Interest

Alasan Kita Suka Nonton Horor: Menghadapi Ketakutan dari Tempat Aman

Delya Oktovie Apsari

Posted on October 28th 2021

Halloween tahun ini dimeriahkan oleh berbagai film horor. Mulai dari The Medium hingga Candyman. (Google)

 

Halloween sebentar lagi! Rekomendasi film di Netflix mulai dipenuhi genre horor. Begitupun film yang tayang di bioskop: Candyman, Halloween Kills, The Medium hingga Roh Mati Paksa

Kalau dipikir-pikir, lucu juga bagaimana penonton horor menghabiskan waktu lebih dari dua jam di hadapan layar hanya untuk ditakut-takuti. Belum lagi biaya yang keluar untuk langganan Netflix dan beli tiket bioskop. Basically, we paid to get scared!

Lalu, mengapa kita masih menikmati suara derit pintu yang tak habis-habis, musik minor yang memekakkan telinga, hingga wajah setan yang sama sekali tidak memukau?

Menurut Krista Jordan, PhD, psikolog klinis di Austin, Texas, otak kita tidak selalu bisa membedakan secara efektif mana fantasi dan mana realita. Maka dari itu, meski film horor hanyalah film -- kita tidak benar-benar mengalaminya -- tapi menonton film horor bisa memicu respons 'fight-or-flight', alias melawan atau lari.

"Misalnya, minta seseorang untuk mendeskripsikan rasanya menggigit lemon, dan jika orang tersebut bisa mendeskripsikannya dengan sangat baik, kelenjar ludah kita akan aktif," jelas Jordan kepada Health.

Hal tersebut mirip dengan yang terjadi pada otak kita ketika menonton film horor. "Otak kita seakan lupa bahwa yang kita lihat bukanlah bahaya sungguhan, lalu otak kita menyalakan respons fisiologi yang serupa dengan jika kita berada dalam bahaya," tuturnya.

Selain itu, film horor juga terasa lebih 'nikmat' karena kita sebenarnya sedang menghadapi ketakutan kita, tetapi di tempat yang aman sebagai penonton.

"Kau melihat hal-hal menyeramkan di lingkungan yang terkontrol, dan aku pikir itu adalah sesuatu yang kita semua inginkan," ujar Margot Levin, PhD, psikolog klinis di New York.

Junji Ito, kreator manga horor layaknya Tomie dan Sensor, juga memiliki pendapat serupa. Menurutnya, ketika manusia merasa harus melindungi dirinya dari sesuatu yang mengerikan, insting manusia akan menyuruh untuk menginvestigasi 'sesuatu' itu.

"Meski begitu, horor adalah pengalaman pseudo dibandingkan dengan sesuatu yang berbahaya secara fisik benar-benar terjadi padamu. Sehingga rasa aman (ketika menonton horor) menuntun kita pada kenikmatan, hiburan, dan kesenangan -- dan orang-orang tertarik pada aspek hiburan dari horor," tutur Ito dalam wawancaranya bersama Teen Vogue.

Nah, kalau kamu sendiri, kenapa kamu suka nonton horor? Sudah berencana nonton film apa untuk menemani Halloween nanti? (*)

Related Articles
Entertainment
5 Film Horor Indonesia Paling Seram ini Bisa Kamu Tonton di Netflix

Interest
Netflix Siapkan Documentary soal Lokasi Paling Menyeramkan di Amerika Serikat

Entertainment
3 Film Horror Yang Akan Menghantuimu Sepanjang September 2018!