Interest

Ngerasain Langsung Serunya Student Exchange!

Nabil Nur Adha

Posted on September 24th 2018

Pernah nggak sih kalian punya impian untuk ke luar negeri? Dari sekedar ngeliat menara Eiffel atau mungkin patung Liberty? Sekarang mimpi kalian itu sangat mungkin untuk diraih loh! Caranya? ikut program Student exchange / Pertukaran Pelajar!

 

Mahasiswa Pertukaran dengan Bendera Negara masing-masing(Photo by : Unigo)

Disini gue ingin menceritakan pengalaman sebagai salah satu siswa yang beruntung berkesempatan untuk menimba ilmu di negara luar melalui program pertukaran pelajar. Kenalin nama gue Nabil Nur Adha dan dulu gue sempat menjadi salah satu siswa pertukaran pelajar ke negara Amerika Serikat dengan penempatan di negara bagian Wisconsin. Menurut gue jadi siswa pertukaran rasanya ada manis, ada asemnya juga yah sama deh kayak kehidupan percintaan gue deh hahaha. Nih, gue kasih bocoran gimana caranya sampai bisa ngerasain pertukaran pelajar langsung ke Amerika Serikat. Check it out!

Sekarang udah banyak banget program pertukaran yang bisa diikuti oleh pelajar, dengan berbagai macam negara tujuan dan misi yang berbeda-beda tentunya. Sebagai seorang calon siswa pertukaran seharusnya kita meneliti terlebih dahulu program pertukaran mana yang kita ingin ikuti. Biasanya program pertukaran pelajar memiliki proses seleksi untuk para pendaftarnya jadi kita harus menyiapkan diri kita sebaik mungkin agar dapat lolos seleksi dan bisa berangkat ke negara impian kita. Nggak jarang juga ada program pertukaran yang fully funded jadi kita ga perlu bayar seperser pun!. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pertukaran apa saja yang terkenal akan dibahas di bagian 1a yaaa

 

 1a. Program pertukaran yang bisa diikuti oleh siswa SMA dan sederajat

 

1. Bina antarbudaya - AFS (American Field Service)

Bina Antarbudaya adalah lembaga nirlaba non-pemerintah yang mengelola salah satu program pertukaran pelajar terbesar di Indonesia, kebetulan saya juga alumni dari program AFS-USA yang merupakan salah satu dari banyak program pertukaran yang dimiliki oleh mereka. untuk program AFS, negara tujuan pertukaran bisa memilih dari benua Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika. Program AFS adalah program Half-funded yang berarti akan ada beberapa biaya yang harus dibayarkan untuk mengikuti progam ini. Seleksi untuk program AFS Bina Antarbudaya diadakan setiap tahun, untuk info lebih lanjut mengenai AFS dapat diliat di http://www.bina-antarbudaya.or.id/en/news/detail/pendaftaran-seleksi-bina-antarbudaya-year-program-2017-2018.html

 2. Bina antarbudaya - KL YES ( Youth Exchange Studies ) 

KL YES juga merupakan salah satu program dari Bina Antarbudaya yang merupakan program Fully-funded dimana apabila kalian lulus seluruh tahap seleksi nya kalian akan diberangkatkan dengan biaya ditanggung penuh!. Namun untuk KL YES Negara tujuan yang tersedia hanya negara Amerika Serikat karena program ini merupakan hasil kerjasama dengan kementrian Amerika Serikat. Karena program KL YES ini merupakan program yang ditanggung penuh biayanya peminat nya pun jauh lebih banyak dari AFS dan tahap seleksinya lebih ketat. untuk info lebih lanjut mengenai KL-YES dapat diliat di http://www.afsindonesia.org/en/pages/kl-yes-program.html

Setelah kalian dinyatakan lulus program pertukaran, kalian akan diberitahukan mengenai tanggal keberangkatan kalian menuju negara tujuan. Di sini masalah packing menjadi hal penting yang nggak boleh dianggap enteng lho! karena sebagai pendatang kita tentunya perlu bawa seluruh keperluan kita yang dibutuhkan selama menjadi seorang exchange students. Nggak perlu bawa terlalu banyak bajuu karena bisa beli sewaktu di sana jadi mending bawa oleh oleh dan cinderamata dari Indonesia. Jangan lupa kalo perjalanan kalian memakai pesawat akan makan waktu cukup lama tergantung negara tujuan, kalo ke AS dari bandara Soekarno-Hatta butuh waktu +- 20 Jam dan harus transit dulu di Dubai hmmm capek juga... tapi asyik kok!

Foto sebelum dilepas Keluarga Tercinta (Photo by : Nbl)

 

Pada saat kalian pertama kali mendarat di negara tujuan kalian, pastinya kalian akan merasa campur aduk senang, sedih, gugup, takut, dll. Di hari pertama inilah kalian akan bertemu dengan host family yang akan menjadi pengganti orang tua kalian selama berada disana. Biasanya host family terdiri dari host mom, host dad, dan host siblings yang akan siap sedia menjaga dan menyayangi kalian selama program exchange berlangsung!

Foto bersama Hostfamily Keluarga See's (Photo by : Nbl)

Nahh setelah bertemu dengan Hostfamily, kita juga tentunya akan menjalani kehidupan layaknya anak sekolah di sana. Dimana kita akan belajar dan bergaul di lingkungan sekolah. Exchange students biasanya akan diperkenalkan oleh kepala sekolah kepada seluruh siswa di sana. Tentunya sebagai seorang pendatang akan ada banyak orang yang penasaran dari mana kalian berasal, usahakan untuk jadi orang yang suka berbagi cerita dan mengenalkan Indonesia kepada orang di luar sana ya!

Foto Bersama Teman Teman pada saat perayaan tahun baru (Photo by : Nbl)

Pada masa pertukaran pelajar nanti, apalagi di tengah tengah masa program ada masa dimana kita menjadi kangen rumah (homesick). Menurut gue ini normal normal saja karena kita juga rindu dengan keluarga asli kita di Indonesia, Rindu masakan mamah di rumah, rindu makan sambel sama tempe, dan juga rindu saudara dan sepupu yang ada di Indonesia. Namun, sebagai seorang student exchange ada baiknya kita tidak berlarut larut dalam kerinduan, karena toh masih banyak hal hal baru yang belum dijelajahi di Negara tujuan exchange kalian, luangkanlah waktu untuk mencoba hal baru, menambah banyak teman, dan belajar bahasa asing selama di Negeri Asing. Supaya nanti pulang pulang ke rumah bisa banyak bawa cerita dan pengalaman untuk dibagi dan diaplikasikan di negara sendiri ya!

Foto lagi galau mikirin rumah (Photo by : Nbl)

Tunggu Apa Lagi? Ayo Beranikan dirimu untuk mencoba menjelajah dunia yang luas ini! 

Related Articles
Interest
Mengenal Mandar: Surga Ribuan Budaya

Interest
Taman Nasional Lorentz Jadi Google Doodle, Ini yang Wajib Kalian Tahu!

Interest
Mengenal Qatar: Negeri Kaya Bak Utopia yang Nyata