Interest

NASA Peringatkan Asteroid Raksasa Mendekat ke Bumi Desember Mendatang

Jingga Irawan

Posted on November 15th 2021

Credit: NASA

NASA telah memperingatkan sebuah asteroid setinggi Menara Eiffel meluncur menuju Bumi. Dilansir Salisbury Journal, Minggu (14/10), batu ruang angkasa berpotensi berbahaya yang disebut 4660 Nereus itu akan melewati bumi pada bulan Desember mendatang.

Tapi haruskah kita khawatir dan bagaimana NASA tahu asteroid ini bisa berbahaya bagi planet kita?

Pada 11 Desember 2021, asteroid 4660 Nereus sepanjang 330m akan melewati bumi dengan kecepatan 6,58 kilometer per detik pada jarak 2,4 juta mil. Meskipun jarak tersebut terdengar sangat jauh, NASA telah mengklasifikasikan asteroid itu sebagai objek dekat bumi yang "berpotensi berbahaya.”

Hal ini karena ukuran asteroid lebih besar dari 150m dan akan mendekati bumi kurang dari setengah jarak dari bumi ke matahari (sekitar 93 juta mil), yang berarti setiap penyimpangan kecil dalam orbitnya dapat menempatkannya pada jalur tabrakan dengan planet kita.

Meskipun 4660 Nereus tampaknya tak menimbulkan ancaman serius pada tahun 2021, ia akan datang lebih dekat ke bumi di masa depan. Pada Februari tahun 2060, asteroid itu akan datang dalam jarak 745.000 mil dari bumi.

Bagaimana NASA melacak asteroid yang 'berbahaya'?

NASA melacak asteroid yang dapat menghancurkan bumi melalui Pusat Studi Objek Dekat Bumi.

Sejak 1968, lembaga itu telah melacak lebih dari 1.000 asteroid yang melintas di dekat planet asal kita menggunakan radar dan teknik yang memungkinkan NASA memetakan orbit, ukuran, dan bentuk batuan ruang angkasa secara akurat.

Dengan menggunakan teleskop, NASA juga telah memetakan 27.323 asteroid yang bisa mendekati bumi. Termasuk dalam jumlah ini adalah 9.886 asteroid yang berukuran 140m atau lebih besar dan 891 yang berukuran lebih dari satu kilometer.

NASA mengatakan tak ada gerakan signifikan salah satu dari asteroid ini akan menabrak bumi dalam 100 tahun ke depan. Tapi diperkirakan ada lebih dari 25.000 objek dekat bumi di ruang angkasa yang berukuran lebih dari 140m, yang berarti ada kurang dari setengah asteroid berpotensi fatal di luar sana.

Dengan melacak asteroid-asteroid ini dan mencari tahu lebih banyak tentang ukuran, bentuk, massa, struktur, dan bahan penyusunnya, Badan Antariksa AS berharap dapat menentukan metode bagaimana kita dapat mengalihkannya jika itu mengancam bumi.

Apa itu asteroid?

Asteroid adalah pecahan batu yang tersisa dari saat tata surya terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Sebagian besar batuan ini mengorbit matahari antara Mars dan Jupiter, dengan para ilmuwan memperkirakan ada jutaan asteroid di bagian ruang angkasa ini, beberapa di antaranya berukuran ratusan kilometer.

Terkadang, asteroid mengubah orbitnya jika dipengaruhi oleh tarikan gravitasi planet. Mereka juga dapat bertabrakan satu sama lain dalam peristiwa yang dapat menyebabkan pecahan batu ruang angkasa menjadi lebih kecil, tetapi berpotensi mematikan.

Ini adalah salah satu asteroid liar, yang diyakini berukuran sekitar enam mil, dan memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu dan menyebabkan dominasi mamalia di planet ini.(*)

Artikel Terkait
Tech
Tiongkok Bakal Tabrak Asteroid yang Mengancam Bumi

Tech
NASA Kirim Pesawat Ruang Angkasa untuk Jelajahi Asteroid di Sekitar Jupiter

Interest
Ini Bukan Cerita Film, Asteroid Besar Mungkin Tabrak Bumi 48 Tahun Mendatang