Interest

Boleh Nggak Sih Kita Tidur Bareng Hewan Peliharaan?

Dwiwa

Posted on November 7th 2021

Hewan peliharaan telah menjadi salah satu teman terbaik yang dimiliki oleh manusia. Tidak jarang, karena begitu sayang, kita sering mengajak hewan peliharaan untuk tidur bersama. Tapi, boleh nggak sih itu dilakukan?

Dilansir dari CNN, kepala petugas dokter hewan untuk Komunitas Hewan Amerika Utara Dr Dana Varble mengatakan umumnya sangat baik bagi hewan peliharaan untuk tidur dengan pemiliknya.

Dia menjelaskan, hewan peliharaan yang berbagi tempat tidur dengan pemiliknya cenderung memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi dan ikatan yang lebih erat kepada majikannya. Bagi mereka, ini adalah kepercayaan yang besar.

“Anjing dan kucing yang memiliki ikatan lebih erat dengan pemiliknya mendapatkan manfaat kesehatan tambahan, termasuk peningkatan neurotransmiter yang bermanfaat seperti oksitoksin dan dopamin, hormon perasaan baik,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah berbagi ranjang dengan hewan peliharaan baik untuk manusia?

Para ahli umumnya akan mengatakan TIDAK. Sebab mungkin kualitas tidur akan terganggu. Dr Vsevolod Polotsky, direktur penelitian tidur dan profesor di departemen kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins mengatakan hewan bisa bergerak, menggonggong dan mengganggu tidur.

Dia menambahkan jika tidur pada anjing dan kucing tidak terus menerus dan mereka pasti akan bangun dan berjalan, menginjak manusia. Semua aktivitas itu menyebabkan tidur terganggu.

“Bangun tidur mikro ini, yang dapat terjadi tanpa kita sadari, mengganggu karena membuat kalian bangun dari tidur nyenyak,” ujar Kristen Knutson, profesor neurologi dan pencegahan kedokteran di Northwestern University Feinberg School of Medicine. “Mereka telah dikaitkan dengan pelepasan hormon stres, kortisol, yang dapat membuat tidur lebih buruk.”

Hal itu mungkin benar bagi sebagian besar dari kita, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hewan peliharaan di kamar tidur dapat bermanfaat bagi sebagian lainnya.

“Orang dengan depresi atau kecemasan dapat mengambil manfaat dari berbagi tempat tidur karena hewan peliharaan adalah bantal besar, selimut besar, dan mereka mungkin merasa bahwa makhluk berbulu yang nyaman, enak dipeluk, mengurangi kecemasan,” ujar dokter spesialis tidur Raj Dasgupta, asisten profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Data yang dikumpulkan pada 2017 dari Mayo Clinic Center for Sleep Medicine di Phoenix menemukan lebih dari setengah pemilik hewan peliharaan yang tidur bersama hewan peliharaan mereka datang ke klinik dan umumnya mengatakan hewan tersebut tidak mengganggu atau bahkan bermanfaat untu tidur.

Tetapi sekitar 20 persen percaya bahwa teman berbulu mereka membuat tidur jadi lebih buruk.

Studi pada 2017 lainnya menempatkan pelacak tidur pada anjing dan manusia pemiliknya untuk mengukur kualitas istirahat keduanya. Hasilnya, orang-orang yang berbagi tempat tidur dengan anjingnya mendapat istirahat yang layak, begitu juga dengan anjingnya.

Anak-anak juga dapat mendapatkan manfaat tidur bersama dengan hewan peliharaan. Sebuah studi pada 2021 yang meneliti remaja berusia 13-17 tahun menemukan jika anak-anak yang tidur bersama dengan hewan peliharaannya tampaknya kualitas tidurnya tidak terpengaruh.

“Faktanya, orang yang sering tidur bersama menunjukkan profil tidur yang serupa dengan mereka yang tidak pernah tidur dengan hewan peliharan,” tulis para penulis.

Dr. Bhanu Prakash Kolla, spesialis pengobatan tidur di Center for Sleep Medicine di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota mengatakan jika itu artinya berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan tidak selalu buruk.

“Ada kenyamanan psikologis yang signifikan dengan memiliki hewan peliharaan di dekat kita, yang dapat membantu memulai dan mempertahankan tidur,” ujar Kolla.

Tetapi dia menambahkan, jika pasien melaporkan gerakan atau aktivitas lain dari hewan peliharaannya mengganggu tidur mereka, disarankan untuk mencoba alternatif lain untuk hewan peliharaan di malam hari dan dilihat apakah itu membantu tidur mereka.

Nah, jika berencana untuk membawa bayi berbulu ke tempat tidur, psikolog klinis dan spesialis tidur Michael Breus, menyarankan untuk mencobanya terlebih dahulu selama beberapa malam. Jadi kalian bisa mempertimbangkan sebelum memutuskan apakah itu baik atau tidak.

Tetapi di sisi lain, ada sebagian dari kita yang sebaiknya menghindari untuk terlelap bersama hewan peliharaan.

“Hal ini sangat berbahaya pada orang dengan insomnia atau pada pasien dengan gangguan tidur lainnya – pasien dengan fase tidur tertunda (night owl) atau bahkan pada orang dengan sleep apneal, yang terbangun karena henti napas dan kemudian tidak bisa kembali tidur,” ujar Polotsky.

Dia menambahkan jika insomnia adalah yang paling rentan. Meski tidur bersama hewan peliharaan tidak serta merta memicu insomnia, tetapi mungkin dapat melanggengkannya. Setiap kali siklus tidur terganggu, kemampuan otak untuk memperbaiki diri pada tingkat sel, mengkonsolidasikan ingatan, menyimpan informasi baru, dan menyiapkan tubuh untuk kinerja optimal juga terganggu.

Selain itu jika kalian memiliki asma, alergi, atau penyakit paru obstruktif kronik, tidur dengan bola bulu bisa menjadi mimpi buruk.

Dasgupta menjelaskan meskipun bulu hewan peliharaan tidak rontok, tetapi ada alergen di liur dan juga kulit anjing. Itu artinya kalian akan terpapar alergen selama delapan jam di malam hari dan mengalami mata berair dan hidung tersumbat. Gerakan hewan juga bisa membuat tidur tidak nyenyak.(*)

Related Articles
Interest
Punya Alergi Tapi Ingin Pelihara Hewan? Begini Caranya

Interest
Peliharaanmu Bertingkah Aneh Selama Karantina? Begini Cara Mengatasinya

Interest
Hewan Pendukung Emosional Bisa Beri Dukungan Positif Bagi Emosi Manusia