Current Issues

Studi: Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan Lebih Baik Dibanding Terinfeksi

Dwiwa

Posted on October 30th 2021

Mana yang memberikan perlindungan lebih baik, terinfeksi Covid-19 atau mendapat suntikan vaksin Covid-19? Menurut sebuah studi yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), suntikan vaksin Covid-19 memberikan perlindungan yang lebih baik dibanding kekebalan dari infeksi sebelumnya.

Dilansir AP, Studi CDC itu menemukan jika orang-orang yang tidak divaksinasi yang telah terinfeksi berbulan-bulan sebelumnya 5 kali lebih mungkin untuk terpapar Covid-19 daripada orang yang sudah divaksinasi penuh yang tidak memiliki infeksi sebelumnya.

Infeksi yang terjadi sebelumnya tetap memberikan kekebalan dan perlindungan hingga tingkat tertentu melawan infeksi. Tetapi temuan ini memperlihatkan jika perlindungan dari vaksin lebih kuat.

"Data ini menunjukkan bukti cukup kuat, bahwa vaksin lebih protektif terhadap covid bergejala," kata Dr. Mike Saag, seorang ahli penyakit menular di Universitas Alabama di Birmingham yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Studi ini melihat data dari hampir 190 rumah sakit di sembilan negara bagian. Para peneliti menghitung lebih dari 7.000 pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit tahun ini dengan penyakit pernapasan atau gejala yang mirip dengan Covid-19.

Sekitar 6.000 dari mereka telah sepenuhnya divaksinasi dengan vaksin Moderna atau Pfizer tiga hingga enam bulan sebelum mereka dirawat di rumah sakit. Sedangkan  lebih dari 1.000 lainnya tidak divaksinasi tetapi telah terinfeksi Covid-19 tiga hingga enam bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5,1 persen dari pasien yang divaksinasi positif virus Corona. Sedangkan kelompok yang tidak divaksinasi yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 8,7 persen. Para peneliti memperhitungkan faktor lain, termasuk usia dan berapa banyak virus yang beredar di daerah yang berbeda, untuk menghitung bahwa kelompok yang tidak divaksinasi berada pada risiko yang lebih tinggi.

Studi ini memperkuat beberapa penelitian sebelumnya, termasuk studi yang menemukan tingkat antibodi melawan infeksi yang lebih tinggi pada pasien yang divaksinasi.

Saag menyebut penelitian dilakukan dengan baik dan meyakinkan. Dia juga mengatakan itu adalah informasi penting bagi orang tua pada saat pemerintah bersiap untuk memperluas kampanye vaksinasinya kepada lebih banyak anak.

"Ada banyak orang yang telah menganjurkan, 'Yah, mari kita biarkan anak-anak terinfeksi.' Saya pikir data ini mendukung gagasan bahwa vaksin bekerja lebih baik secara umum, dan kemungkinan bekerja lebih baik untuk anak berusia 5 hingga 11 tahun, " kata Saag.

Selain itu, studi sebelumnya juga menunjukkan jika penyintas Covid-19 yang mendapatkan suntikan Covid-19 mendapatkan perlindungan yang lebih baik dibanding hanya mengandalkan kekebalan pasca infeksi. (*) 

Related Articles
Current Issues
Varian Omicron Mungkin Lebih Menular, Tetapi Vaksin Masih Memberi Harapan

Current Issues
Pernah Kena Covid-19 Memang Bisa Lebih Kebal, tapi Tetap Lebih Aman Vaksin

Current Issues
Warga AS yang Sudah Divaksin Kembali Disarankan Pakai Masker di Area Tertentu