Opinion

REVIEW Hellbound: Ketika Makhluk Neraka Kalah Seram dengan Manusia

Delya Oktovie Apsari

Posted on November 25th 2021

Cuplikan adegan di Hellbound. (Netflix)

 

Saat menonton trailer Hellbound, kesan pertama melihat tiga makhluk yang disebut-sebut 'turun dari neraka' itu... biasa saja. Sempat khawatir, kalau drama ini akan menjadi cerita lain soal invasi alien yang berhasil dihentikan oleh pria yang juga biasa-biasa saja. Masalahnya, #Alive yang dibintangi Yoo Ah In sangat... biasa saja. Tetapi, saya tak ingin dibatasi trauma akan cerita yang biasa-biasa saja.

Beruntunglah, karena Hellbound jauh dari kata 'biasa'.

Hellbound bercerita tentang fenomena supernatural yang sebenarnya sudah terjadi di negara-negara lain juga. Namun, intensitas kemunculan 'titah' yang kemudian disertai 'demonstrasi' semakin rapat di tahun yang melatari drama tersebut. 

Titah adalah sebutan ketika 'malaikat' muncul dihadapan seseorang, lalu memberitahu dengan pasti waktu kematiannya. Waktunya pun tak sama. Ada yang diberitahu 20 tahun sebelumnya, ada juga yang 30 detik sebelumnya. 'Malaikat' itu juga memastikan kalau si penerima pesan bakal masuk neraka. Sedangkan demonstrasi, adalah saat di mana ketiga makhluk neraka melancarkan aksinya -- membunuh penerima pesan secara brutal, sebelum akhirnya membakar mereka sampai jadi abu. 

Sayangnya, bukan itu sisi kengerian Hellbound.

Hellbound berhasil menampilkan secara realistis bagaimana reaksi manusia ketika ditimpa kejadian yang sulit dilogika. Sang sutradara, Yeon Sang Ho, mungkin sudah terlalu familiar dengan penggambaran ini. Ia adalah sosok di balik film megahit Train to Busan. Jika ia berhasil membuat penonton gemas dengan perilaku-perilaku karakter menyebalkan di film tersebut, Yeon Sang Ho sukses menguras hati dan emosi penonton dengan karakter-karakter jahatnya di Hellbound.

Reaksi manusia di Hellbound menjadi semakin menyeramkan, dipikir-pikir, jika kita melihat realita saat ini. Bagaimana tidak, ramalan Yeon Sang Ho tentang reaksi manusia terlalu dekat dengan kenyataan. Dimulai dari munculnya ajaran bernama Kebenaran Baru yang dipimpin oleh Jung Jin Soo (Yoo Ah In).

Salah satu contohnya adalah di episode awal, ketika orang-orang masih sangsi soal keberadaan tiga makhluk pencabut nyawa ini. Bukan lagi menganut no pic = hoax, masyarakat menuntut no live streaming = hoax. Kebenaran Baru pun memahami hal tersebut. Maka, ketika mereka tahu bahwa ada seseorang yang menerima titah dan demonstrasi akan dilakukan dalam hitungan hari, mereka langsung menawarkan uang dalam jumlah besar.

Adalah Park Jung Ja, perempuan malang yang merupakan ibu dari Park Eun Yul dan Park Ha Yul. Ia pun menerima tawaran tersebut demi masa depan anak-anaknya. Dibantu oleh pengacara dari Sodo, Min Hye Jin, Park Jung Ja rela hari kematiannya ditayangkan secara langsung di stasiun-stasiun televisi nasional -- asal uang tersebut jatuh ke tangan kedua anaknya.

Publik berspekulasi. Kebenaran Baru pun melumurinya dengan bensin. Mereka yakin, hanya pendosa yang bakal mati di tangan tiga monster pencabut nyawa. Bahwa ini, adalah titah Tuhan yang tak boleh disangkal.

Padahal, hingga detik di mana abu Park Jung Ja melayang memenuhi udara yang dihirup juga oleh para VIP Kebenaran Baru dan rakyat yang berdemo, tidak pernah terlampir fakta tentang apa sebenarnya 'dosa' yang dilakukan Park Jung Ja. Tetapi, masyarakat sudah memutuskan bahwa ia adalah seorang pezina, karena punya dua anak tanpa bapak. Maka dari itu, ia berhak menerima demonstrasi.

Oh, apakah ini, versi spiritual dari cancel culture?

Kisah Park Jung Ja hanyalah satu dari sekian banyak bukti betapa mengerikannya manusia di drama Hellbound. Mungkin juga di dunia nyata.

Menonton Hellbound butuh kesabaran untuk memahami ceritanya, karena selalu ada twist di tengah-tengah. Lebih mudah jika membagi Hellbound menjadi tiga cerita, yakni awal mula segala kejadian, berkuasanya Kebenaran Baru dan Arrowhead, serta runtuhnya kepercayaan terhadap Kebenaran Baru.

Yoo Ah In berhasil membawakan karakter Jung Jin Soo yang licik. Ia mampu tampil bak malaikat di satu adegan, lalu menjadi setan di cerita lainnya. Banyak karakter yang meragukan layaknya Jung Jin Soo, tetapi itu yang membuat Hellbound menarik diikuti.

Hellbound juga menunjukkan bahayanya keputusasaan. Di situasi ekstrem, manusia cenderung mencari penjelasan saklek demi memahami suatu peristiwa. Mereka berani menjustifikasi perilaku mereka atas nama Tuhan. Padahal -- layaknya kasus Park Jung Ja -- Tuhan sendiri belum memastikan, apakah titah dan demonstrasi ini betul dari-Nya. Serta, apakah penerima titah dan demonstrasi ini betul pendosa.

Hellbound mengajarkan penontonnya untuk ragu. Keraguan pun semakin terasa sampai di episode terakhir. Bila masih rela dicabik-cabik ragu, mari menanti musim keduanya. (*)

Related Articles
Korea
Penasaran Konsep Neraka: Alasan Yoo Ah In Bergabung dengan Hellbound

Korea
5 Drakor ini Tayang November, Hellbound Diharapkan Hits Layaknya Squid Game

Entertainment
Lupin, Si Pencuri Cerdik yang Berusaha Memulihkan Nama Baik sang Ayah