Lifestyle

5 Pertanyaan yang Harus Ditanyakan ke Diri Sendiri Saat Cemas Berlebihan

Kezia Kevina Harmoko

Posted on November 7th 2021

(Foto: Storyset/Freepik)

Merasa cemas atau khawatir berlebih terkadang benar-benar membuat kita sulit mengambil langkah. Umumnya kita mencemaskan sesuatu yang erat dengan prediksi masa depan, entah itu kemampuan diri, hasil tes, dan lain-lain.

Nah, ada beberapa pertanyaan yang bisa kita tanyakan ke diri sendiri saat merasa cemas berlebih. Pertanyaan ini dirangkum oleh psikiatri bernama Dimitrios Tsatiris, seperti yang dilansir dari Psychology Today.

1. Kenapa kita khawatir?

Terkadang kita cemas berlebih tanpa alasan yang jelas bukan? Mangkanya pertanyaan satu ini penting banget. Kita perlu mengetahui apa yang membuat kita cemas untuk mengurangi kecemasan itu sendiri. Kalau penyebabnya belum diketahui, sulit untuk kita langsung menghilangkan kecemasan.

Tindakan yang bisa dilakukan adalah mendata hal-hal apa saja yang membuat kita khawatir. Kalau dirasa semua hal bikin kita cemas, tulis aja dulu. Setelah dituliskan, kita bisa melihat mana yang paling penting dan membutuhkan perhatian segera. Pilih tiga hal aja yang perlu segera diselesaikan.

2. Seberapa mungkin hal tersebut terjadi?

Setelah menemukan hal-hal yang sangat bikin kita cemas, pikirkan kemungkinan hal-hal tersebut bisa terjadi. Kadang kalau sudah cemas kita otomatis berpikir 100% yang buruk bakal terjadi, padahal enggak juga. Menyadari kemungkinan-kemungkinan lain akan hal yang kita khawatirkan bisa mengurangi kecemasan.

Maka dari itu, jangan pendam semua kecemasan sendiri. Ceritakan juga ke orang yang dapat dipercaya. Misal kalau cemas dengan kondisi kesehatan, konsultasikan ke tenaga medis, jangan terlalu banyak browsing apalagi melakukan self-diagnose.

3. Apa yang bisa kita lakukan untuk menurunkan kemungkinannya?

Setelah memperkirakan persentase hal-hal yang kita khawatirkan terjadi, kita susun deh beberapa langkah yang bisa dilakukan buat mencegahnya. Menyusun rencana ini bikin kita fokus pada kontrol. Misal kita teramat cemas melewati jalan tol. Maka lakukan beberapa antisipasi seperti tidak berkendara dengan kecepatan tinggi dan beristirahat sebelum berkendara. Catat beberapa langkah tersebut agar kita bisa ingat melakukannya saat cemas.

4. Ketika hal terburuk terjadi, apa kita bisa melewatinya?

Kadang worst case scenario memang dapat terjadi. Tentunya kita sangat tidak mengharapkan dikeluarkan dari sekolah, kehilangan pekerjaan, atau ditinggalkan orang tercinta. Coba ingat-ingat apakah di masa lalu kita pernah merasakan situasi serupa. Pengalaman yang mirip akan membantu kita menghadapi pengalaman serupa di saat ini dan masa depan. Cari bukti bahwa kita memiliki ketangguhan dan kemampuan untuk bertahan.

5. Seberapa harga yang harus kita bayar karena cemas?

Kadang kita takut mengambil keputusan karena risiko yang kita pikirkan akan terjadi. Namun, tidak mengambil risiko juga sebuah risiko. Mungkin kita gak terlibat kepanitiaan karena takut nggak bisa atur jadwal. Akibatnya tentu kita gak bisa melatih soft skill melalui kepanitiaan itu. Kita sendiri yang tahu yang terbaik untuk diri memang, tapi jangan fokus ke kemungkinan terburuk aja ya~

Itu dia beberapa pertanyaan yang bisa kita tanyakan saat merasa cemas berlebih. Kalau kamu merasa kecemasanmu sudah sangat mengganggu kegiatan sehari-hari, ada baiknya buat konsultasi ke psikolog atau psikiater ya! (*) 

Related Articles
Entertainment
7 Cara Mudah Mengurangi Kecemasan dengan Imajinasi Kreatif

Lifestyle
5 Kebiasaan Akibat Cemas yang Bisa Jadi Berawal dari Trauma

Lifestyle
5 Cara Memanfaatkan Kecemasan untuk Kebaikan Diri, Bisa Banget!