Tech

Meta Menunda Rencana Enkripsi Facebook dan Instagram Hingga 2023

Jingga Irawan

Posted on November 23rd 2021

Credit: Game Audit

Rencana untuk meluncurkan enkripsi end-to-end di Facebook dan Instagram telah ditunda. Meta —nama baru perusahaan induk Facebook sekarang— mengatakan enkripsi pesan pada aplikasi akan diluncurkan pada tahun 2023.

Artinya, hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan, sementara penegak hukum atau Meta tak bisa melakukannya. Namun, kelompok perlindungan anak dan politisi telah memperingatkan bahwa hal itu dapat menghambat polisi menyelidiki pelecehan anak, sehingga ada banyak tentangan untuk keputusan tersebut.

Dilansir BBC, Selasa (23/11), Lembaga Inggris bernama Masyarakat Nasional untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak (NSPCC), telah mengklaim bahwa pesan pribadi adalah tempat permulaan pelecehan seksual anak.

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel juga mengkritik teknologi tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat menghambat penegakan hukum dalam mengejar kegiatan kriminal, termasuk pelecehan anak secara online.

Privasi vs. perlindungan

Enkripsi end-to-end bekerja dengan "mengacak" atau mengenkripsi data saat aktif di antara smartphone dan perangkat lain. Satu-satunya cara untuk membaca pesan biasanya melalui akses fisik ke perangkat yang tak terkunci baik pengirim atau penerimanya.

Teknologi ini sebenarnya sudah ada untuk layanan WhatsApp, aplikasi yang juga dimiliki oleh Meta, tetapi tidak dengan aplikasi perusahaan lainnya.

Sebelumnya, NSPCC mengajukan permintaan Kebebasan Informasi ke 46 kepolisian di Inggris, Wales, dan Skotlandia untuk rincian platform yang digunakan dalam melakukan pelanggaran seksual terhadap anak-anak tahun lalu.

Hasilnya, lebih dari 9.470 contoh gambar pelecehan seks anak dan pelanggaran seks anak online dilaporkan ke polisi dan 52 persen dari kasus ini terjadi di aplikasi milik Meta. Lebih dari sepertiga kasus terjadi di Instagram, dan 13 persen di Facebook dan Messenger, dan sangat sedikit yang terjadi melalui WhatsApp.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa rencana Meta untuk memperluas enkripsi ke Facebook Messenger dan DM Instagram, akan melindungi sebagian besar pelaku kejahatan seksual dari pelacakan.

NSPCC mengatakan bahwa mengenkripsi pesan secara default dapat menyebabkan penyebaran gambar pelecehan anak atau perawatan online dengan lebih mudah.

Tetapi di sisi lain, enkripsi juga melindungi privasi pengguna, lebih penting lagi bisa mencegah pengintaian oleh pemerintah serta peretas data. Kepala eksekutif Meta Mark Zuckerberg membuat argumen itu sendiri ketika dia mengumumkan rencana enkripsi Facebook pada 2019.

Sementara itu, Kepala Keamanan Global Meta Antigone Davis mengatakan bahwa penundaan penerapan enkripsi hingga 2023 dikarenakan perusahaan butuh waktu untuk memperbaikinya. Sebelumnya, perusahaan mengatakan perubahan akan terjadi paling cepat pada 2022.

"Sebagai perusahaan yang menghubungkan miliaran orang di seluruh dunia dan telah membangun teknologi industri terkemuka, kami bertekad untuk melindungi komunikasi pribadi orang dan menjaga orang tetap aman saat online,” ujar Antigone Davis.

Dia juga menguraikan sejumlah tindakan pencegahan tambahan yang telah dilakukan perusahaan. Salah satunya teknologi deteksi proaktif yang memindai pola aktivitas mencurigakan seperti pengguna yang berulang kali membuat profil baru, atau mengirim pesan kepada banyak orang yang tak mereka kenal.

Selain itu, perusahaan juga akan menempatkan pengguna di bawah 18 tahun ke dalam akun pribadi atau "hanya teman" secara default, dan membatasi orang dewasa untuk mengirim pesan kepada mereka jika  belum connect satu sama lain. Terakhir dan yang terpenting, arahan singkat untuk remaja dengan kiat dalam aplikasi tentang cara menghindari interaksi yang tak diinginkan.(*)

Related Articles
Tech
Facebook Ganti Nama Perusahaannya Menjadi Meta

Tech
Sering Lihat Konten Lama Diunggah Ulang di FB? Fitur Baru Ini Akan Mencegahnya

Tech
Facebook, WhatsApp, dan Instagram Pulih Setelah Down Enam Jam, Ini Penyebabnya!