Current Issues

WHO Ingatkan Masyarakat Tak Terjebak Rasa Aman Palsu dari Vaksin Covid-19

Dwiwa

Posted on November 25th 2021

Pixabay/outsideclick

Eropa kembali menjadi pusat pandemi Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika rasa aman palsu atas perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin menjadi penyebabnya.

Dilansir Reuters, pejabat WHO memperingatkan bahwa virus SARS-CoV-2 akan terus menyebar secara intens ketika masyarakat kembali berkerumun dan melakukan mobilitas seperti sebelum pandemi jelang liburan akhir tahun.

Tedros mengungkapkan jika minggu lalu, lebih dari 60 persen dari semua kasus yang dilaporkan dan kematian akibat Covid-19 secara global berada di Eropa.

“Di banyak negara dan masyarakat, kami khawatir tentang rasa aman palsu jika vaksin telah mengakhiri pandemi, dan bahwa orang-orang yang sudah divaksinasi tidak perlu melakukan tindakan pencegahan lain,” ujarnya.

Pejabat WHO terus menekankan jika vaksinasi, memakai masker, dan menjaga jarak tetap menjadi kunci untuk menghentikan penularan.

“Kita kembali ke tingkat kerumunan sebelum pandemi (di Eropa). Bahkan di tengah-tengah melonjaknya kasus dan beberapa negara sistem kesehatannya mengalami kewalahan,” ujar Direktur kdaruratan WHO Mike Ryan.

“Dan kenyataannya virus akan terus menular secara intens di lingkungan itu,” tambahnya.

Ahli epidemiologi WHO Maria van Kerkhove mengatakan bahwa penting untuk mengambil sejumlah tindakan selama periode liburan. Dia menambahkan jika langkah-langkah pencegahan sosial tidak berarti lockdown.

Terkait rekomendasi booster dari Uni Eropa bagi orang di atas 40 tahun, kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan jika prioritas harus tetap menginokulasi semua orang dewasa dan kelompok yang paling rentan terlebih dahulu.

Tedros berharap jika konsensus bisa di dapatkan di kementerian Organisasi Perdagangan Dunia minggu depan untuk pelepasan kekayaan intelektual untuk vaksin pandemi, yang telah didukung lebih dari seratus negara.

Dia mendorong tentang ‘konsensus luas’ untuk dicapai pada kesepakatan internasional tentang pencegahan pandemi di agensinya pada pertemuan terpisah para menteri kesehatan dari 194 negara anggota minggu depan. Tedros juga menegaskan perlunya pakta yang mengikat untuk mengelola pandemi di masa depan dengan lebih baik. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Varian Delta Makin Merajalela, Ini Alasan Mengapa Remaja Juga Harus Waspada

Current Issues
Studi CDC: Memakai Masker di Sekolah Bantu Cegah Penularan Covid-19

Current Issues
Ini Lima Cara yang Mungkin Jadi Sumber Penularan Covid-19