Tech

NASA Tunda Pendaratan Manusia di Bulan Hingga 2025

Jingga Irawan

Posted on November 10th 2021

Credit: The Verge

NASA kembali memundurkan tanggal targetnya untuk membawa manusia ke Bulan. Dilansir The Verge, Rabu (10/10), alih-alih 2024 seperti yang direncanakan semula, NASA akan mengirim misi pada 2025. Langkah itu diambil setelah tuntutan hukum baru-baru ini atas kontrak pendarat bulan agensi, perubahan pada ruang lingkup beberapa program serta pandemi Covid-19.

Badan antariksa AS itu merencanakan misi kembalinya manusia ke bulan dengan program andalannya, yang disebut Artemis. Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, NASA berharap dapat mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama di Bulan dekade ini sambil mempelajari cara untuk hidup dan bekerja di permukaan bulan.

Artemis mengandalkan rangkaian kendaraan yang rumit, termasuk Sistem Peluncuran Luar Angkasa, atau SLS, roket baru hasil kembangan NASA yang dirancang untuk mengirim orang ke luar angkasa di dalam kapsul baru Orion.

Pada April tahun ini, NASA juga memberikan kontrak sebesar USD 2,9 miliar kepada SpaceX untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa bernama Starship yang berfungsi mendaratkan manusia di permukaan Bulan.

Rencana pendaratan 2024 itu ditetapkan saat masa pemerintahan Trump. Pada tahun 2019, Wakil Presiden saat itu, Mike Pence, menantang NASA untuk mempercepat jadwal Artemis pada 2024. Target awal seperti itu mendapat pengawasan ketat, dengan banyak kritikus meragukan bahwa NASA dapat bekerja tepat waktu.

Pertama, roket SLS terus tertunda sepanjang masa pakainya. Awalnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2017, tetapi penerbangan debut roket saat ini dijadwalkan pada Februari 2022. Sementara itu, masih banyak teknologi yang perlu diciptakan NASA untuk membuat pendaratan di Bulan terjadi, terutama pakaian luar angkasa baru yang akan dikenakan para astronot di pesawat dan permukaan bulan.

Terlepas dari masalah ini, kepemimpinan NASA tak segera menghapus tanggal pendaratan ketika pemerintahan Biden mengambil alih.  Administrator NASA Bill Nelson berjanji untuk memberikan pembaruan pada timeline Artemis sebelum akhir tahun, dan NASA akhirnya mengakui baru-baru ini bahwa tujuan 2024 tak mungkin tercapai.

Drama seputar pendarat bulan juga menyebabkan masalah. NASA awalnya ingin memberikan kontrak kepada dua perusahaan untuk membangun pendarat bulan manusia dan memiliki lebih dari satu opsi. Agensi tersebut bahkan mempersempit pemilihan menjadi tiga finalis: SpaceX milik Elon Musk, Dynetics, dan Blue Origin, perusahaan yang dikelola Jeff Bezos.

Tetapi setelah menerima dana lebih sedikit dari kongres AS, NASA hanya memberikan satu kontrak kepada SpaceX, sehingga membuat Blue Origin memprotes dan kemudian mengajukan gugatan atas keputusan tersebut di pengadilan federal.

Masalah itu memainkan peran penting dalam penundaan hingga 2025, karena menghentikan NASA dan SpaceX bekerja sama dalam proyek pendarat bulan.

"Kami telah kehilangan hampir tujuh bulan dalam litigasi, dan itu benar telah mendorong pendaratan manusia pertama, kemungkinan tak lebih awal dari 2025," kata administrasi NASA Bill Nelson, selama konferensi pers.

Sekarang, NASA telah mengubah tanggal peluncuran terbesarnya di bawah program Artemis. Peluncuran pertama adalah Artemis I, yang baru-baru ini dikatakan NASA akan terbang awal tahun depan. Penerbangan itu akan menandai debut SLS, yang akan membawa kapsul Orion tanpa awak mengelilingi Bulan dalam perjalanan beberapa minggu.

Penerbangan ini adalah demonstrasi besar untuk menunjukkan bahwa kendaraan itu aman dan mampu membawa orang. Penerbangan besar berikutnya adalah Artemis II, yang serupa tetapi dengan orang-orang di dalamnya. NASA hari ini mengumumkan bahwa Artemis II tak akan diluncurkan paling cepat hingga Mei 2024. Awalnya, NASA berharap untuk menerbangkannya pada tahun 2023.

Kemudian, diperkirakan, pendaratan di bulan akan terjadi paling cepat pada tahun 2025. NASA juga mengumumkan hari ini bahwa mungkin ada pendaratan Starship tanpa awak dengan orang-orang di dalamnya. Namun, NASA tak memberikan rincian detailnya, dengan alasan kurangnya komunikasi antara SpaceX dan NASA selama proses pengadilan.

Sementara itu, SpaceX telah bekerja keras membangun dan mengembangkan prototipe Starship di lokasi peluncurannya di Boca Chica, Texas, karena perusahaan sedang dalam waktu dekat memasuki penerbangan uji orbital pertama kendaraan tersebut. (*)

Related Articles
Tech
NASA Bakal Bawa Orang Kulit Berwarna Pertama ke Bulan dalam Misi Artemis

Tech
NASA Umumkan 10 Kandidat Astronot yang Akan Terbang ke Bulan

Tech
Sukses Luncurkan Inspiration4, SpaceX Kirim Warga Sipil ke Ruang Angkasa