Interest

Kalian Tak Bisa Lepas Dari Sosial Media? 4 Langkah Ini Mungkin Bisa Membantu

Dwiwa

Posted on November 22nd 2021

Ilustrasi. Pixabay/geralt

Tidak bisa dipungkiri gadget telah menjadi alat yang begitu akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Apalagi semenjak pandemi Covid-19, perangkat elektronik ini menjadi andalan untuk bisa terhubung dengan orang lain sekaligus mencari hiburan ketika berbagai aktivitas tidak diizinkan demi mencegah penularan.

Di kalangan remaja, penggunaan gawai untuk membuka media sosial pun jadi semakin banyak. Itu seolah menjadi salah satu pelarian terbaik ketika mereka harus terkurung di rumah dan tidak bisa berkumpul dengan teman sebaya karena adanya pembatasan.

Tetapi terlepas manfaatnya untuk terhubung dengan orang lain, orang dewasa merasa khawatir jika penggunaan media sosial, gaming, atau forum chat online yang berlebihan akan berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

Lalu, jika kita sudah begitu terikat dengan media sosial, apa yang harus dilakukan agar tidak semakin kecanduan? Dilansir CNN, berikut beberapa tips dari Dr. Neha Chaudhary, psikiater anak dan remaja dan kepala petugas medis BeMe Health agar kalian bisa membuat perubahan yang lebih produktif dan lebih sehat.

Untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal, kalian perlu meminta bantuan orang tua saat melakukan langkah-langkah berikut.

 

1. Lakukan evaluasi cara menggunakan media sosial

Untuk bisa melakukan ini, kalian perlu meminta bantuan orang tua ya. Bicarakan dengan mereka kualitas konten yang selama ini sering kalian tonton, apakah itu cenderung positif atau justru negatif.

Kalian juga perlu untuk merenungkan hubungan antara kehidupan nyata dan ketika menggunakan ponsel untuk membuka Instagram atau TikTok.  Renungkan kapan biasanya kalian menelusuri media sosial, apakah saat senang, sedih, bosan, atau marah.

Atau apakah kalian membuka media sosial untuk mengalihkan diri dari perasaan tidak nyaman dan menghindari pekerjaan rumah yang menumpuk. Jika kalian menemukan alasan membuka media sosial karena ada masalah tertentu, segera bicarakan dengan orang tua untuk mendapatkan solusi yang lebih baik dari sekadar membuka Instagram maupun TikTok.

 

2. Cari tahu bagaimana perasaan kita setelah membuka media sosial 

Selanjutnya, kalian perlu menyadari apa dampak media sosial  terhadap kesehatan mental. Coba tanyakan ke diri sendiri apa yang dirasakan setelah berselancar di media sosial.

Apakah kalian menyadari adanya perbedaan perasaan saat melihat sebuah jenis konten, misal video anak anjing atau unggahan tentang tubuh yang positif, versus yang lain, seperti foto influencer atau konten yang terlalu banyak diedit dan tidak realistis dari seseorang dengan pola pikir negatif?

Seringkali saat terputus dari media sosial  membuat remaja sangat cemas pada awalnya. Tetapi ketika sudah bisa memisahkan diri dari gawai, percayalah kalian akan merasa lebih baik. Sebab, meninggalkan media sosial sejenak dapat membuatmu berada di masa sekarang yang membantu suasana hati dan kesehatan mental secara keseluruhan jadi lebih baik.

 

3. Pelajari perubahan seperti apa yang diinginkan

Bagi sebagian dari kita, mungkin sudah ada keinginan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial. Bahkan mungkin juga telah mengidentifikasi bagaimana cara untuk menghabiskan waktu lebih sedikit di media sosial .

Bisa jadi kita telah menyadari jika kita merasa buruk setelah membandingkan kehidupan dengan orang lain, dan berharap konten yang ditonton bisa membuat perasaan jadi lebih baik dibanding lebih buruk.

Saat kalian sudah berhasil mengidentifikasi perubahan yang diinginkan, coba bicarakan dengan orang tua kalian. Mereka tentu akan membantu kalian untuk dapat menetapkan suatu tujuan tertentu. Ini akan sangat membantu untuk fokus pada apa yang akan didapatkan dari perubahan.

Ketika menetapkan tujuan sendiri, biasanya akan lebih mudah bagi kita untuk menerima proses dan kemungkinan menindaklanjutinya dengan perubahan apa pun.

 

4. Buat daftar dan komitmen terhadap langkah untuk mencapai tujuan

Langkah terakhir adalah membuat rencana itu menjadi nyata. Apa yang kira-kira perlu dilakukan agar bisa mencapai tujuan yang sebelumnya sudah ditentukan. Jika memang perlu untuk membatasi waktu penggunaan ponsel atau hal lainnya, mintalah orang tua kalian untuk membantu proses ini.

Beberapa dari kita mungkin telah menemukan jika menonaktifkan komentar, menjadikan akun mereka pribadi, atau menjaga penggunaan media sosial  dalam batas-batas tertentu, seperti jam-jam tertentu dalam sehari, merupakan trik yang membantu untuk mendapatkan kembali ketenangan pikiran.

 

Jadi, sudah siap untuk mencoba terlepas dari candu media sosial?

Related Articles
Interest
Cara Membuat Masker Kain Tanpa Jahit ala Influencer Brittany Xavier

Interest
Gen Z Harus Bersiap, Ada Rencana Batas Usia Pengguna Media Sosial 17+

Entertainment
Ahli Minta Para Peneliti Pelajari Dampak Kesehatan dari TikTok