di 34 provinsi. Dalam kegiatan ini, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan mitra dan jejaring Gerakan Nasional literasi Digital Siberkreasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Rudy Rinaldy menyatakan bahwa saat ini cukup banyak kabar bohong yang berseliweran di dunia maya. Seringkali, sumber dari kabar bohong itu sulit dilacak.

“Kami (Dinas Kominfo Padang) hanya mengedukasi warga netizen agar tidak termakan berita hoaks,” ujar Rudy.(*)

Artikel Terkait
Tech
Hati-Hati dengan Iklan di Medsos, Bisa Jadi Jendela untuk Phising

Interest
Bagaimana Mengenali Informasi Hoaks di Era Digital?

Interest
Cara Jitu Membujuk Keluarga dan Teman Stop Bagikan Informasi Salah di Medsos