Current Issues

Virolog: Kasus Covid-19 Pertama adalah Wanita yang Bekerja di Pasar Wuhan

Dwiwa

Posted on November 20th 2021

Ilustrasi virus corona. Pixabay/Monoar_CGI_Artist

Kasus pertama Covid-19 akhirnya ditemukan oleh ilmuwan. Menurut ahli virologi Michael Worobey, kasus pertama itu merupakan seorang wanita yang bekerja di pasar hewan Wuhan. Ini berbeda dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir Medical Xpress, WHO sebelumnya melaporkan jika kasus pertama di Wuhan berasal dari seorang pria yang belum pernah ke pasar Wuhan di mana hewan liar dan hewan peliharaan dijual. Dalam tulisannya di jurnal Science, Worobey mengatakan kasus pertama yang dilaporkan WHO sebenarnya beberapa hari lebih lambat dari yang diyakini sebelumnya dan muncul di pasar hewan.

Bagi Worobey, informasi kunci dan analisisnya dari kasus awal Covid-19 di kota itu, jelas menunjukkan bahwa virus berasal dari hewan.

Sejauh ini, belum adanya bukti pasti membuat perdebatan soal asal usul virus berkecamuk di antara para ahli sejak dimulainya pandemi hampir dua tahun lalu.

Worobey adalah salah satu dari 15 ahli yang pada pertengan Mei lalu menerbitkan kolom dalam jurnal Science yang menuntut pertimbangan serius dari teori yang menyebut virus bocor dari laboratorium di Wuhan.

Dalam artikel terbaru ini, dia berpendapat bahwa penelitiannya mengenai asal usul wabah memberikan bukti kuat terkait asal pandemi yakni dari pasar hewan hidup.

Salah satu kritik terhadap teori pasar adalah karena otoritas kesehatan meningkatkan peringatan tentang kasus-kasus penyakit yang mencurigakan terkait dengan pasar sekitar tanggal 30 Desember. Itu akan menimbulkan bias yang mengarah pada identifikasi kasus lebih banyak di sana dibanding tempat lain, karena perhatian sudah tertuju ke sana.

Untuk melawan argumen tersebut, Worobey menganalisis kasus yang dilaporkan oleh dua rumah sakit sebelum peringatan ditingkatkan. Kasus-kasus itu juga sebagian besar terkait dengan pasar dan yang tidak terkonsentrasi secara geografis di sekitarnya.

“Di kota berpenduduk 11 juta orang, separuh kasus awal dikaitkan dengan suatu tempat yang seukuran lapangan sepak bola,” ujar Worobey kepada New York Times. “Menjadi sangat sulit untuk menjelaskan pola itu jika wabah itu tidak dimulai dari pasar.”

Kritik lain dari teori itu berdasarkan fakta bahwa kasus pertama yang diidentifikasi tidak terkait dengan pasar. Tetapi sementara laporan WHO mengklaim pria yang diidentifikasi sebagai pasien nol telah sakit sejak 8 Desember, Worobey mengatakan dia sebenarnya tidak sakit sampai 16 Desember.

Hal itu didasarkan pada wawancara video yang ditemukannya, dari sebuah kasus yang dijelaskan dalam artikel ilmiah dan dari catatan medis rumah sakit yang cocok dengan pria berusia 41 tahun tersebut.

Itu berarti kasus pertama yang dilaporkan adalah wanita yang bekerja di pasar, yang jatuh sakit pada 11 Desember.

Peter Daszak, seorang ahli penyakit yang menjadi bagian tim investigasi WHO mengatakan dia yakin dengan analisis yang dilakukan Worobey.

“Tanggal 8 Desember adalah kesalahan,” ujarnya kepada Times. (*)

Related Articles
Current Issues
Tiongkok Uji Ribuan Sampel Darah di Wuhan untuk Penyelidikan Asal-Usul Covid-19

Current Issues
Misteri Asal Usul Covid-19 Belum Terpecahkan, Ilmuwan Minta Investigasi Mendalam

Current Issues
Tim Baru WHO Mungkin Jadi Kesempatan Terakhir untuk Temukan Asal Usul Covid-19