Current Issues

Pil Covid-19 Molnupiravir Bakal Datang Desember, Menkes: Harga di Bawah Sejuta

Dwiwa

Posted on November 8th 2021

Merck & Co Inc/Handout via REUTERS

Obat Molnupiravir diprediksi akan datang ke Indonesia pada Desember mendatang. Dalam rapat kerja bersama DPR RI pada Senin (8/11), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap jika sebanyak 600 ribu sampai 1 juta tablet Molnupiravir telah dibeli pemerintah guna mengantisipasi lonjakan kasus yang diprediksi terjadi akhir tahun.

Menurut Budi, harga yang dibanderol untuk Molnupiravir ini tidak teralu mahal. Berdasarkan hasil perhitungan, harganya sekitar USD 40 sampai USD 50 atau kurang dari Rp 1 juta.

Budi menjelaskan jika dirinya sudah ke Amerika dan membuat kesepakatan dengan Merck untuk membeli dulu sementara 600 sampai 1 juta tablet bulan untuk Desember. Hal ini sebagai antisipasi jika sampai terjadi lonjakan kasus Covid-19, setidaknya obatnya sudah ada.

Meskipun kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan signifikan sejak beberapa minggu terakhir, tetapi ada kekhawatiran terjadinya gelombang ketiga jelang Natal dan Tahun Baru.

Tidak hanya mengimpor produk jadi, Budi mengatakan jika pihaknya telah bernegosiasi dengan perusahaan Merck untuk mendapatkan lisensi. Jika lisensi ini bisa didapat, nantinya Molnupiravir dapat diproduksi di Indonesia.

Molnupiravir sendiri merupakan obat Covid-19 eksperimental buatan dari Merck & Co. Hasil uji klinis menunjukkan jika obat ini efektif melawan berbagai varian virus corona baru yang saat ini sudah teridentifikasi.

Merck mengatakan pilnya menurunkan kemungkinan rawat inap atau kematian sekitar 50 persen pada pasien yang berisiko sakit parah. Untuk pengobatannya, Molnupiravir diberikan sebanyak 8 tablet setiap hari dan dikonsumsi selama lima hari.(*)

Related Articles
Current Issues
Pil Covid Pfizer Diklaim Kurangi Risiko Rawat Inap dan Kematian Hampir 90 Persen

Current Issues
Pil Covid-19 Pfizer Dapat Izin Penggunaan Darurat di AS, Bisa Digunakan di Rumah

Current Issues
Merck dan Pfizer Sama-sama Bikin Pil Covid-19, Apa Bedanya?