Tech

Samsung Bangun Pabrik Chip Canggih Baru Senilai Rp 242 Triliun di Texas

Jingga Irawan

Posted on November 24th 2021

Credit: Wall Street Journal

Samsung secara resmi mengumumkan pabrik pembuatan chip canggih baru di Texas. Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya sekitar USD 17 miliar (Rp 242 triliun) tetapi juga dapat menciptakan sebanyak 1.800 pekerjaan baru.

Pabrik baru ini akan berlokasi di kota Taylor, jaraknya sekitar 48,3 kilometer dari Austin, di mana letak fasilitas Samsung berada. Situs baru ini berukuran sekitar 1.200 hektar, jauh lebih besar dari pabrik Samsung di Austin.

“Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, kami akan dapat melayani kebutuhan pelanggan kami dengan lebih baik dan berkontribusi pada stabilitas rantai pasokan semikonduktor global,”  kata Wakil ketua dan CEO Divisi Solusi Perangkat Elektronik Samsung, Kinam Kim, dalam sebuah pernyataan.

Samsung berencana untuk melakukan terobosannya tahun depan, dan mulai memproduksi chip pada tahun 2024. Perusahaan yang juga sukses di pasar smartphone itu akhirnya mulai menggunakan pabrik baru yang berguna memproduksi prosesor, untuk digunakan sendiri dan digunakan dalam produk perusahaan lain.

Kota Taylor juga menawarkan insentif kepada Samsung untuk menempatkan pabriknya di sana, pemerintah setempat bakal memberikan keringanan pajak properti lebih dari 90 persen untuk sepuluh tahun pertama.

Samsung merupakan raksasa dalam pembuatan chip memori, tetapi produk dari pabrik Taylor bakal memproduksi chip canggih untuk perusahaan lain berdasarkan desain mereka.

Laporan sebelumnya telah mengindikasikan pabrik baru ini dapat menghasilkan chip berukuran 3nm. Perusahaan asal Korea Selatan itu sebelumnya telah memproduksi chip untuk perusahaan seperti Qualcomm dan Nvidia.

Pembangunan pabrik Samsung dilakukan saat dunia kekurangan chip semikonduktor, sehingga menjadi kelangkaan barang elektroknik. Terutama berdampak besar bagi pembuat konsol game, smartphone, hingga produsen mobil. Menurut banyak ahli, situasi ini tak akan mereda hingga setidaknya tahun 2023.

Sebagai tanggapan atas kekurangan chip, pemerintahan Joe Biden berusaha untuk meningkatkan produksi chip AS, mengurangi potensi gangguan rantai pasokan dan membalikkan penurunan pangsa manufaktur negara itu dalam beberapa dekade terakhir.

Senat AS baru-baru ini menyetujui USD 52 miliar dalam subsidi untuk pabrik pembuatan chip baru, meskipun Undang-Undang CHIPS belum disahkan di Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Industri pembuatan chip memiliki rencana peningkatan kapasitas produksi, tetapi banyak dari pabrik baru tak akan aktif dalam waktu dekat. TSMC dan pabrik chip baru Sony senilai USD 7 miliar di Jepang tak akan memulai produksi hingga akhir tahun 2024, sama seperti pabrik baru TSMC senilai USD miliar di Arizona.

TSMC mengatakan pihaknya berencana untuk menginvestasikan lebih dari USD 100 miliar di pabrik chip baru selama tiga tahun ke depan, sementara Intel berencana untuk menghabiskan jumlah yang sama selama dekade berikutnya untuk investasi di AS dan Eropa.(*)

Related Articles
Tech
Strategi Baru Tiongkok Hadapi Perang Teknologi dengan AS

Tech
Siap-Siap, Samsung Bakal Perkenalkan Galaxy S21 Minggu Depan

Tech
Tesla & Samsung Bakal Kerja Sama Produksi Chip Mobil Otonom Generasi Baru