Interest

Perubahan Iklim Bawa Ancaman Kesehatan yang Lebih Mengerikan dari Covid-19

Dwiwa

Posted on November 10th 2021

Pandemi Covid-19 yang kita alami selama hampir dua tahun terakhir terasa begitu mengerikan dan mematikan. Tetapi di masa depan, mungkin akan ada hal lebih mengerikan yang mengancam kesehatan manusia yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

Dilansir dari Reuters, sejumlah panelis pada pembicaraan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau COP26 di Glasgow memperingatkan tentang meningkatnya ancaman kesehatan terkait iklim seperti penyakit, sengatan panas, dan polusi udara.

Tetapi mereka juga menyebut sistem kesehatan di negara-negara kaya sebagai bagian dari masalah, karena sektor perawatan kesehatan bertanggung jawab hingga 5 persen dari emisi karbon global.

“Kita perlu mengenali peran sistem kesehatan sebagai penghasil emisi,” kata Rachel Levine, asisten menteri kesehatan AS. “Kita tidak dapat mundur dan hanya memberi tahu orang lain apa yang harus mereka lakukan untuk melindungi pasien kami.”

Sumber utama emisi dari sektor kesehatan termasuk manufaktur dan transportasi barang-barang medis, serta pembangunan dan pengoperasian rumah sakit dan klinik.

Pada  Selasa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan lusinan pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi emisi dalam sistem kesehatan mereka atau beralih sepenuhnya ke nol. Pembicara juga meminta negara-negara untuk bersiap-siap menghadapi lebih banyak penyakit dan korban terkait iklim.

Saat ini, perubahan iklim telah memperburuk ketahanan pangan dan air, sementara gelombang panas dan banjir yang mematikan sedang menguji masyarakat di seluruh dunia. Sistem medis sering kewalahan.

Duta Besar Fiji untuk PBB Satyendra Prasad menggambarkan tantangan untuk menjaga fasilitas medis tetap terbuka di tengah badai super dan banjir yang melanda negara kepulauan Pasifik itu.

“Sungguh tragis ketika dokter dan perawat sendiri dievakuasi, padahal mereka seharusnya memberikan layanan garis depan,” katanya.

Dia menambahkan jika Fiji juga melihat lebih banyak penyakit yang ditularkan melalui air dalam banjir setelah badai.

Prasad mengatakan jika negara-negara yang rentan membutuhkan uang untuk memindahkan fasilitas medis ke tempat yang lebih tinggi serta untuk melatih para profesional kesehatan untuk menangani masalah kesehatan terkait iklim.

Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, sekarang duta besar WHO untuk keuangan kesehatan global, meminta negara-negara kaya untuk menepati janji mereka untuk menyediakan USD 100 miliar per tahun dalam pembiayaan iklim untuk negara-negara miskin. Uang itu, katanya, dapat digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan di seluruh dunia.

Sementara itu para dokter mengatakan cara terbaik untuk mencegah peningkatan bahaya kesehatan masyarakat adalah dengan memenuhi tujuan Perjanjian Paris 2015 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

Sebuah editorial di 233 jurnal kesehatan mendesak hal yang sama, mengatakan bahwa melewati ambang 1,5 derajat Celcius berisiko menimbulkan bencana bagi kesehatan yang tidak mungkin untuk dikembalikan seperti sebelumnya.

“Meskipun Covid telah menjadi penyakit mematikan, perubahan iklim akan merenggut lebih banyak nyawa dalam 50 hingga 100 tahun ke depan daripada apa pun yang akan dilakukan penyakit [virus corona],” kata Brown. "Kita perlu menjaga untuk tetap berada di 1,5 derajat untuk menjaga jutaan orang tetap hidup." (*)

Artikel Terkait
Interest
Bagaimana Perubahan Iklim Merusak Kesehatan Kita?

Interest
Di Masa Depan, Dunia Mungkin Mengalami 560 Bencana Besar Setiap Tahun

Interest
Covid-19 Sempat Hentikan Emisi Karbon, Tetapi Kini Mulai Kembali Meningkat