Lifestyle

Ingin Bakar Kalori dengan Berjalan? Ini Cara Paling Efektif

Dwiwa

Posted on November 15th 2021

Banyak ahli kesehatan merekomendasikan agar kita berjalan kaki setidaknya 10 ribu langkah setiap hari agar tetap sehat. Tetapi kita mungkin penasaran, berapa banyak kalori yang dibakar saat berjalan.

Beberapa perangkat dan kalkulator online yang dapat menilai berapa banyak kalori yang terbakar saat berjalan saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Tetapi menurut penelitian, alat tersebut tidak sepenuhnya akurat.

Dilansir CNN, sebuah studi dalam Journal of Applied Physiology menemukan jika faktanya kebanyakan orang membakar lebih banyak kalori dibanding yang dilaporkan alat pemantau kebugaran. Dalam 97 persen kasus yang diperiksa, terlalu sedikit kalori yang terbakar yang dilaporkan.

 

Jadi, seberapa banyak sebenarnya kalori yang dibakar saat berjalan?

Kalori akan terbakar lebih banyak ketika kita melakukan latihan intensitas tinggi yang membuat jantung berdetak lebih cepat. Sementara berjalan kaki merupakan latihan intensitas sedang. Untuk mendapatkan manfaat pembakaran kalori paling banyak, berjalan dengan kecepatan tinggi secara konsisten yang membuat jantung terpompa tampaknya paling masuk akal.

Tetapi ada penelitian yang menunjukkan jika mengubah kecepatan untuk memvariasikan intensitas selama berjalan, menambah tingkat metabolisme sebesar 6 hingga 20 persen lebih banyak daripada mempertahankan kecepatan yang sama.

National Institutes of Health juga melaporkan jika ketika menggunakan berjalan untuk meningkatkan kesehatan, mengambil langkah jauh lebih penting daripada intensitas keseluruhan yang digunakan untuk mencapainya. Kalian juga perlu memperhatikan detak jantung dan apa yang dirasakan ya.

Peralatan canggih yang dipakai dapat memberikan gambaran kemajuan berapa banyak kalori yang sudah dibakar. Memakai alat pelacak kebugaran untuk memantau detak jantung target dapat membantu memaksimalkan manfaat pembakaran kalori dan peningkatan kesehatan dari jalan kaki.

American College of Sports Medicine menempatkan detak jantung target untuk aktivitas fisik sedang pada 64 persen hingga 76 persen dari detak jantung maksimum. Karena berjalan kaki bukan latihan intensitas tinggi, kalian akan mendapatkan pembakaran kalori terbesar dengan melakukannya dengan intensitas sedang. Itu artinya kalian berjalan cepat secara kontinu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan untuk memperkirakan detak jantung berdasarkan usia, kurangi 220 dengan usia kalian. Jadi misalnya kalian berusia 20 tahun, maka perkiraan detak jantung maksimum dihitung sebagai 220 dikurangi 20, yakni 200.

Sesuai contoh usia 20 tahun, detak jantung intensitas sedang akan bekisar antara 128 dan 152 denyut per menit. Selama melakukan latihan jenis ini, kalian akan merasa laju pernapasa meningkat tetapi harusnya masih bisa berbicara dengan kalimat lengkap.

Karena menurut penelitian yang disebutkan tadi menunjukkan metabolisme akan lebih besar dengan intensitas bervariasi, kalian perlu memasukkan intensitas tinggi dengan durasi singkat selama berjalan.

Sementara untuk intensitas ringan, ACSM menyebut jika detak jantung berada di kisaran 57 hingga 63 persen. Untuk orang berusia 20 tahun itu berarti 114 hingga 126 denyut perdetik, yang terasa sangat nyaman di mana kalian bisa mengobrol dengan baik.

Selain itu, latihan dengan intensitas sedang hingga rendah cenderung membakar lebih banyak lemak. Ketika berjalan dengan intensitas ringan dengan detak jantung sekitar 57 hingga 63 persen, kalian cenderung menggunakan lemak untuk bahan bakar. Kalori yang dibakar mungkin lebih sedikit, tetapi itu bisa jadi berasal dari lemak.

Postur saat berjalan juga memegang peranan penting loh. Saat kalian berjalan dengan postur yang baik, mengayunkan lengan ke depan dan belakang, dan mendistribusikan berat badan secara merata penting untuk memastikan aktivitas kita bermanfaat untuk kesehatan. Berjalan dengan postur buruk dapat menyebabkan nyeri kronis dan bahkan cidera.

Gampang banget yah membakar kalori dengan berjalan kaki. Cocok nih buat kalian yang sedang dalam masa peralihan menuju gaya hidup sehat. Selain mudah, latihan ini juga murah dan bisa dilakukan di mana pun tanpa memerlukan alat khusus. (*)

Artikel Terkait
Lifestyle
3 Latihan Terbaik untuk Singkirkan Lemak dari Perut

Lifestyle
Berusia 20-an? Hal Ini Wajib Kalian Lakukan Agar Tetap Fit Saat Tua

Interest
Biar Badan Nggak Melar, Begini Cara Jitu Jaga Pola Makan Usai Ramadhan