Sport

Staples Center Bakal Ganti Nama Jadi ‘Crypto.com Arena’

Jingga Irawan

Posted on November 18th 2021

Credit: Getty Images

Dunia cryptocurrency terus merambah ke banyak hal untuk mempromosikan diri. Kabar terbaru ada investor yang bergerak di cryptocurrency akan berinvestasi dalam pengelolaan arena atau gedung olahraga. Mereka pun siap mengubah nama arena itu.

Arena yang akan diubah namanya oleh perusahaan cryptocurrency itu adalah Staples Center. Arena itu selama ini menjadi rumah untuk tim-tim olahraga asal Los Angeles. Termasuk dua tim NBA, Los Angeles Lakers dan Los Angeles Clippers.

Dilansir The New York Times, Rabu (17/11), Staples Center akan berganti nama menjadi Crypto.com Arena. Nama itu diambil dari platform cryptocurrency yang berbasis di Singapura. Mereka menyediakan pertukaran Bitcoin, Ether, Dogecoin, dan mata uang virtual lainnya. Mereka mengklaim aktor Matt Damon sebagai pitchman-nya. Menurut pihak arena, Staples akan mulai berganti nama pada Hari Natal mendatang.

Crypto.com membayar lebih dari USD 700 juta (Rp 9,9 triliun) untuk hak penamaan selama 20 tahun dengan AEG, sebuah perusahaan hiburan berbasis di Los Angeles yang mengoperasikan tempat tersebut. Menurut LA Times, harga itu merupakan salah satu kesepakatan terbesar yang pernah ada. AEG dikendalikan oleh Philip F. Anschutz, seorang investor miliarder.

Arena tersebut awalnya dinamai menurut perusahaan perlengkapan kantor Staples, yang berbasis di Massachusetts, sejak dibuka pada 1999.

Perubahan nama akan menyambut pertandingan Brooklyn Nets saat menantang LA Lakers mendatang, sementara branding Staples Center akan dihapus pada Juni 2022.

“Dalam beberapa tahun ke depan, orang-orang akan melihat kembali momen ini sebagai momen ketika kripto melintasi jurang ke arus utama,” kata CEO Crypto.com Kris Marszalek mengatakan kepada LA Times. “Ini adalah langkah brilian dari orang-orang di AEG, karena dekade berikutnya adalah milik kripto.”

Sementara itu, salah satu bintang Clippers, Paul George, kurang yakin dengan langkah tersebut.

"Aku tumbuh dengan, Staples Center menjadi tempat bermain dan tempat yang tepat, pasti akan aneh. Itu adalah lokasi yang sama, tapi itu seperti menghapus sejarah di sini…Untung kita tak akan lama di sini,” katanya dikutip terpisah dari The Verge.

Crypto.com Arena bukan stadion pertama yang dinamai merek cryptocurrency. FTX, pertukaran mata uang kripto yang berbasis di Hong Kong, juga menandatangani kesepakatan tahun ini dengan Miami Heat dan otoritas lokal. FTX menggelontorkan dana senilai USD 135 juta untuk memperoleh penggunaan nama arena selama 19 tahun. Nama arena pun sudah berubah, dari American Airlines Arena menjadi FTX Arena.(*)

Related Articles
Sport
Los Angeles Lakers Juara NBA 2020

Sport
Penghormatan Luar Biasa untuk Kobe Bryant dan Gianna di Laga Kandang Lakers

Sport
Ini isi Pidato Penuh Tangis Michael Jordan tentang Kobe Bryant